Kesehatan

Penting Buat Orangtua, Anak Anda Lambat Bicara, Mungkin Gadget Adalah Penyebabnya


Penting Buat Orangtua, Anak Anda Lambat Bicara, Mungkin Gadget Adalah Penyebabnya
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Dokter spesialis anak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik dr Rita Evalina Rusli MKed (Ped) SpA(K) mengatakan, memainkan gadget berisiko menyebabkan anak lambat bicara (speech delay). Sebab, saat bermain gadget, anak hanya fokus pada monitor, dan tidak ada interaksi. Sehingga tidak ada pertanyaan dan diskusi dua arah.
 
"Bicara adalah proses belajar seperti berinteraksi dan berkomunikasi dua arah. Banyak orangtua yang memberikan anak mereka gadget sejak dini. Padahal, untuk anak usia di bawah dua tahun, gadget tak ada gunanya," ungkap dr Rita kepada wartawan, Rabu (15/11/2017).
 
Idealnya, jelas Rita, anak usia dua tahun  setidaknya sudah mempunyai 100 kosakata. Hal ini karena proses perkembangan bagian otak yang berperan pada fungsi bicara adalah sampai usia 36 bulan dan tercepat di usia 18-24 bulan.Tetapi bila ada penyebab keterlambatan bicara karena kondisi keterlambatan kematangan otak, intervensi bisa ditunggu sampai usia 18 bulan.
 
Namun bila ada gangguan lain, tidak bisa ditunggu dan harus segera ditangani."Pada usia balita, jangan biarkan anak asyik sendiri dengan gadget. Gunakanlah seperti layaknya buku. Orangtua mendampingi anak bermain gadget sambil bercerita atau menjelaskan mengenai gambar yang ada di layar. Berinteraksilah bersama anak," jelasnya.
 
Guna mencegah pengaruh negatif gadget, Rita mengimbau agar orangtua menentukan durasi pemakaian gadget yang konsisten. Pastikan penggunaan gadget tidak mengganggu waktu tidur, waktu bermain atau beraktivitas fisik dan kegiatan lainnya yang penting untuk kesehatan.
 
Rita menyebutkan, bicara melibatkan beberapa faktor, seperti pendengaran, penglihatan dan perabaan baik serta alat ucap yang baik yaitu bibir, lidah, langit-langit dan susunan saraf pusat yang baik. Perkembangan bicara anak terbagi dalam beberapa tahapan. Pada usia 1-6 bulan anak bisa merespon dengan suara namun tidak bermakna. Lalu, usia 6-9 bulan sudah mulai mengoceh (bubbling). Usia 10-12 bulan sudah bisa mengucapkan dua hingga tiga kata seperti mama, papa atau tata. Pada 13-15 bulan, semakin meningkat empat hingga tujuh kata dan kurang dari 20 persen dimengerti oleh orang yang mendengarkannya.
 
Kemudian, pada usia 16-18 bulan sudah bisa mengucapkan 10 kata dan dalam bentuk kalimat. Sebanyak 20 hingga 50 persen dapat dimengerti oleh orang yang mendengarkan. Usia 19-21 bulan bisa berbicara 20 kata dan 50 persen dapat dimengerti. Lalu, usia 22-24 bulan sudah lebih banyak mencapai 50 hingga 100 kata dan 60-70 persen dapat dimengerti.
 
"Keterlambatan bicara akan berisiko terjadinya kesulitan belajar, membaca, menulis dan pencapaian akademis yang kurang secara menyeluruh. Jika sudah terjadi speech delay, Untuk tatalaksana perlu kita ketahui dulu penyebab pastinya. Karena ada banyak faktor penyebab dan juga terapi yang dilakukan berbeda-beda," ungkapnya.
 
Speech delay, tambahnya, adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Ia menyebutkan, belum ada angka nasional untuk masalah ini. Namun, Di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, pada 2006 sebanyak 10,13 anak mengalami keterlambatan bicara."Tetapi bukan sama sekali anak tidak boleh pegang gadget, karena ada juga peran edukasi yang bisa kita ambil dari gadget jika menggunakannya sesuai aturan," pungkasnya.(BS07)

Tag:gadget