Pendidikan

Kampus Cipto Sampoerna Academy Medan Bicara Soal Pendidikan Komputasional


Kampus Cipto Sampoerna Academy Medan Bicara Soal Pendidikan Komputasional
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Sampoerna Academy Medan berupaya menghadirkan lingkungan kondusif untuk pengajaran dan pembelajaran. Tak hanya merenovasi bangunan fisik gedung, pihak sekolah juga mengundang para praktisi pendidikan ke Kampus yang berlokasi di Jalan DR Cipto No 6, Kelurahan Anggrung, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.
 
Temu wicara yang digelar pihak Kampus Cipto pada Rabu (20/03/2019) lalu, menghadirkan empat Pembicara Diskusi yaitu Kepala Sekolah Kampus Cipto Medan Zenaida Belda Katigbak, Co-Managing Director GirlTech Indonesia Anantya, Pendidik dan Psikolog Dian Wisnuwardhani, serta Aktor dan model Indonesia Samuel Zylgwyn.
 
Dalam pertemuan bersama Orangtua murid Kampus Cipto tersebut, Kepala Sekolah Kampus Cipto Medan Zenaida Belda Katigbak mengatakan pihaknya berupaya menyediakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kolaboratif dengan kualitas terbaik. "Kami memenuhi harapan global akan prestasi belajar dan pengembangan karakter, maka dasar Pendidikan kami berpusat pada siswa, melalui kurikulum Cambridge dan juga metode belajar yang berfokus pada Science, Technology, Engineering, Arts and Mathematics (STEAM) yang memungkinkan siswa menjadi individu yang kreatif, penuh inisiatif dan inovatif," sebutnya.
 
Membekali siswanya, lanjut Zenaida, Kampus Cipto memberikan pendidikan multibahasa yang memungkinkan para siswa-siswi untuk menggunakan 3 (tiga) bahasa; yakni Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, bersama dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Mandarin. Selain mahir berbahasa, dilatih juga keterampilan lainnya, seperti keterampilan komputasional. "Sampoerna Academy juga memahami bahwa setiap anak dengan keterampilan komputasional akan memiliki lebih banyak peluang untuk memasuki lebih banyak bidang karier. Kami berharap para siswa memiliki kesempatan untuk memasuki tidak cuma satu tetapi banyak industri seperti bisnis, pendidikan, teknologi, keuangan, ritel dan kesehatan," jelasnya. 
 
Sementara itu, Pendidik dan Psikolog Dian Wisnuwardhani menyatakan pemikiran komputasional merupakan satu jenis keterampilan yang dibutuhkan untuk memahami masa depan teknologi. "Inilah proses berpikir, yang tidak cuma pengetahuan mengenai gawai atau bahasa. Ini sangat berkaitan erat dengan para siswa-siswi yang baru mulai belajar di usia belia," paparnya.
 
Narasumber lainnya adalah Co-Managing Director GirlTech Indonesia, Anantya. Dia mengatakan bahwa mengajarkan pemikiran komputasi akan memberikan keunggulan bagi anak-anak untuk kesuksesan di masa depan. "Karena anak-anak sedang belajar berpikir dengan cara yang memungkinkan mereka mengakses dan memahami dunia digital ini, maka memahami dunia digital adalah keterampilan dasar yang penting bagi mereka,” katanya.
 
Anantya mengerti bahwa Sampoerna Academy Medan mampu menjawab tantangan yang akan dihadapi generasi muda di dunia digital ini. Kenyataan bahwa Sampoerna Academy telah mengembangkan jalur pendidikan strategis dari playgroup hingga sekolah menengah, merupakan bukti bahwa sistem pendidikan internasional yang digabungkan dengan nilai-nilai budaya lokal (Indonesia) menjamin masa depan yang cerah bagi para siswa-siswinya," tegasnya. Sedangkan Aktor dan model Indonesia Samuel Zylgwyn mengambil sisi parenting sebagai Orangtua muda yang rentan memperkenalkan anak pada gadget. (BS02)

Tag:Kampus CiptoMedanPendidikan KomputasionalSampoerna Academy