Rabu, 11 Desember 2019
  • Home
  • Pendidikan
  • Menteri Perindustrian Luncurkan Program Pendidikan Vokasi Industri SMK se-Sumbagut

Menteri Perindustrian Luncurkan Program Pendidikan Vokasi Industri SMK se-Sumbagut

Senin, 02 Oktober 2017 23:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan program vokasi industri di Sumatera Utara (Sumut) terkendala terbatasnya jumlah industri besar dan sedang. Akibatnya jumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dibina oleh industri sangat kecil dibandingkan jumlah SMK yang ada di provinsi tersebut. 
 
Untuk itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan, sampai dengan tahun 2019 sebanyak 1.775 SMK yang akan dibina dan dikerjasamakan dengan perusahaan industri dengan perkiraan jumlah tersertifikasi yang dihasilkan sebanyak 845.000 orang.
 
"Setelah peluncuran pada hari ini telah tercapai sebanyak 1.240 SMK dengan 412 perusahaan industri," katanya pada acara Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri dalam Rangka Membangun Link an Match antara SMK dengan Industri di Sumatera Bagian Utara yang meliputi Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, dan Kepulauan Riau, di PT. Medan Sugar Industry Jl. Pulau Tanah Masa, KIM Tahap II, Kab. Deli Serdang Senin (2/10/2017).
 
Ia mengatakan program vokasi industri ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang revitalisasi SMK, Kementerian Perindustrian meluncurkan program pendidikan vokasi industri dalam rangka membangun link and match antara SMK dengan Industri, dengan harapan SMK ke depan dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja sesuai kebutuhan industri.
 
Peluncuran program pendidikan vokasi industri, lanjutnya, telah dilaksanakan di wilayah pulau jawa melalui beberapa tahap. Tahap I di Jawa Timur, melibatkan 50 perusahaan industri dan 234 SMK oleh Bapak Wakil Presiden. Tahap ke-II di Jawa Tengah, melibatkan 117 perusahaan industri dan 392 SMK oleh kami bersama dengan Mendikbud. Tahap ke-III di Jawa Barat, melibatkan 141 perusahaan industri dan 393 SMK oleh Bapak Presiden Rl.
 
"Hari ini adalah tahap lanjutan di Sumatera Bagian Utara. Dimana dilakukan penandatanganan perjanjian antara industri dengan SMK. Jumlahnya 104 perusahaan industri dengan 221 SMK yang diantaranya adalah 52 perusahaan di Sumut bekerjasama dengan 113 SMK," katanya. 
 
Selain persoalan terbatasnya jumlah industri untuk program vokasi industri, katanya, berdasarkan hasil evaluasi terctata beberapa permasalahan yang ditemui pada SMK, seperti kurikulum pendidikan yang digunakan belum mengakomodir kebutuhan kompetensi di industri dan masih bersifat broadbased, sementara industri membutuhkan kompetensi yang lebih spesialis. Kemduian, peralatan praktikum di SMK kurang memadai dari segi jumlah dan teknologinya sangat tertinggal dari industri. 
 
"Belum lagi jumlah guru bidang studi produktif masih sangat terbatas hanya 22% dari jumlah guru SMK dan kurang memiliki pengalaman dalam hal praktik di industri," sebutnya. 
 
Setelah Wilayah Sumatera bagian Utara pada hari ini. peluncuran Program Vokasi Industri alan diteruskan secara bertahap untuk Provinsi DKI Jakarta dan Banten, serta Sumatera Bagian Selatan yakni Provinsi Jambi, Bangka Belitung dan Lampung.
 
Sementara itu, Gubernur Sumut Dr Ir H Tengku Erry Nuradi MSI berterima kasih karena Sumatera Utara dipercaya menjadi tuan rumah peluncuran program pendidikan vokasi industri dan sekaligus penandatanganan perjanjian kerjasama antara 82 perusahaan industri dengan 214 SMK dari Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau. Kegiatan ini menurut Gubsu sangatlah penting dalam mewujudkan siswa SMK yang terampil, Inovatif.
 
"Sesungguhnya kita telah berupaya meningkatkan kualitas lulusan SMK agar sesuai dengan tuntutan dunia industri. Upaya tersebut meliputi perbaikan sarana dan prasarana, sistem pembelajaran berorietasi pabrik (Teaching Factory), lembaga sertifikasi profesi (LSP), dan bursa kerja khusus (BKK). Namun pelaksanaannya masih tersendat karena industri belum membuka diri sepenuhnya untuk membantu keterampilan lulusan SMK," paparnya.(BS03)
T#g:Menteri PerindustrianProgram Pendidikan Vokasi Industri SMKSMKSekolah
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Plt Walikota Medan Resmikan Gedung RKB dan Rumah Dinas Kepala Sekolah SMP 41 Medan

    Beritasumut.com-Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi meresmikan gedung ruang kelas baru (RKB) dan rehab rumah dinas Kepa

  • 3 minggu lalu

    Bupati Deli Serdang Terima Anugerah Kihajar dari Mendikbud

    Beritasumut.com-Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan menerima Anugerah Kihajar dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI. Anugerah ini

  • satu bulan lalu

    Bupati Labura Minta Kepala Dinas Pendidikan Sediakan Sarana Cuci Tangan di Sekolah

    Beritasumut.com-Guna menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih dengan mencuci tangan dengan sabun, Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Kharuddin Sy

  • 2 bulan lalu

    Dosen Unimed Latih Blended Learning SMA/SMK di Langkat

    Beritasumut.com-Tim Pengabdian Universitas Negeri Medan (Unimed) melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA/SMK Pabaku, Stabat, Langkat

  • 2 bulan lalu

    Satgas Yonif 411 Kostrad Ajarkan Anak Sekolah di Perbatasan Cuci Tangan Pakai Sabun

    Beritasumut.com-Dalam rangka mengajarkan langkah kecil hidup sehat sejak dini kepada anak-anak sekolah di perbatasan RI-PNG, Pos Kuler Satgas Yonif

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.