Rabu, 23 Oktober 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Warga di Medan Masih Banyak yang Abaikan Dampak Polusi Udara

Warga di Medan Masih Banyak yang Abaikan Dampak Polusi Udara

Rabu, 07 Februari 2018 00:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Ketua Jaringan Kesehatan (JKM) Sumatera Utara (Sumut) dr Delyuzar SpPA mengatakan, persoalan polusi udara sangat berpengaruh besar pada kesehatan tubuh manusia. Namun sayangnya, kesadaran masyarakat di Kota Medan untuk menggunakan masker sebagai antisipasi dinilai masih sangat rendah.
 
"Masyarakat belum menyadari dengan baik. Kita saja masih kurang perduli dengan sekitar, seperti kebiasaan merokok di sembarang tempat" ungkapnya kepada wartawan, Selasa (06/02/2018).
 
Delyuzar menjelaskan, khususnya di Kota Medan, polusi udara dapat berlangsung dengan sangat tinggi."Pada waktu tertentu, polusi udara memang sangat tinggi terutama disaat suasana sibuk karena asap bermotor yang menimbulkan karbon. Mungkin disaat itulah sebetulnya kita membutuhkan masker," jelasnya.
 
Akibat polusi udara, jelas Delyuzar, jika lama-lama terpapar akan berpengaruh pada saluran pernafasan akibat radikal bebas yang disebabkan oleh polusi. Selanjutnya, hal itu dapat menimbulkan reaksi seluler terhadap zat-zat, sehingga bisa terjadi gangguan pada paru-paru karena debu silikon yang beterbangan."Malah, akibat polusi udara juga bisa mendorong terjadinya kelainan degeneratif (jaringan atau organ tubuh)," terangnya.
 
Untuk itu, menurut Delyuzar, perlunya membangun kesadaran dengan mengurangi dampak polusi udara sedini mungkin. Yakni dengan cara lebih mencintai bumi, kurangi polusi asap kendaraan bermotor dan industri, serta hindari pembakaran sampah yang tidak perlu.
 
Pada penggunaan masker, lanjut Delyuzar, hal itu pun sebetulnya tidak bisa memastikan terbebas dari polusi udara. Akan tetapi dengan masker, dampak dari polusi udara yang terhirup dapat lebih dikurangi."Dengan masker polusi udara itu tidak akan maksimal diterima. Karenanya lebih baik menggunakan masker yang direkomendasikan medis, ketimbang menggunakan kain," tegasnya.
 
Polusi udara saat ini memang telah menjadi salah satu ancaman kesehatan di banyak negara. Bahkan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 6,5 juta kematian setiap tahunnya, terjadi terkait dengan polusi udara.Selain itu, 9 dari 10 orang di seluruh dunia tinggal di kota yang udaranya tidak bersih. Pada semester satu tahun 2016 lalu, level polusi di kota-kota besar Indonesia mengalami kenaikan sebanyak 4,5 kali lipat lebih buruk dari standar yang ditetapkan oleh WHO.(BS07)
T#g:AsapPolusi UdaraRokokmasker
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Dinkes Provsu Gelar Pertemuan Koordinasi Pembuatan Peraturan KTR di Kabupaten Tapteng

    Beritasumut.com-Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) menggelar pertemuan Koordinasi Pembuatan Peraturan Kawasan Tanpa Rokok (K

  • satu minggu lalu

    Potensi Penyebaran Asap Karhutla Masih Tinggi, Masyarakat Diimbau Waspada

    Beritasumut.com-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai sebaran asap akibat dari kebaka

  • 3 minggu lalu

    Transisi Pola Hidup Sebabkan Peningkatan Kasus Penyakit Jantung

    Beritasumut.com-Berdasarkan data Sample Registration System (SRS) 2014, penyakit jantung menduduki peringkat kedua tertinggi setelah stroke untuk t

  • 4 minggu lalu

    Polsek Pancurbatu Bagi-bagi Masker ke Pengendara di Jalanan

    Beritasumut.com-Guna menjaga derajat dan kesehatan masyarakat. Kali ini, Polsek Pancurbatu membagikan masker kepada pengendara yang melintas di Jal

  • 4 minggu lalu

    Pemprov Sumut Imbau Warga Kurangi Aktivitas dan Liburkan Sekolah

    Beritasumut.com–Mengantisipasi dampak buruk kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Ut

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.