Kesehatan

Warga Keluhkan BPJS PBI yang Tak Merata dalam Satu Keluarga

Warga Keluhkan BPJS PBI yang Tak Merata dalam Satu Keluarga
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Nurlela Harianja (29) warga Lingkungan XIII, Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan mengeluhkan layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang tidak merata dalam satu keluarga. Nurlela mengaku, ia bersama anak bungsunya masuk menjadi peserta PBI, tapi malah anak sulungnya tidak terdaftar.
 
Padahal, lanjutnya, anak sulungnya itu menderita infeksi tulang, sehingga harus dirawat di Rumah Sakit (RS). Sementara, suaminya hanya bekerja sebagai supir angkot, sehingga sangat terbebani bila membayar iuran BPJS Mandiri setiap bulan milik anak sulungnya, Novi Elektra Lumban Gaol yang masih balita.
 
“Mungkin bagi yang punya uang iuran kelas III sangat murah, tapi bagi saya bayar iuran Rp 25.500 sudah cukup mahal, makanya pernah juga menunggak,” kata Nurlela kepada wartawan, Rabu (03/05/2017).
 
Menurutnya, biaya pengeluaran keluarganya cukup banyak apalagi kebutuhan dua anaknya saat ini masih kecil. Bahkan, satu di antaranya mengalami infeksi tulang yang tidak bisa bergerak aktif serta kondisi badan mengalami penurunan, seperti terkena gizi buruk.
 
Karena itu, ia mengharapkan agar anak sulungnya tersebut bisa menjadi peserta BPJS Kesehatan PBI, sehingga tidak mengharusnya membayar iuran setiap bulannya. Iuran tersebut bisa dipergunakannya untuk membeli susu atau vitamin anaknya.“Kalau waktu saya tanya ke BPJS Kesehatan, kenapa satu anaknya tidak masuk peserta PBI. Petugasnya hanya menyarankan untuk melaporkannya ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan,” jelasnya.
 
Terpisah, Anggota DPRD Kota Medan, Edward Hutabarat menyampaikan keluhan warga tersebut akibat kesalahan administrasi. Karena itu, ia menyarankan agar Nurlela melaporkan masalah ini ke Kepala Lingkungan dan Dinkes Medan. Ia mengaku, bila nantinya ada dipersulit pihak mengaku siap melakukan tindakan.
 
“Itu masalah administrasi saja, sudah seharusnya anak sulung itu menjadi peserta PBI. Karena memang kondisi ekonomi mereka pantas untuk mendapatkan itu,” jelasnya. (BS03)