Jumat, 13 Desember 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Waspada, Kurang Aktivitas Fisik Berpotensi Alami Penyakit Tidak Menular

Waspada, Kurang Aktivitas Fisik Berpotensi Alami Penyakit Tidak Menular

Selasa, 10 September 2019 18:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Penyebab kematian terbanyak di Indonesia saat ini disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular seperti stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Kurangnya aktivitas fisik seseorang akan berpotensi mengalami penyakit tersebut.
 
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan proporsi penduduk Indonesia usia lebih dari 10 tahun yang kurang melakukan aktivitas fisik jumlahnya meningkat dari 26,1% pada 2013 menjadi 33,5% pada 2018.
 
Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga drg. Kartini Rustandi, M.Kes mengatakan perlunya aktivitas fisik untuk meningkatkan kebugaran jantung, paru, kekuatan dan daya tahan otot, serta menurunkan risiko Penyakit Tidak Menular."Jalan kaki salah satu aktivitas fisik yang murah dan mudah dilakukan. Semua kegiatan aktivitas fisik mudah dilakukan tanpa biaya mahal, yang penting mau. Kalau ingin hasilnya baik berdampak harus teratur," ujar Drg Kartini dilansir dari laman depkes.go.id, Selasa (10/09/2019).
 
Drg. Kartini menambahkan kalau mau optimal dalam menjaga kebugaran tubuh harus aktivitas fisik minimal 30 menit perhari. Bagi anak-anak, aktivitas fisik dilakukan minimal 60 menit perhari karena anak-anak perlu banyak bergerak untuk menstimulasi pertumbuhan fisiknya.
 
Walaupun aktivitas fisik tergolong kegiatan mudah dan bermanfaat bagi kesehatan, aktivitas fisik dalam hal ini olahraga harus dilakukan dengan benar. Olahraga yang benar dilakukan secara bertahap dimulai dengan pemanasan termasuk peregangan selama 5-10 menit, dilanjutkan dengan latihan inti 20-60 menit, diakhiri dengan pendinginan 5-10 menit."Olahraga teratur dilakukan 3-5 kali seminggu selang sehari istirahat, dilakukan rutin di dalam atau di luar ruangan," kata drg. Kartini.
 
dr. Zaini K Saragih dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga mengatakan secara ilmiah ada empat jenis olahraga, yakni endurance, strength, balance, dan flexibility.
 
Endurance berfungsi meningkatkan detak jantung. Manfaatnya untuk menjaga jantung, sistem peredaran darah, dan meningkatkan kebugaran. Strength berfungsi untuk melatih otot, Balance membantu mencegah terjatuh saat beraktivitas, dan Flexibility untuk melenturkan otot-otot yang tegang."Keempat (endurance, strength, balance, flexibility) itu untuk mengukur kebugaran tubuh," sebut dr. Zaini.(BS09)
T#g:Penyakit
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Penyebab Kebutaan Terbesar di Indonesia, Salah Satunya di Sumut

    Beritasumut.com-Hasil Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2014-2016 oleh Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia

  • 2 bulan lalu

    RSUP Adam Malik Pulangkan 2 Pasien Suspect Difteri

    Beritasumut.com-Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik mengaku kembali memulangkan 2 pasien suspect difteri yang mereka rawat. Keduanya pasi

  • 2 bulan lalu

    Masyarakat Medan Diminta Tak Panik Terkait Adanya Kasus Suspect Difteri

    Beritasumut.com-Masyarakat di Kota Medan diminta untuk tidak panik terkait adanya sejumlah kasus suspect difteri. Hal tersebut ditegaskan Tim KLB (

  • 3 bulan lalu

    Transisi Pola Hidup Sebabkan Peningkatan Kasus Penyakit Jantung

    Beritasumut.com-Berdasarkan data Sample Registration System (SRS) 2014, penyakit jantung menduduki peringkat kedua tertinggi setelah stroke untuk t

  • 3 bulan lalu

    Inilah Penyakit yang Paling Banyak Diidap Masyarakat

    Beritasumut.com-Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) merupakan masalah kesehatan utama di negara maju maupun negara berkembang. Hip

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.