Minggu, 08 Desember 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Peneliti: Cacing di Ikan Kaleng Tak Terlalu Berpengaruh Bagi Kesehatan

Peneliti: Cacing di Ikan Kaleng Tak Terlalu Berpengaruh Bagi Kesehatan

Selasa, 27 Maret 2018 20:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menyatakan, jika tiga produk ikan makarel kaleng merek IO, Farmer Jack dan HOKI mengandung parasit cacing Anisakis di dalamnya. Karenanya, BPOM langsung melakukan penarikan peredarannya dari pasaran supaya tidak dikonsumsi oleh masyarakat.
 
Namun, peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) DR Dr Umar Zein DTM&H SpPD KPTI, yang disinggung mengenai hal tersebut mengatakan, jika sebenarnya bila dikonsumsi, cacing tersebut tidak akan berpengaruh apa-apa bagi kesehatan. Apalagi sebut dia, bila ikan yang ada dalam kaleng itu sebelum dikonsumsi telah dimasak terlebih dahulu. "Cacing Anisakis itu memang parasit yang terdapat pada ikan. Tapi kalaupun seandainya sudah terlanjur dikonsumsi, hal itu tidak berdampak bagi kesehatan. Apalagi bila sudah dimasak," ungkapnya, Selasa (27/03/2018).
 
Namun, sambung Umar Zein, dari segi estetika (tampilan), keberadaan cacing dalam ikan kaleng memang tidak baik untuk dipandang. Oleh karena itu, menurut dia, upaya yang dilakukan BPOM untuk melakukan penarikan pada ketiga produk itu dari pasaran sudah merupakan langkah yang tepat. "Paling, bila terlanjur dikonsumsi akan dapat berdampak pada alergi. Namun yang perlu di ingat, semua jenis ikan sebetulnya bisa membuat alergi pada seseorang," jelasnya.
 
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan Yulius Sacramento Tarigan mengatakan, meskipun infektor cacing yang terdapat dalam ketiga produk ikan kaleng asal Tiongkok itu sudah mati tapi tetap tercemari oleh zat pengotor dari jasad cacing tersebut. Sehingga, sambung dia, hal itu akan bersifat sebagai toksin (racun) bila terkonsumsi oleh masyarakat. "Selain itu, secara psikologispun akan menimbulkan rasa jijik. Jadi sudah pasti, hal ini akan merugikan konsumen," terangnya.
 
Saat ini, tutur Sacramento, BBPOM di Medan telah menemukan satu dari tiga merek ikan makarel kaleng, yakni merek HOKI yang mengandung cacing tersebut beredar di Sumatera Utara. Dari gudang distributor di Deli Serdang, kata dia terdapat sebanyak 4.100 kaleng, dan dari Rantau Prapat sebanyak 23 kaleng. "Tambahan dari Rantau Prapat ada 23 kaleng yang ditarik dan sudah sampai di gudang untuk diamankan sembari menunggu tindakan pemusnahan," tandasnya. (BS09)
T#g:BBPOM MedanBPOM RIIkan SardenMakarel bercacingSarden BercacingSarden MakarelUmar ZeinYulius Sacramento
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 tahun lalu

    Obat Tradisional Herbal Senilai Rp 2,5 Miliar dari Malaysia Diamankan BBPOM Medan

    Beritasumut.com-Ribuan produk obat tradisional herbal mengandung bahan kimia obat (BKO) tanpa izin edar senilai Rp 2,5 miliar disita Balai Besar Pe

  • 2 tahun lalu

    4.100 Ikan Kaleng Mengandung Cacing Beredar di Sumut, BBPOM Lakukan Penarikan

    Beritasumut.com-Hasil uji laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menyatakan, jika tiga produk ikan makarel kaleng, yaitu me

  • 2 tahun lalu

    Temuan Zat Mikroplastik di Air Kemasan, BBPOM Akan Kaji Ulang

    Beritasumut.com-Sebuah penelitian pada air kemasan mengandung mikroplastik baru-baru ini telah dilakukan oleh ilmuwan yang berbasis di State Univer

  • 2 tahun lalu

    Ikan Sarden IO, Farmer Jack, dan HOKI Positif Mengandung Cacing

    Beritasumut.com-Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan, Yulius Sacramento Tarigan mengaku, bahwa pihaknya tengah melakukan

  • 2 tahun lalu

    Sejumlah Obat Palsu Beredar di Sumut, Salah Satunya Pil KB, Apotek Diminta Peroleh Obat dari Sumber Resmi

    Beritasumut.com-Semua apotek di Sumatera Utara (Sumut) diminta agar selalu memperoleh jenis obat apapun hanya dari sumber yang resmi. Pasalnya, saa

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.