Minggu, 18 Agustus 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Pemilu 2019, Kemenkes Soroti Prediksi Caleg Stres Karena Gagal Terpilih

Pemilu 2019, Kemenkes Soroti Prediksi Caleg Stres Karena Gagal Terpilih

Rabu, 17 April 2019 12:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Stres pasca Pemilu bisa saja terjadi pada calon legislatif (Caleg) yang gagal meraup suara terbanyak. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Kementerian Kesehatan RI, dr Fidiansjah mengatakan hal tersebut akan menjadi perhatian Kemenkes. Dia menjelaskan penyebab stress yang terjadi pada setiap individu tidak bisa diprediksi. Yang jelas, begitu daya tahannya rapuh, konsep dalam diri seseorang terjadi suatu gejolak antara cita-cita dan harapan, lalu realitas tak terpenuhi.
 
"Orang-orang yang rapuh menghadapi antara realitas dengan kenyataan bukan hanya pada pemilu. Tapi terjadi di semua kondisi. Untuk itu, prinsipnya di dalam penyeleksian pasti mengalami kemenangan atau kegagalan. Maka kesiapan menerima kenyataan karena tidak sesuai yang diharapan harus bisa menerima. Prinsip pertamanya itu siap kalah dan menang," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Kementerian Kesehatan RI, dr Fidiansjah, dilansir dari Depkes.go.id, Rabu (17/04/2019).
 
Ketika Caleg mengatakan proses ingin menjadi calon, sambung dr Fidi, itu ada surat keterangan kesehatan termasuk kejiwaan. Terjadinya stress pasca pemilu dianggapnya sebagai sebuah kejadian yang tidak biasa atau dianalogikan seperti bencana alam yang tidak dapat diprediksi. Artinya, kejadian tidak lazim termasuk stress pasca Pemilu sama dengan stress pasca bencana. Bencana itu tidak ada yang menduga, hal sama juga pada Pemilu. "Ini sebuah situasi yang diketahui banyak pihak sebagai sesuatu seperti kejadian yang tidak biasa atau bencana. Proses ini (Pemilu) adalah proses persaingan dan gangguan jiwa itu bisa terjadi dari ringan sampai tingkat berat," lanjutnya.
 
Berapa banyak jumlah Caleg yang akan mengalami stress, dr Fidi mengaku tidak bisa diprediksi. Namun, sektor kesehatan tetap siaga untuk melayani masalah-masalah yang berhubungan dengan kejiwaan pasca Pemilu serentak ini. Semua rumah sakit sudah diberikan arahan untuk betul-betul menyiapkan, bahkan mencoba untuk melakukan pengumpulan data berkaitan dengan gangguan jiwa. "Ini situasi yang saya katakan pada dasaranya rumah sakit, seperti Rumah Sakit Jiwa, siap dengan kejadian yang tidak biasa ini. Tapi, langsung melakukan sebuah penyesuaian, misalnya rumah sakit umum, Puskesmas, semuanya diberdayakan," tutup dr Fidi. (BS02)
T#g:Caleg StressGagal CalegKemenkes RIPemilu 2019
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    BKN Hitung Rekapitulasi Data Pelanggaran Netralitas ASN Saat Pemilu 2019 Lalu

    Beritasumut.com-Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah mendata bahwa 99,5% pelanggar netralitas ASN berstatus pegawai instansi daerah yang meliputi P

  • satu bulan lalu

    Presiden Jokowi: Pilpres Sudah Selesai, Mari Kita Berangkulan Kembali

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, masalah Pemilihan Presiden (Pilpres) pada bulan April lalu telah selesai setelah keputusa

  • 2 bulan lalu

    KPU Tetapkan Jokowi dan Maruf Amin Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI

    Beritasumut.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menetapkan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 01 (Paslon 01), Joko Widodo (Jok

  • 2 bulan lalu

    Menko Polhukam : Aparat Keamanan Terus Siaga Jaga Persidangan Gugatan Pemilu di MK

    Beritasumut.com-Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), Wiranto, menegaskan jika aparat keamanan, baik kepolisia

  • 3 bulan lalu

    Panglima TNI Dukung Penuh Polri Jaga Keamanan Negara

    Beritasumut.com-Pasca pengumuman hasil pemilihan Presiden tahun 2019 yang telah diumumkan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.