Kamis, 27 Februari 2020
  • Home
  • Kesehatan
  • Timbulkan Banyak Korban, Dinkes Sumut dan Medan Awasi Peredaran Obat PCC di Rumah Sakit dan Puskesmas

Timbulkan Banyak Korban, Dinkes Sumut dan Medan Awasi Peredaran Obat PCC di Rumah Sakit dan Puskesmas

Jumat, 15 September 2017 21:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Kasus puluhan remaja di Kendari, Sulawesi Utara, yang mendadak mengalami gangguan mental dan kejang-kejang usai mengonsumsi obat PCC (Paracetamol Cafein Carisoprodol) menjadi perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut dan Medan. Mereka pun akan melakukan pengawasan peredaran obat PCC di Rumah Sakit maupun Puskesmas. 
 
"Pengawasan itu ada di Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Begitupun, kita tetap melakukan pengawasan di rumah sakit dan Puskesmas," ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumut Agustama kepada wartawan, Jumat (15/09/2017).
 
Senada dengan Agustama, Kadinkes Kota Medan Usma Polita juga mengatakan bahwa pengawasan dilakukan oleh BPOM. Namun, Usma meyakinkan kalau obat PCC itu tidak ada di rumah sakit. Apalagi untuk pengadaan obat berdasarkan ekatalog."Tidak ada obat PCC di rumah sakit dan Puskesmas. Tapi kita tetap menjaga agar obat-obat itu tidak beredar di rumah sakit dan Puskesmas," tegasnya.
 
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan, Yulius Sacramento menjelaskan, PCC sering diplesetkan akronim dari Paracetamol, Carisoprodol, Cafein. PCC khususnya Carisoprodol sebenarnya sejak awal dimaksudkan sebagai obat relaksan otot (khasiat anti nyeri otot). "Pastinya PCC itu bukan Flaka," katanya.
 
Akan tetapi, lanjut Sacramento, belakangan berkembang modus penyalahgunaannya dengan niat efek sedative (penenang). Penyalah-gunaan Carisoprodol dapat mengganggu kemampuan konsentrasi dan respon mental dan fisik bagi pengguna."Penyalahgunaan dan atau penggunaan yang salah dari Carisoprodol akan berdampak ketergantungan," terangnya.
 
Kepala Bidang Penyelidikan BBPOM di Medan, Ramses mengatakan, dari pengawasan dan survei yang dilakukan pihaknya ke sarana di Sumut, belum ada ditemukan beredarnya obat tersebut. "Kalau ada ditemukan, kita akan tindak tegas dan di proses hukum," pungkasnya. (BS07)
T#g:BPOMDinkes MedanDinkes SumutObatObat PCCParacetamol Cafein Carisoprodol
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Prajurit TNI Layani Pengobatan Keliling di Kampung Toray Papua

    Beritasumut.com-Dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada warga binaannya, prajurit TNI Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa (Yon

  • 2 bulan lalu

    Satgas Yonif Mekanis Raider 411 Kostrad Gelar Pengobatan Keliling di Daerah Pedalaman

    Beritasumut.com-Sebagai wujud kepedulian TNI terhadap kesehatan warga di pedalaman Papua, Prajurit TNI Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 41

  • 2 bulan lalu

    Kemenristek/BRIN Apresiasi Riset dan Pengembangan Obat Modern Asli Indonesia

    Beritasumut.com-Pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendukung adanya hilirisasi riset Obat M

  • 2 bulan lalu

    Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Gelar Pengobatan Gratis di Kampung Bupul Papua

    Beritasumut.com-Wujud kepedulian TNI terhadap kesehatan warga Papua yang tinggal di perbatasan, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas)

  • 2 bulan lalu

    Waspada Penyakit Degeneratif, Dinkes Medan: Ayo Dukung GERMAS

    Beritasumut.com-Di awal tahun 2020 ternyata ancaman penyakit juga semakin bervariasi. Salah satunya adalah penyakit degeneratif atau penyakit tidak

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.