Rabu, 19 Februari 2020
  • Home
  • Pendidikan
  • Kemendikbud: Rata-rata Nilai UN SMA Sederajat Meningkat

Kemendikbud: Rata-rata Nilai UN SMA Sederajat Meningkat

Minggu, 12 Mei 2019 14:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyerahkan hasil ujian nasional (UN) untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), dan program kesetaraan Paket C kepada pemerintah daerah pada tanggal 3 Mei 2019. Rata-rata nilai UN untuk semua jenjang dan mata pelajaran mengalami peningkatan.
 
"Sekarang ini (nilainya) murni, karena sudah hampir seratus persen menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Ternyata tahun ini menunjukkan kenaikan, meskipun sedikit. Saya kira ini perlu disyukuri. Sebuah titik awal yang baik," disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno dilansir dari laman kemdikbud.go.id, Minggu (12/05/2019).
 
Sebagai cermin hasil pembelajaran, hendaknya hasil UN menjadi umpan balik peningkatan mutu pembelajaran di kelas. Kabalitbang menyatakan bahwa capaian hasil UN perlu dianalisa secara komprehensif untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi capaian."Hasil UN ini selanjutnya akan dianalisis untuk mendiagnosa topik-topik yang harus diperbaiki di setiap sekolah untuk setiap mata pelajaran UN. Hasil analisis tersebut akan didistribusikan ke semua dinas pendidikan untuk ditindaklanjuti dengan program-program peningkatan mutu pembelajaran,” tutur Totok.
 
Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan, Bambang Suryadi, mengatakan, selain menjadi pilihan ujian bagi generasi mendatang, UNBK dirasa lebih efektif dan efisien dalam konteks waktu, energi, pikiran, dan biaya."Ketika pelaksanaan UN sudah berintegritas, tantangan berikutnya terletak pada peningkatan kualitas pembelajaran. Kita harapkan capaian integritas ini sejalan dengan capaian akademik," ujar Bambang.
 
Ditambahkan oleh Bambang, ujian nasional perbaikan bagi peserta UN jenjang pendidikan menengah/sederajat akan dilaksanakan pada bulan Juli 2019. Sebelumnya pernah dilaksanakan pada bulan Agustus ataupun Oktober. Dengan demikian, diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan siswa yang memerlukan perbaikan hasil UN, misalkan untuk memenuhi persyaratan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
 
Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Sri Renani Pantjastuti, mengatakan bahwa hasil analisis UN menjadi salah satu landasan untuk peningkatan kompetensi pembelajaran."Tujuannya bagaimana pembelajaran bisa lebih baik. Jadi kami sudah siapkan modul-modul pembelajaran. Tinggal dipilih saja sesuai dengan yang masih lemah atau kurang untuk dibahas bersama-sama di MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) masing-masing," jelas Renani.
 
Kemendikbud akan terus meningkatkan kualitas dan komposisi soal ujian nasional. Menurut Kabalitbang, siswa perlu berlatih berpikir memecahkan soal-soal yang memerlukan cara berpikir tingkat tinggi atau HOTS (Higher Order Thinking Skills). "Soal-soal HOTS pelan-pelan dinaikkan. Lambat laun kita tingkatkan komposisinya dari tahun ke tahun," kata Totok.
 
Selain itu, Kemendikbud akan mendorong peningkatan jumlah peserta UNBK. "Kami berharap Kementerian Kominfo (Komunikasi dan Informatika) tahun depan bisa menjangkau semua titik yang saat ini belum terjangkau akses internet. Sehingga tahun depan persoalan akses ini tidak ada lagi. Tinggal persoalan menyediakan perangkat komputer di sekolah-sekolah saja," harap Kabalitbang.
 
Ujian nasional tahun 2019 diikuti 8,3 juta peserta didik dengan 103 ribu satuan pendidikan. Sebanyak 91 persen atau lebih dari 7,5 juta peserta didik dan warga belajar mengikuti UNBK. Jumlah peserta UNBK meningkat 19 persen dari jumlah peserta UNBK tahun 2018.
 
Kepala Balitbang Kemendikbud mengungkapkan beberapa hasil angket ujian nasional tahun 2019. Salah satu yang menarik dari hasil angket UN 2019, sebanyak 19 persen responden angket yang memiliki capaian UN tinggi merupakan siswa yang berasal dari latar belakang keluarga dengan ekonomi kurang menguntungkan atau ekonomi lemah. Mereka disebut Totok sebagai siswa berdaya juang (ketahanmalangan) tinggi."Anak-anak yang dalam kehidupan sehari-hari serba kekurangan, setelah kita cek, ternyata nilai mereka tinggi. Belajar dalam kondisi kekurangan ternyata bisa berprestasi baik. Ini luar biasa. Anak dengan resilience atau ketahanmalangan," terang Totok.
 
Angket diisi oleh 50 peserta di setiap sekolah pelaksana UNBK usai mengerjakan soal. Angket ini bertujuan untuk menggali informasi non-kognitif agar diperoleh analisis menyeluruh mengenai faktor-faktor yang memengaruhi capaian siswa.
 
Ada lima jenis angket yang dapat dikerjakan oleh siswa seusai mengerjakan UN. Namun, setiap siswa hanya perlu mengerjakan satu jenis paket saja. Pertanyaan di dalam angket terkait indikator sosial-ekonomi seperti pekerjaan dan pendidikan orangtua serta kepemilikan barang. Selain itu, digali juga persepsi siswa dalam mengenali bakat dan keunggulan diri, serta cita-cita (aspirasi) siswa."Persoalan ketahanmalangan ini bisa menjadi kriteria karakter anak Indonesia yang perlu ditumbuhkan," tambah Kabalitbang.(BS09)
 
T#g:SekolahUNUNBK
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 jam lalu

    Warga Kampung Kondo Mengolah Kemiri Bersama Prajurit TNI Penjaga Perbatasan

    Beritasumut.com-Sebagai wujud mendorong kelancaran dan kemajuan usaha warga di perbatasan, Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/

  • 7 jam lalu

    Polrestabes Medan Limpahkan Berkas Perkara Pembunuhan Hakim PN Medan ke Kejari

    Beritasumut.com-Berkas perkara pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin yang berhasil diungkap Polrestabes Medan dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Me

  • 5 jam lalu

    Pungli Supir Truk, Dua Pria Ini Diciduk Jajaran Polresta Deli Serdang

    Beritasumut.com-Personel Polsek Galang Polresta Deli Serdang mengamankan dua pria pelaku pemalak/ pungli terhadap supir truk angkutan barang saat s

  • 7 jam lalu

    Bandar Narkoba di Keramat Kubah Dicokok Polsek Tanjungbalai Utara

    Beritasumut.com–Personel Unit Reskrim Polsek Tanjungbalai Utara, bekerjasama dengan Timsus Pemberantasan, Penangkapan dan Pengungkapan Tindak

  • 5 jam lalu

    Bersih-bersih Sungai Deli, Pemko Medan Ajak Unsur Forkopimda dan Masyarakat Peduli Lingkungan

    Beritasumut.com-Pemerintah Kota (Pemko) Medan, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Medan bersama unsur Forkopimda, dan warga melakuk

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.