Minggu, 25 Februari 2018
  • Home
  • Kesehatan
  • Terkait Obat Mengandung DNA Babi, Sanksi Administratif Tidak Cukup
pilkada beritasumut.com

Terkait Obat Mengandung DNA Babi, Sanksi Administratif Tidak Cukup

Rabu, 14 Februari 2018 12:41:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Kasus penemuan obat yang mengandung DNA babi pada suplemen makanan merek Viostin DS dan Enzyplex menjadi salah satu sorotan dalam rapat antara Komisi IX DPR dengan Badan Pengawasan Obat dan Minuman (BPOM) di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (13/02/2018).
 
Anggota Komisi IX Irma Suryani menilai, penanganan BPOM terhadap kasus ini masih kurang tegas. Dalam amatannya, kasus ini sekadar ditangani secara administratif saja.
 
“Memang perlu diakui bahwa diketahui adanya kandungan babi karena ada uji sampel periodik yang dilakukan BPOM. Tetapi kelanjutannya dari divisi penindakan BPOM hanya baru sampai dalam sanksi administratif dengan berupa penarikan produk saja," kata Irma.
 
Padahal, lanjutnya, sanksi semacam itu tidak pernah membuat perusahaan jera untuk tidak melakukan hal yang sama. “Menurut saya harus ada sanksi lebih agar hal serupa tidak terulang,” imbuh legislator Sumatera Selatan II ini.
 
Irma menegaskan bahwa agar menimbulkan efek jera, tidak cukup dengan model penyilidikan internal BPOM. “Nah, kan penyidikan BPOM hanya selesai di penindakan operasi yang dilakukan oleh BPOM saja. Penuntutan dan penyidikan oleh Jaksa, tidak dikawal oleh BPOM. Seharusnya dari penyelidikan BPOM hingga masuk dalam penyidikan dan penuntutan Jaksa di pengadilan, BPOM harus tetap mengawal jika kasus semacam ini tidak mau lepas dan tuntas,” ujarnya.
 
Srikandi NasDem ini berpandangan, dalam kasus suplemen Visotin DS dan Enzyplex, perusahaan Pharos yang memproduksi dan mengeluarkan kedua produk itu telah melakukan pelanggaran hukum kepada BPOM.
 
“Saya kira kepada perusahaan ini, BPOM sudah tidak boleh hanya mengenakan sanksi administratif tetapi harus dikenakan sanksi melalui penuntutan hukum. Ini jelas sudah melakukan penipuan publik. Awal saat mendaftar dengan produk sama tetapi saat dikeluarkan kandungan bahannya berbeda. Ini tidak boleh dibiarkan, masyarakat telah ditipu oleh perusahaan tersebut. Ini penipuan publik, ini tidak bisa , hanya dikenakan sanksi administrasi. BPOM harus menuntut secara hukum,” tegasnya.(rel)
T#g:DNA BabiViostin DSobat mengandung DNA BabiViostin DS
ceritasumut.com
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Albothyl Dilarang Beredar, Namun Produk Masih Tersedia di Apotek

    Beritasumut.com-Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menegaskan jika produk Albothyl, Viostin DS, serta Enzyplex harus ditarik dari pe

  • 7 hari lalu

    LAPK: Produk Obat Bermasalah Picu Traumatik Konsumen

    Beritasumut.com-Setelah Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan Viostin DS dan Enzyplex sebagai produk obat bermasalah karena mengandu

  • satu minggu lalu

    BBPOM Minta Distributor Tarik Peredaran Albothyl

    Beritasumut.com-Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan, Yulius Sacramento Tarigan, meminta pelaku usaha khususnya distribu

  • 2 minggu lalu

    DPRD Medan: BPOM Harus Tegas Terhadap Pelanggar Obat dan Makanan

    Beritasumut.com-Anggota Komisi B DPRD Medan, Deni Maulana Lubis mengimbau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Medan serta dinas terkait bersikap

  • 3 minggu lalu

    Terkait Viostin DS dan Enzyplex, BBPOM: Awalnya Tak Ada Kandungan DNA Babi

    Beritasumut.com-Viostin DS dan Enzyplex dari awal tidak mungkin mengandung DNA babi ataupun bahan lain yang tidak sesuai persyaratan. Karena sebelu

  • Copyright © 2010 - 2018 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.