Minggu, 20 Oktober 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Tak Mampu Atasi Kasus Gizi Buruk, Kadinkes Medan Diminta Mengundurkan Diri

Tak Mampu Atasi Kasus Gizi Buruk, Kadinkes Medan Diminta Mengundurkan Diri

Rabu, 22 Februari 2017 06:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Kadinkes Medan Usma Polita.
Beritasumut.com-Walikota Medan Dzulmi Eldin diminta untuk melakukan evaluasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Medan Usma Polita. Hal tersebut diungkapkan oleh anggota Komisi E DPRD Sumut Nezar Djoeli, menyikapi masih tingginya kasus gizi buruk di Kota Medan tahun 2016 yakni sebanyak 115 orang.
 
“Walikota diharapkan evaluasi kinerja SKPD khususnya Dinas Kesehatan. Kalau Kadinkes tidak mampu, silahkan mengundurkan diri,” ujar Nezar kepada wartawan, Selasa (21/02/2017).
 
Disebutkannya, dari data FKM USU tercatat penderita gizi buruk di Medan sebanyak 113 orang dan Medan menduduki peringkat dua di Sumut. Sementara Kadinkes bilang, Kota Medan belum kategori endemis karena nilainya 0.058. “Tapi kalau 0.058 dikalikan jumlah penduduk Medan 2 juta kan sudah 116 orang yang gizi buruk,” terangnya.
 
Jadi, katanya, Kadinkes Medan jangan beralasan dengan nilai ambang batas 0.058 itu. Apalagi, dalam kunjungannya baru-baru ini ke daerah Belawan, menemukan kasus anak yang menderita gizi buruk. “115 orang gizi buruk itukan yang terdata. Contohnya di Kampung Nelayan yang saya temui anak penderita gizi buruk. Kalau dicari lagi mungkin masih banyak yang mengalami gizi buruk,” ucapnya.
 
Nezar juga menyinggung anggaran untuk gizi buruk tahun 2016 yang sekitar Rp 1 M, namun masih ada ditemukan kasusnya. Karena itu, ia menanyakan kapan realisasi anggaran itu ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Puskesmas.
 
Menurutnya, terjadinya kasus gizi buruk juga disebabkan kurangnya penyuluhan dan masih adanya masyarakat yang mungkin takut mengeluarkan biaya kalau datang ke Posyandu. “Harusnya anggaran ditingkatkan termasuk meningkatkan anggaran untuk kader Posyandu. Karenanya, Kepala Dinasnya harus turun menjumpai kader,” tegas Nezar.
 
Sebelumnya, Kadinkes Kota Medan Usma Polita mengaku, meski kasus gizi buruk yang ditemukan tahun 2016 berkisar sebanyak 120 kasus. Namun, menurut dia angka tersebut masih berada di bawah batas ambang endemis.Usma mengatakan, jumlah tersebut yakni berkisar 0,058 persen. Sedangkan suatu kota baru dinyatakan endemis jika penduduknya bergizi buruk ketika sudah mencapai 3,6 persen. "Jadi untuk kasus gizi buruk di Medan sebetulnya masih di bawah ambang endemis," ungkapnya.
 
Karenanya, Usma membantah jika kondisi gizi buruk di Medan tinggi. Pihaknya mensinyalir kemungkinan ada data yang tidak valid dalam penentuan jumlah kasus tersebut."Dari data Medan nomor dua gizi buruk se-Sumatera Utara (Sumut) mungkin datanya tidak valid. Tetapi yang penting bagaimana kita menangani pasien gizi buruk atau gizi kurang ke depannya," jelasnya. (BS03)
 
T#g:DPRD MedanDPRD SumutDinas KesehatanKadinkes Kota MedanPemko MedanUsma Polita
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • kemarin

    Wakil Walikota Medan: Mari Budayakan Kembali Gotong-royong

    Beritasumut.com-Wakil Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution, M.Si meninjau kegiatan gotong-royong yang diadakan jajaran Kecamatan Medan Barat, Jumat

  • 2 hari lalu

    Pemko Medan Siap Dukung Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri

    Beritasumut.com-Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Medan Sulaiman Harahap SH MSP didampingi Kabid Pembinaan Sekolah Dasar D

  • 3 hari lalu

    Pemko Medan Kaji Konektivitas Drainase Yang Berhubungan dengan Jalan dan Lintasan KA

    Beritasumut.com-Sebagai upaya mengatasi genangan air maupun banjir di sejumlah kecamatan di Kota Medan, Pemko Medan menggelar Rapat Koordinasi Pemb

  • 3 hari lalu

    Peserta Diklatpim Diharapkan Implementasikan Ilmu untuk Pembangunan Kota

    Beritasumut.com-Walikota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Asisten Umum Renward Parapat menutup Diklat Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat

  • 4 hari lalu

    Keluyuran di Jam Kerja, 6 ASN dan 1 Pegawai Honorer Pemko Medan Kena Razia

    Beritasumut.com-Sebanyak 6 orang Apratur Sipil Negara (ASN) dan seorang pegawai honorer di lingkungan Pemko Medan kedapatan keluyuran saat jam kerj

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.