Selasa, 17 September 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Waspada, Kurang Aktivitas Fisik Berpotensi Alami Penyakit Tidak Menular

Waspada, Kurang Aktivitas Fisik Berpotensi Alami Penyakit Tidak Menular

Selasa, 10 September 2019 18:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Penyebab kematian terbanyak di Indonesia saat ini disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular seperti stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Kurangnya aktivitas fisik seseorang akan berpotensi mengalami penyakit tersebut.
 
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan proporsi penduduk Indonesia usia lebih dari 10 tahun yang kurang melakukan aktivitas fisik jumlahnya meningkat dari 26,1% pada 2013 menjadi 33,5% pada 2018.
 
Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga drg. Kartini Rustandi, M.Kes mengatakan perlunya aktivitas fisik untuk meningkatkan kebugaran jantung, paru, kekuatan dan daya tahan otot, serta menurunkan risiko Penyakit Tidak Menular."Jalan kaki salah satu aktivitas fisik yang murah dan mudah dilakukan. Semua kegiatan aktivitas fisik mudah dilakukan tanpa biaya mahal, yang penting mau. Kalau ingin hasilnya baik berdampak harus teratur," ujar Drg Kartini dilansir dari laman depkes.go.id, Selasa (10/09/2019).
 
Drg. Kartini menambahkan kalau mau optimal dalam menjaga kebugaran tubuh harus aktivitas fisik minimal 30 menit perhari. Bagi anak-anak, aktivitas fisik dilakukan minimal 60 menit perhari karena anak-anak perlu banyak bergerak untuk menstimulasi pertumbuhan fisiknya.
 
Walaupun aktivitas fisik tergolong kegiatan mudah dan bermanfaat bagi kesehatan, aktivitas fisik dalam hal ini olahraga harus dilakukan dengan benar. Olahraga yang benar dilakukan secara bertahap dimulai dengan pemanasan termasuk peregangan selama 5-10 menit, dilanjutkan dengan latihan inti 20-60 menit, diakhiri dengan pendinginan 5-10 menit."Olahraga teratur dilakukan 3-5 kali seminggu selang sehari istirahat, dilakukan rutin di dalam atau di luar ruangan," kata drg. Kartini.
 
dr. Zaini K Saragih dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga mengatakan secara ilmiah ada empat jenis olahraga, yakni endurance, strength, balance, dan flexibility.
 
Endurance berfungsi meningkatkan detak jantung. Manfaatnya untuk menjaga jantung, sistem peredaran darah, dan meningkatkan kebugaran. Strength berfungsi untuk melatih otot, Balance membantu mencegah terjatuh saat beraktivitas, dan Flexibility untuk melenturkan otot-otot yang tegang."Keempat (endurance, strength, balance, flexibility) itu untuk mengukur kebugaran tubuh," sebut dr. Zaini.(BS09)
T#g:Penyakit
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Presiden Teken Inpres Peningkatan Kemampuan Merespons Wabah Penyakit, Pendemi Global

    Beritasumut.com-Dalam rangka meningkatkan kemampuan ketahanan nasional dalam menghadapi kedaruratan kesehatan masyarakat dan/atau bencana nonalam a

  • 2 bulan lalu

    Presiden Jokowi Instruksikan Menkes Tingkatkan Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepada Menteri Kesehatan (Menkes) untuk meningkatkan pencegahan dan pengendalian zoo

  • 3 bulan lalu

    Mudik Lebaran, Kemenkes Antisipasi Penyebaran Penyakit Endemik

    Beritasumut.com-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) mengantisipasi terhadap

  • 3 bulan lalu

    Dari 34 Provinsi, Inilah 6 Penyakit yang Banyak Diderita Pemudik

    Beritasumut.com-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menerima laporan penyakit dari 923 pos kesehatan mudik 2019 di 34 provinsi. Ada 6 jenis penyaki

  • 4 bulan lalu

    Tiga Pasangan Mesum Terjaring Razia Polsek Pancurbatu

    Beritasumut.com-Polsek Pancurbatu kembali menggelar razia penyakit masyarakat. Agar kesucian bulan suci ramadhan tetap terjaga. Namun, kesucian ini

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.