Pendidikan

Dinas PPKB Labura Gelar PIK-R pada Siswa Terkait Narkoba dan Free Seks

Dinas PPKB Labura Gelar PIK-R pada Siswa Terkait Narkoba dan Free Seks
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Remaja adalah generasi penerus bangsa yang diharapkan untuk mengubah kehidupan yang lebih baik. Apabila remaja di suatu bangsa dapat mengubah bangsa ke arah yang lebih baik, maka bangsa tersebut akan menjadi bangsa yang memiliki generasi-generasi penerus yang hebat.
 
Sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Labuhanabatu Utara terhadap problematika yang terjadi di dunia remaja. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) gelar pembinaan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) yang dilaksanakan di Grands Hotel Aek Kanopan.Sebanyak 120 peserta siswa siswi mengikuti pembinaan pada Pusat Informasi Konseling Remaja, pembinaan yang diikuti para siswa perwakilan SMK, MA dan SMA. Kegiatan secara resmi dibuka Kepala Dinas PPKB Muhammad Suib yang diwakili oleh Sekretaris PPKB Jamaluddin.
 
PIK-R merupakan salah satu wadah yang dikembangkan dalam program GenRe, yang dikelola dari, oleh dan untuk Remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang pendewasaan usia perkawinan, TRIAD KRR (seksualitas, HIV dan AIDS), keterampilan hidup (life skills).
 
Kabid Ketahanan Kesejahteraan Keluarga PPKB Erni Malinda Napitupulu mengatakan diadakannya kegiatan ini bertujuan agar remaja yang ada di Labura terbebas dari free seks, pernikahan dini dan narkoba.
 
“Kami dari Dinas PPKB adapun mengadakan kegiatan pembinaan pusat konseling informasi bagi remaja bertujuan untuk salah satunya yang sudah disepakati dalam forum genre yaitu generasi remaja yang pada saat ini yang sudah sangat gencar dengan narkoba, free seks baik itu pernikahan dini, sehingga remaja yang ada di Labuhanbatu Utara terbebas dari free seks, pernikahan dini dan narkoba," ungkapnya dilansir dari laman labura.go.id, Minggu (13/10/2019).
 
Sementara itu, narasumber dari Forum Genre Provinsi Sumatera Utara M Azhar Afandi dan Penyuluh BNNK Labura Martha Helen mengaku dengan peserta yang mengikuti pembinaan, menurutnya para siswa-siswa begitu kritis dalam memberikan pertanyaan.“Saya salut dengan anak pelajar milenial sekarang ini, dalam bertanya tidak hanya memberikan pertanyaan saja. tetapi pertanyaan tersebut juga menggunakan data-data yang konkret,” ujar Helen.(BS09)