Pendidikan

Ciptakan Hodmach, Mahasiswa Unimed Bikin Mesin Pendeteksi Sejarah

Ciptakan Hodmach, Mahasiswa Unimed Bikin Mesin Pendeteksi Sejarah
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com–Tiga mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed), yaitu Muhammad Falah Nasution, Muhammad Arif Sahron Nasution, dan Samaiyah, menciptakan mesin pendeteksi Sumber Sejarah yang diberi nama Hodmach (Historical Object Detection Machine). Kehadiran mesin ini melengkapi sistem pengujian yang telah ada selama ini yakni tipologi, stratigrafi dan kimiawi.
 
Mahasiswa Unimed, Muhammad Falah Nasution, dilansir dari Unimed.ac.id, Rabu (29/05/2019) menuturkan, pengujian topologi merupakan cara penentuan usia peninggalan budaya berdasarkan bentuk tipe dari peninggalan itu. Pengujian stratigrafi menentukan sejarah berdasarkan lapisan tanah di mana benda itu berasal atau ditemukan. Sedangkan pengujian kimiawi menentukan umur peninggalan sejarah berdasarkan unsur kimia yang dikandung oleh benda tersebut. “Cara-cara tersebut merupakan membutuhkan waktu yang lama dan kadang kurang efektif. Alat yang kami buat ini bekerja dengan sensor, kemudian memunculkan hasil pada layar LCD,” ujarnya.
 
Berdasarkan pengujian yang dilakukan di Pusat Studi Sejarah dan Ilmu Sosial (PUSSIS) Unimed, lanjut Falah, Hodmach berfungsi sesuai dengan yang diharapkan. Mesin dapat mendeteksi kertas berdasarkan data input di awal pemrograman alat. "Benda yang diujikan ialah koran terbitan tahun 1890-an sampai 1980-an. Kertas yang diujikan masih sebanyak 5 sampel. Kelima kertas koran tersebut yaitu kertas tahun 1893, tahun 1902, tahun 1923, tahun 1940, dan tahun 1984," jelasnya.
 
Angka tahun yang dipilih memiliki rentang waktu rata-rata 20 tahun. "Alasan memilih rentang tersebut agar memudahkan mesin dalam pendeteksian. Kertas dengan rentang yang dipilih memiliki perbedaan yang lebih signifikan diantara satu dengan yang lainnya. Parameter pendeteksian dilihat dari warna, tekstur dan ketebalan kertas," ungkap Falah.
 
Dosen pembimbing mahasiswa tersebut, Ir Mustamam MT, mengatakan bahwa hodmasch masih perlu pengembangan lebih lanjut. “Mesin ini masih tahap dasar dan perlu dikembangkan lagi. Namun idenya sudah dapat,” ujar dosen Teknik Elektro tersebut. Mesin hodmach merupakan salah satu proyek yang didanai Kemenristekdikti bidang Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM-KC) tahun 2019. Seperti diketahui, pada tahun ini, Unimed menduduki peringkat 10 nasional bidang PKM yang didanai oleh Kemenristekdikti. (BS09)