Senin, 17 Februari 2020
  • Home
  • Kesehatan
  • Sebelumnya Hanya Ada di Papua, FK UISU Temukan Endemik Malaria Ovale di Langkat

Sebelumnya Hanya Ada di Papua, FK UISU Temukan Endemik Malaria Ovale di Langkat

Senin, 30 Oktober 2017 20:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Endemik baru penyakit malaria ovale ditemukan oleh Tim Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) di Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. Padahal sebelumnya, penyakit yang disebabkan plasmodium ovale dengan vektor nyamuk anopheles betina ini, sejak tahun 1975, penyebaran endemisnya dilaporkan hanya terdapat di Papua serta wilayah Belu di Flores Timur atau Sunda kecil.
 
"Kita menemukan satu kasus di Kabupaten Langkat yang setalah diteliti dan diidentifikasi sebagai plasmodium ovale. Dengan penemuan ini, peta endemik malaria ovale atau malaria tertiana di indonesia sudah bertambah. Langkat sebagai daerah ketiga di Indonesia," ujar Dr dr Umar Zein DTM&H SpPD KPTI saat gelaran orasi ilmiahnya bertajuk Malaria dari Era Misterius hingga Biomolekuler, di FK UISU Jalan STM, Medan, Senin (30/10/2017).
 
Dalam kegiatan yang dirangkai dengan Milad FK UISU ke-52 tahun tersebut Umar Zein menjelaskan, awalnya, penelitian dilakukan bersama mahasiswa FK UISU pada 2016. Lalu setelah tim peneliti mengumpulkan sampel darah dan melakukan deteksi, ternyata ditemukan indikasi penyakit malaria ovale pada salah seorang pasien. Namun sebelum di publis, Umar Zein mengaku, butuh waktu yang panjang untuk memastikan identifikasi dari sampel tersebut. Setelah mendapat konfirmasi ke bagian Parasitologi FK Universitas Brawijaya, baru kemudian temuan itu pada 2017 di publikasikan melalui tulisan internasional."Penelitian akan kita lanjutkan lagi untuk mengetahui sejauh mana penyebaran penyakit itu di Langkat," jelasnya.
 
Disinggung apakah pasien pernah mengunjungi dua wilayah endemis lainnya sehingga terkena gigitan, Umar Zein menegaskan bahwasanya pasien merupakan penduduk asli Langkat dan belum pernah meninggalkan kampung halamannya."Jadi tidak mungkin tertular. Penanganan malaria jenis ini sama dengan malaria lain, namun ovale ini bisa berulang dan kambuh lagi suatu saat," terangnya.
 
Malaria ovale, sambungnya, umumnya lebih ringan tetapi bisa bertahan lama dan berulang-ulang muncul. Jika satu orang terinfeksi, bisa saja dua tahun kemudian kambuh lagi meskipun tidak mendapatkan gigitan nyamuk yang merupakan vektornya. Umar Zein menambahkan, malaria ovale ditandai dengan demam muncul setiap empat hari. Namun, pembagian diagnosis berdasarkan gambaran demam sudah tidak relevan secara klinis karena diagnosis malaria harus berdasarkan hasli pemeriksaan mikroskopis dan bila perlu diperkuat pemeriksaan molekuler.
 
Sementara itu, Rektor UISU, Prof Dr Ir Mhd Asaad MSi mengapresiasi penemuan endemis terbaru untuk penyakit tropius tersebut dan segera ditindaklanjuti oleh tim peneliti. Menurutnya, hasil penelitian ini bisa mempercepat FK UISU mencapai akreditas B. Ia berharap dengan banyaknya dosen yang melakukan hal sama dapat menjadikan kampusnya menjadi research university."Saya harap semangat meneliti bisa menular ke dosen-dosen lain. Semoga sebelum 2042, kita bisa menjadi research university," harapnya.
 
Dekan FK UISU dr Abdul Harris Pane SpOG menambahkan, saat ini penemuan malaria ovale di Langkat masih temuan awal, ke depannya pihaknya akan membentuk tim. Ia berharap FK UISU menjadi pusat penelitian penyakit tropis di wilayah barat."Kalau untuk daerah timur ada Universitas Udayana dan Univesitas Brawijaya. Karenanya kita ingin mengembangkan FK UISU seiring dengan tujuan menjadi research university," pungkasnya. (BS07)
T#g:FK UISUkampusKedokteranmalariaMalaria OvalepenelitianSumatera Utara
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Ini Rencana Program Studi Baru yang Akan Dibuka di Unimed

    Beritasumut.com-Fakultas Ekonomi (FE) Unversitas Negeri Medan (Unimed) mengundang puluhan praktisi dan dunia industri dalam rangka menuntaskan kuri

  • 4 minggu lalu

    Tingkatkan Pembangunan dan Pendidikan, Komisi A DPRD Labura Kunjungi Unimed

    Beritasumut.com-Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat dan Daerah (DPRD) Labuhan Batu Utara (Labura) dan jajarannya berkunjung ke Universitas Negeri Meda

  • satu bulan lalu

    Perkuat Mutu Pendidikan, Pj Bupati Pakpak Barat Audiensi ke Unimed

    Beritasumut.com-Guna memperkuat mutu pendidikan di Kabupaten Pakpak Bharat, Pj Bupati Pakpak Barat Dr H Asran Nasution MA bersama rombongan SKPD me

  • satu bulan lalu

    Milad UISU ke-68 Gelar Rapat Senat Terbuka, Kampus Butuh Lahan Baru Seluas 20 Hektar

    Beritasumut.com-Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) membutuhkan lahan seluas 20 hektar lahan untuk pengembangan kampus. Lahan yang ada selama i

  • 2 bulan lalu

    Inilah 6 Hal Penting Menurut Rektor Kenapa Unimed Harus Mempertahankan Akreditasi A

    Beritasumut.com-Pada tahun 2021 mendatang, Universitas Negeri Medan (Unimed) akan kembali direakreditasi oleh BAN-PT, berbagai persiapan mulai

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.