Minggu, 26 Mei 2019
  • Home
  • Pendidikan
  • Kemendikbud: Rata-rata Nilai UN SMA Sederajat Meningkat

Kemendikbud: Rata-rata Nilai UN SMA Sederajat Meningkat

Minggu, 12 Mei 2019 14:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyerahkan hasil ujian nasional (UN) untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), dan program kesetaraan Paket C kepada pemerintah daerah pada tanggal 3 Mei 2019. Rata-rata nilai UN untuk semua jenjang dan mata pelajaran mengalami peningkatan.
 
"Sekarang ini (nilainya) murni, karena sudah hampir seratus persen menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Ternyata tahun ini menunjukkan kenaikan, meskipun sedikit. Saya kira ini perlu disyukuri. Sebuah titik awal yang baik," disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno dilansir dari laman kemdikbud.go.id, Minggu (12/05/2019).
 
Sebagai cermin hasil pembelajaran, hendaknya hasil UN menjadi umpan balik peningkatan mutu pembelajaran di kelas. Kabalitbang menyatakan bahwa capaian hasil UN perlu dianalisa secara komprehensif untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi capaian."Hasil UN ini selanjutnya akan dianalisis untuk mendiagnosa topik-topik yang harus diperbaiki di setiap sekolah untuk setiap mata pelajaran UN. Hasil analisis tersebut akan didistribusikan ke semua dinas pendidikan untuk ditindaklanjuti dengan program-program peningkatan mutu pembelajaran,” tutur Totok.
 
Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan, Bambang Suryadi, mengatakan, selain menjadi pilihan ujian bagi generasi mendatang, UNBK dirasa lebih efektif dan efisien dalam konteks waktu, energi, pikiran, dan biaya."Ketika pelaksanaan UN sudah berintegritas, tantangan berikutnya terletak pada peningkatan kualitas pembelajaran. Kita harapkan capaian integritas ini sejalan dengan capaian akademik," ujar Bambang.
 
Ditambahkan oleh Bambang, ujian nasional perbaikan bagi peserta UN jenjang pendidikan menengah/sederajat akan dilaksanakan pada bulan Juli 2019. Sebelumnya pernah dilaksanakan pada bulan Agustus ataupun Oktober. Dengan demikian, diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan siswa yang memerlukan perbaikan hasil UN, misalkan untuk memenuhi persyaratan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
 
Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Sri Renani Pantjastuti, mengatakan bahwa hasil analisis UN menjadi salah satu landasan untuk peningkatan kompetensi pembelajaran."Tujuannya bagaimana pembelajaran bisa lebih baik. Jadi kami sudah siapkan modul-modul pembelajaran. Tinggal dipilih saja sesuai dengan yang masih lemah atau kurang untuk dibahas bersama-sama di MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) masing-masing," jelas Renani.
 
Kemendikbud akan terus meningkatkan kualitas dan komposisi soal ujian nasional. Menurut Kabalitbang, siswa perlu berlatih berpikir memecahkan soal-soal yang memerlukan cara berpikir tingkat tinggi atau HOTS (Higher Order Thinking Skills). "Soal-soal HOTS pelan-pelan dinaikkan. Lambat laun kita tingkatkan komposisinya dari tahun ke tahun," kata Totok.
 
Selain itu, Kemendikbud akan mendorong peningkatan jumlah peserta UNBK. "Kami berharap Kementerian Kominfo (Komunikasi dan Informatika) tahun depan bisa menjangkau semua titik yang saat ini belum terjangkau akses internet. Sehingga tahun depan persoalan akses ini tidak ada lagi. Tinggal persoalan menyediakan perangkat komputer di sekolah-sekolah saja," harap Kabalitbang.
 
Ujian nasional tahun 2019 diikuti 8,3 juta peserta didik dengan 103 ribu satuan pendidikan. Sebanyak 91 persen atau lebih dari 7,5 juta peserta didik dan warga belajar mengikuti UNBK. Jumlah peserta UNBK meningkat 19 persen dari jumlah peserta UNBK tahun 2018.
 
Kepala Balitbang Kemendikbud mengungkapkan beberapa hasil angket ujian nasional tahun 2019. Salah satu yang menarik dari hasil angket UN 2019, sebanyak 19 persen responden angket yang memiliki capaian UN tinggi merupakan siswa yang berasal dari latar belakang keluarga dengan ekonomi kurang menguntungkan atau ekonomi lemah. Mereka disebut Totok sebagai siswa berdaya juang (ketahanmalangan) tinggi."Anak-anak yang dalam kehidupan sehari-hari serba kekurangan, setelah kita cek, ternyata nilai mereka tinggi. Belajar dalam kondisi kekurangan ternyata bisa berprestasi baik. Ini luar biasa. Anak dengan resilience atau ketahanmalangan," terang Totok.
 
Angket diisi oleh 50 peserta di setiap sekolah pelaksana UNBK usai mengerjakan soal. Angket ini bertujuan untuk menggali informasi non-kognitif agar diperoleh analisis menyeluruh mengenai faktor-faktor yang memengaruhi capaian siswa.
 
Ada lima jenis angket yang dapat dikerjakan oleh siswa seusai mengerjakan UN. Namun, setiap siswa hanya perlu mengerjakan satu jenis paket saja. Pertanyaan di dalam angket terkait indikator sosial-ekonomi seperti pekerjaan dan pendidikan orangtua serta kepemilikan barang. Selain itu, digali juga persepsi siswa dalam mengenali bakat dan keunggulan diri, serta cita-cita (aspirasi) siswa."Persoalan ketahanmalangan ini bisa menjadi kriteria karakter anak Indonesia yang perlu ditumbuhkan," tambah Kabalitbang.(BS09)
 
T#g:SekolahUNUNBK
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • kemarin

    Meledak, Atap Gudang Pengisian Tabung Oksigen di Jalan Madio Santoso Medan Jebol

    Beritasumut.com-Warga di Jalan Madio Santoso, Lingkungan 14, Kelurahan Pulobrayan Darat I, Kecamatan Medan Timur dikagetkan dengan suara ledakan pa

  • 2 hari lalu

    Tatap Muka dengan Masyarakat Tanjungbalai, Gubsu Ajak Forkopimda Kompak Bangun Daerah

    Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengajak Forum Koordinasi Pemimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tanjungbalai untuk komp

  • 2 hari lalu

    Buka Puasa Bersama Lima Komunitas, Wagub Sumut: Sukses Bukan Karena Seseorang

    Beritasumut.com-Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah menggelar Buka Puasa Bersama lima komunitas, di halaman Masjid Almusanni

  • 2 hari lalu

    Rektor Unimed Minta kepada Mahasiswa untuk Jaga Kebersamaan

    Beritasumut.com-Rektor Unimed Prof Dr Syawal Gultom MPd meminta kepada civitas akademika harus selalu menjaga kebersamaan. Sehingga proses belajar-

  • 2 hari lalu

    Ketua Dekranasda Sumut Resmikan Gedung Dekranasda Tanjungbalai

    Beritasumut.com-Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Utara (Sumut) Nawal Lubis Edy Rahmayadi meresmikan Gedung Dekranasda Ko

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.