Selasa, 10 Desember 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Terkait Penemuan Cacing Pita Tim Peneliti FK UISU, Dinkes Sumut Belum Pastikan KLB di Simalungun

Terkait Penemuan Cacing Pita Tim Peneliti FK UISU, Dinkes Sumut Belum Pastikan KLB di Simalungun

Jumat, 03 November 2017 22:34:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS07
Beritasumut.com-Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) Agustama menegaskan, bahwasanya pihaknya hingga kini belum memastikan kasus cacing pita jenis Taenia yang ditemukan oleh tim peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) dari tubuh manusia, di Desa Nagori Dolok, Kecamatan Silau Kahaean, Kabupaten Simalungun, sebagai Kondisi Luar Biasa (KLB).
 
Selain itu, Agustama juga menyatakan, jika pihaknya saat ini juga belum bisa menganggap daerah itu endemik, meski  telah ada ditemukan cacing pita sepanjang 10,5 meter."Itukan masih hasil penelitian dr Umar Zein. Hasil resumenya juga belum ada, jadi belum bisa dipublikasi kali," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (03/11/2017).
 
Untuk itu, Agustama mengaku, jika pihaknya sejauh ini masih menunggu tindak lanjut dari Dinkes Simalungun. Karena, ujar Agustama, Dinkes Simalungun juga belum ada memberikan pernyataan apapun terkait penemuan itu ke Provinsi."Kalau instansi (pemerintah) yang meneliti, baru boleh dinyatakan endemik, apalagi kalau disebut KLB," sebutnya.
 
Namun Agustama menjelaskan, memang sah-sah saja jika tim peneliti FK UISU menilai bahwa penemuan itu sebagai endemik cacing pita. Hanya saja imbuh Agustama, yang lebih berhak menilainya seperti apa adalah Dinkes Simalungun."Jadi Dinas Kesehatan Simalungun lah yang menindaklanjutinya bagaimana. Kalau minta bantu, kita bantu. Tapi kalau tidak, kita sebagai pembina dan pengawas saja," jelasnya.
 
Memang, lanjut Agustama, pada saat tim peneliti FK UISU turun ke desa tersebut, tim dari Dinkes juga ikut mendampingi. Hanya saja, Dinkes Sumut belum mendapatkan laporan lebih jauh mengenai temuan itu.
 
Disinggung mengenai tidak tersedianya obat Praziquantel untuk penderita cacing pita di Indonesia, Agustama mengatakan sudah menyatakan prihal itu ke pemerintah pusat. Akan tetapi, tutur Agustama, stoknya memang sedang habis atau tidak tersedia."Lagi habis. Kita nggak tahu juga apakah tahun depan sudah pasti ada. Tapi sudah kita mintakan. Tahun depan pengadaan kita," tegasnya.
 
Seperti yang diketahui, tim peneliti FK UISU telah kali keduanya berhasil menemukan cacing pita yang disebut-sebut terpanjang di dunia. Pertama, sepanjang 2,86 meter, lalu kemudian 10,5 meter.
 
Ketua Tim Peneliti FK UISU DR dr Umar Zein, DTM&H sebelumnya mengatakan, timbulnya cacing pita ini, akibat kebiasaan masyarakat setempat yang gemar mengkonsumsi hewan babi dalam keadaan mentah. Sehingga embrio cacing pita yang terdapat dalam daging itu, saat dikonsumsi menempel di usus warga, lalu tumbuh dan berkembang hingga sangat panjang.(BS07)
T#g:BabiCacing PitaDinkesFK UISUKLBsimalungun
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Dinas Kesehatan Kota Medan Rayakan Natal

    Beritasumut.com-Lantunan lagu puji-pujian mengiringi perayaan natal jajaran Dinas Kesehatan Kota Medan, perayaan natal yang digelar di Hotel Danau

  • 2 minggu lalu

    Ditlantas Poldasu: Jalur Wisata dan Arus Mudik di Siantar - Simalungun Dievaluasi

    Beritasumut.com–Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Sumatera Utara (Poldasu) melakukan pemantauan dan evaluasi sejumlah rute yang berpote

  • 2 minggu lalu

    Bupati Deli Serdang: Masyarakat Harus Gemar Makan Ikan, Jangan Tergiring Isu Hoax

    Beritasumut.com-Terkait viralnya pemberitaan virus Hog Kholera yang marak belakangan ini di wilayah Sumatera Utara dan juga di wilayah Deli Serdang

  • 3 minggu lalu

    Kodam V/Brawijaya Gelar Lomba Berburu Babi di 5 Hutan Konservasi Jawa Timur

    Beritasumut.com-Lima hutan konservasi yang berada di lima daerah di Jawa Timur, dijadikan lokasi pelaksanaan lomba berburu Babi hutan. Perlombaan i

  • 3 minggu lalu

    Bangkai Babi Dibuang ke Sungai, Polsek Sunggal: Peternak Dapat Dipenjara

    Beritasumut.com-Polsek Sunggal bersama Muspika Kecamatan bereaksi cepat untuk menindak para peternak babi yang tidak mengikuti aturan. Pasalnya, di

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.