Pendidikan

Guru PAI Non PNS Bakal Terima Anggaran Insentif 66 Milyar dari Kemenag RI

Guru PAI Non PNS Bakal Terima Anggaran Insentif 66 Milyar dari Kemenag RI
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp66 Milyar untuk membayar insentif Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) berstatus Non PNS. Hal ini disampaikan oleh Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI), Rohmat Mulyana Sapdi saat membuka kegiatan Peningkatan Kompetensi ICT Guru PAI SD dan Pengawas PAI.
 
Menurut Rohmat, Direktorat PAI terus berupaya memperhatikan peran sekaligus kesejahteraan para GPAI di Indonesia sebagai apresiasi terhadap mereka. "Tunjangan Profesi Guru atau TPG adalah tunjangan sebagai bentuk apresiasi terhadap profesi bukan kinerjanya. Lebih kepada pelayanan akademik dalam hal pendidikan. Untuk GPAI Non PNS juga akan disediakan insentif bulanan yang dirapel. Kurang lebih Rp 66 Milyar, anggaran disiapkan untuk membayar insetif bagi guru Non PNS," ujar Rohmat dilansir dari Kemenag.go.id, Senin (21/10/2019).
 
60 peserta, terdiri atas Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) dan Pengawas PAI Sekolah Dasar (SD) perwakilan sejumlah provinsi di Indonesia. Kepala Subdit PAI SD selaku penanggung jawab kegiatan, Ilham menyatakan bahwa pelatihan yang digelar di Denpasar, Bali ini merupakan wujud antusiasme Direktorat PAI khususnys Subdit PAI SD/SDLB untuk meningkatkan mutu para guru dari sisi kompetensi profesional. "Di era industri 4.0 para guru termasuk GPAI harus mampu menggabungkan peran teknologi untuk mempermudah cara mengajar di kelas juga lebih menyenangkan. Pendidikan adalah salah satu bidang yang tak pernah mati, dan akan selalu bertahan di era industri berapa pun karena perannya tak bisa digantikan robot," kata Ilham.
 
Kepala Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan dan Kebudayaan (BPMKP) Pustekkom, yang juga praktisi ICT dalam pendidikan, Tony Setiawan berharap peran ICT dapat dioptimalkan dalam dunia PAI. "Para guru harus memanfaatkan media yang ada. Cari media untuk memudahkan proses pembelajaran. Terakhir, jangan pelit atau segan untuk berbagi informasi dan pengetahuan antar guru. Prinsipnya teknologi itu untuk memudahkan, jangan hanya bangga untuk memilikinya," pungkas Tony.
 
Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, 16-18 Oktober 2019. Acara ini menghadirkan dua narasumber sekaligus fasilitator yang mengajarkan praktik penggunaan teknologi informasi yang berkenaan dengan media pembelajaran di kelas. Keduanya adalah Nurzakun dan Achmad Zainal Abidin yang merupakan guru-guru PAI berprestasi di bidang ICT. Nurzakun sendiri pernah terpilih dalam program My Teacher My Hero pada tahun 2017 oleh Kemendikbud bekerjasama dengan PT Telkom. (BS09)