Pendidikan

Kembali ke Gampong: Lahan Pengabdian Sarjana Milineal


Kembali ke Gampong: Lahan Pengabdian Sarjana Milineal
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Batas kota dan kampung (gampong) hanya sekedar batas administratif. Tidak ada lagi ungkapan antara orang kota yang pintar dan orang gampong yang bodoh. Semuanya cair dan melebur menjadi warganegara yang sama-sama dapat maju dan mundur. Kini, saatnya kita kembali ke gampong, lahan pengabdian sesungguhnya untuk menebarkan pengetahuan, keahlian dan keterampilan yang dimiliki. Dunia hari ini diibaratkan sebagai dunia yang dilipat dan digenggam.
 
Hal tersebut diungkapkan, Ketua Prodi D3 Ilmu Perpustakaan Ruslan SAg MSi MLIS, saat memberikan orasi ilmiah pada yudisium Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry semester genap tahun akademik 2018/2019, di Aula lantai III, Gedung B FAH UIN Ar-Raniry, Rabu (07/08/2019).
 
“Kreatifitas dan kesuksesan tidak harus lagi berada di kota, tetapi saudara sebagai sarjana milineal dapat melakukannya di gampong. Banyak kaum muda kreatif dan berprestasi yang bergerak di gampong dan menjadi terkenal karena peran dan gerakannya di gampong,” kata Ruslan saat ini juga bekerja sebagai Dosen Prodi Ilmu Perpustakaan. Dia mencontohkan, misalnya, Rifki Maulana di Bireun yang menggerakkan sebuah komunitas Muge Buku, yaitu gerakan membangun literasi masyarakat di gampong dalam bentuk pustaka keliling yang bertujuan mewujudkan masyarakat membaca (reading society).
 
Menurut Ruslan, Gampong saat ini telah menjadi tulang punggung pembangunan nasional. Dalam beberapa tahun terakhir ini, pemerintah telah menggelontorkan dana begitu besar ke gampong-gampong melalui program dana desa. Berbagai program pemerintah, baik di tingkat nasional, maupun di tingkat provinsi dan kabupaten/kotamadya dilakukan di gampong-gampong. “Sarjana milineal yang memiliki potensi dalam penguasaan teknologi informasi dasar dan mempunyai akses jejaring yang terhubung secara global menjadi peluang besar dalam menggerakkan pembangunan dan pemberdayaan masyaraka gampong,” sebut Ruslan.
 
Di akhir orasi ilmiahnya, Ruslan berpesan kepada lulusan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry yang baru saja di yudisium untuk memiliki sikap percaya diri dan menggali potensi yang dimiliki. Kedua, mengabdi dan bekerjalah dengan penuh kesungguhan dan pantang menyerah. Ketiga, bangun komunikasi dan persaudaraan sosial dengan baik dan fleksibel. Keempat, pro-aktif dalam menggali informasi terbaru dan kesempatan yang ada. "Terakhir, yang kelima, jaga identitas keislaman, keacehan dan almamater," pungkasnya. (Rel)

Tag:banda AcehGampongSarjana MilinealUIN ArRaniry