Sabtu, 18 Januari 2020
  • Home
  • Pendidikan
  • Menag Sebut Materi Khilafah Masuk ke Pelajaran Sejarah Islam

Menag Sebut Materi Khilafah Masuk ke Pelajaran Sejarah Islam

Selasa, 10 Desember 2019 23:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menegaskan, tidak akan menghilangkan materi tentang khilafah dalam mata pelajaran agama. "Tidak hilang, hanya semula ada di materi Fikih, akan dipindahkan di materi Sejarah Islam," ujar Menag, dilansir dari Kemenag.go.id, Selasa (10/12/2019).
 
Menurut Menag, tidak mungkin menghilangkan materi khilafah karena itu merupakan fakta sejarah Islam yang ada. "Itu kan fakta sejarah, bagian dari sejarah Islam. Jadi ya (dimasukkan) ke Sejarah Islam," sambung Menag.
 
Pemindahan materi khilafah ke dalam materi Sejarah Islam, menurut Menag dilakukan dengan pertimbangan bahwa memahami hal tersebut dalam pemahaman Fikih menuntut ilmu pengetahuan yang lebih komprehensif. "Jadi untuk anak-anak biar gak bingung, di Sejarah Islam aja. Takutnya anak-anak masih rancu bila ditaruh di materi Fikih," ungkap Menag.
 
Sebelumnya, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A Umar menyatakan pembahasan tentang khilafah kini tidak lagi masuk dalam mata pelajaran Fikih, tapi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Perubahan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) No 183 tahun 2019 tentang Pedoman Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab di Madrasah dan KMA No 184 tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah.
 
Sebelumnya, pedoman kurikulum madrasah, PAI, dan Bahasa Arab mengacu pada KMA No 165 tahun 2014. “Materi khilafah ke depan bukan lagi pada mata pelajaran Fikih, tapi SKI,” terang Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A Umar di Jakarta, Senin (09/12).
 
Menurut Umar, sebagai bagian mata pelajaran SKI, khilafah disampaikan dalam konteks sejarah kebudayaan yang lebih menitikberatkan pembangunan peradaban, sejak zaman Nabi, Khulafarurrasyidin, Daulah Umayyah, Abasiyah, hingga Turki Usmani. Termasuk juga, perkembangan Islam modern serta relasinya dengan kepemimpinan bangsa dan negara. “Pelajaran khilafah diorientasikan untuk memberikan wawasan pengetahuan kepada peserta didik tentang keragaman sistem pemerintahan dalam sejarah Islam hingga era negara bangsa,” jelasnya. (BS09)
T#g:Fachrul RaziKhilafahMenteri Agama
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Menag Kunjungi UIN Sumut di Medan, Bahas Ekonomi Islam dan Moderasi Beragama

    Beritasumut.com-Menteri Agama (Menag) RI Fachrul Razi melakukan kunjungan kerja ke Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara di Kota Medan. Men

  • 2 bulan lalu

    Menag Lobi Raja Salman, Tetapkan Kuota Dasar Jamaah Haji Indonesia Sebesar 231.000

    Beritasumut.com-Menteri Agama (Menag) RI, Fachrul Razi hadir ke Kota Makkah, Arab Saudi untuk menandatangani MoU Penyelenggaraan Ibadah Haji 1441H/

  • 2 bulan lalu

    Terkait Pembinaan Majelis Taklim, Juraidi Sebut Jika Tidak Daftar, Tidak Ada Sanksi

    Beritasumut.com-Peraturan Menteri Agama (PMA) No.29 tahun 2019 tentang Majelis Taklim mendapat sorotan. Pemerintah dinilai mewajibkan majelis takli

  • 2 bulan lalu

    Fachrul Razi: Majelis Taklim Tidak Wajib Terdaftar di Kemenag

    Beritasumut.com-Membuka Seminar Kebangsaan dan HUT ke-18 Forum Alumni Forum Alumni Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) di Jakarta, Sa

  • 2 bulan lalu

    Menteri Agama Usulkan Biaya Ibadah Haji Tahun 2020 Tidak Naik

    Beritasumut.com-Pemerintah mengusulkan rata-rata besaran biaya perjalanan untuk Ibadah Haji yang dibebankan kepada jemaah di tahun 2020, sama nilai

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.