Kamis, 14 November 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Ranitidin Tablet Tercemar NDMA, BPOM Pastikan Tarik Produk dari Pasar

Ranitidin Tablet Tercemar NDMA, BPOM Pastikan Tarik Produk dari Pasar

Kamis, 17 Oktober 2019 22:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Ranitidine
Beritasumut.com-Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) memastikan turut melakukan penarikan terhadap produk tablet ranitidin, menyusul penarikan yang dilakukan terhadap produk cair dan injeksinya.
 
Plt Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan, Fajar yang dikonfirmasi mengatakan, penarikan ini dilakukan karena pada kemasan tablet ranitidin juga tercemar oleh N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang dikaitkan dengan risiko penyakit kanker. "Sekarang (penarikan) sudah berkembang ke yang tablet. Ini kan kami  terus melakukan uji laboratorium terhadap produk ranitidin. Jadi jika ditemukan cemaran NDMA, maka kami langsung surati ke industri supaya dihentikan produksi dan ditarik produknya," ungkapnya kepada wartawan, Kamis (17/10/2019).
 
Fajar menjelaskan, pasca instruksi penarikan ranitidin pertama, BPOM terus melakukan uji laboratorium. Bahkan pengujian terhadap produk ranitidin ini, kata dia, hingga kini masih dilakukan. "Jadi mungkin nanti akan ada rilis terbaru lagi, bila ada temuan cemaran NDMA lainnya," jelasnya.
 
Sementara itu, Fajar mengatakan, dalam instruksi penarikan ini, BPOM memberikan waktu penarikan sampai 80 hari pasca instruksi penarikan awal dikeluarkan. Dalam waktu tersebut, maka industri beserta distributornya harus melakukan penarikan, sampai tuntas. "Setelah itu mereka kan akan melaporkannya ke kita. Disitu nanti baru kita verifikasi hasilnya di lapangan," terangnya.
 
Kendati begitu, Fajar menegaskan, kalau jangka waktunya sudah lewat, namun ternyata masih ada ditemukan yang menjual atau ranitidin masih beredar, maka tentunya akan ada sanksi. Tapi, Fajar menyebutkan, bentuk sanksinya sejauh ini masih belum diinstruksikan oleh BPOM RI. "Tapi yang pasti, kawan-kawan Apoteker dan Dokter sudah di informasikan supaya memberikan obat pengganti sesuai diagnosanya," pungkasnya.
 
Sementara itu, dalam lampiran klarifikasinya, BPOM menyampaikan, adapun jenis tablet ranitidin yang dilakukan penarikan ialah, Ranitidine HCl tablet salut selaput 150 mg produksi PT Pharos Indonesia, Conranin tablet salut selaput 150 mg produksi PT Armoxindo Farma, Radin tablet salut selaput 150 mg dan Ranitidine HCl tablet salut 150 mg produksi PT Dexa Medica. (BS04)
T#g:BPOM MedanObat RanitidinRanitidine DitarikTercemar NDMA
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    BPOM Tarik Peredaran Obat Lambung Merk Ranitidin

    Beritasumut.com-Izin edar Obat maag dengan merk Ranitidin ditarik oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI. Instruksi untuk melakukan penar

  • 8 bulan lalu

    Jaga Kesehatan Sajian Makanan, BPOM Medan Gelar Pembinaan Fasilitator Desa dan Usaha Kecil di Tobasa

    Beritasumut.com-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Medan menggelar pembinaan fasilitator desa dan usaha kecil di Wilayah Kabupaten Toba Samosir

  • 2 tahun lalu

    Obat Tradisional Herbal Senilai Rp 2,5 Miliar dari Malaysia Diamankan BBPOM Medan

    Beritasumut.com-Ribuan produk obat tradisional herbal mengandung bahan kimia obat (BKO) tanpa izin edar senilai Rp 2,5 miliar disita Balai Besar Pe

  • 2 tahun lalu

    Peneliti: Cacing di Ikan Kaleng Tak Terlalu Berpengaruh Bagi Kesehatan

    Beritasumut.com-Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menyatakan, jika tiga produk ikan makarel kaleng merek IO, Farmer Jack dan HOKI m

  • 2 tahun lalu

    4.100 Ikan Kaleng Mengandung Cacing Beredar di Sumut, BBPOM Lakukan Penarikan

    Beritasumut.com-Hasil uji laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menyatakan, jika tiga produk ikan makarel kaleng, yaitu me

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.