Minggu, 22 September 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Ombudsman Sumut: Regulasi Tentang Wanita Hamil Tunaikan Ibadah Haji Perlu Direvisi

Ombudsman Sumut: Regulasi Tentang Wanita Hamil Tunaikan Ibadah Haji Perlu Direvisi

Rabu, 01 Agustus 2018 21:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Meski telah diatur dalam Keputusan Bersama Dua Menteri, namun calon haji wanita hamil masih tetap dipersoalkan. Setidaknya, ini terungkap dalam monitoring penyelenggaraan layanan haji Ombudsman RI Perwakilan Sumut di Asrama Haji Pangkalan Masyhur Medan, Rabu (01/08/2018). Dalam monitoring layanan haji tersebut, tim Ombudsman berbincang dengan tim dokter penerbangan (flight surgeon) dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji.
 
Monitoring layanan haji tersebut dipimpin langsung Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar, bersama asisten Ganda Yoga Pangestu dan Ainul Mardiyah.  Menurut Abyadi, bila mengacu pada disiplin ilmu kedokteran penerbangan, ternyata perempuan dalam kondisi hamil tidak boleh melakukan penerbangan. Berapapun usia kehamilannya, sama sekali tidak boleh terbang. Karena ketika seseorang dalam pesawat, secara otomatis akan kekurangan oksigen. Bila wanita hamil kekurangan oksigen, akan menyebabkan pelebaran jalur persalinan. Kalau ini terjadi, maka akan rentan akan terjadinya keguguran. Apalagi memang jarak tempuh penerbangan itu cukup lama. Lama penerbangan dari Kualanamu ke King Abdul Azis, Arab Saudi itu bisa sampai 8-9 jam.
 
Karena itulah, menurut Ombudsman Sumut, secara ilmu kedokteran penerbangan, tidak akan pernah merekomendasikan wanita hamil untuk melakukan penerbangan karena akan berpotensi mengakibatkan keguguran. Bila sudah keguguran, secara otomatis akan memasuki masa nifas. Sehingga, dalam kondisi nifas tidak bisa menjalankan ibadah. Namun, para dokter penerbangan yang bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan para jamaah haji akan sangat dilema. Karena dari disiplin ilmu yang mereka pahami, sebetulnya tidak merekomendasikan wanita hamil untuk melakukan penerbangan yang jarak tempuhnya jauh dan lama. Tapi masalahnya, dalam regulasi di Indonesia, masih membenarkan wanita hamil untuk naik haji yang harus melakukan penerbangan yang sangat lama.
 
Dalam Keputusan Bersama Dua Menteri, yakni Menteri Gama (Menag) dan Menteri Kesehatan (Menkes) Nomor 458 tahun 2000 dan Nomor: 1652.A/MENKES-KESOS/SKB/XI/2000 tentang Calon Haji Wanita Hamil untuk Melaksanakan Ibadah Haji, masih membenarkan wanita hamil untuk melakukan penerbangan yang penerbangannya cukup lama. Lebih rinci, aturan itu menyebutkan calon haji wanita hamil yang diijinkan untuk menunaikan ibadah haji harus memenuhi persyaratan pada saat berangkat dari embarkasi usia kehamilan mencapai sekurang-kurangnya 14 minggu dan sebanyak-banyaknya 26 minggu. “Artinya, dari segi regulasi membenarkan. Sedang dari aspek disiplin ilmu, tidak dibenarkan. Inilah yang membuat dilema bagi para dokter penerbangan yang bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan para calon jamaah haji,” kata Abyadi Siregar.
 
Sehubungan dengan itu, Abyadi Siregar menilai, perlu melakukan revisi atas regulasi yang mengatur wanita hamil melakukan penerbangan dalam menundaikan ibadah haji. “Kita berharap, dalam melakukan revisi regulasi tersebut, dilibatkan para dokter penerbangan. Dengan demikian, dapat menghasilkan aturan yang bisa menyelamatkan kehamilan wanita,” pungkas Abyadi Siregar. (BS03)
T#g:Asrama HajiEmbarkasi MedanHajiLayanan hajiOmbudsman SumutRevisi RegulasiWanita Hamil
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 15 jam lalu

    Wakil Wali Kota: IPHI Medan Sarana Pererat Ukhuwah Islamiyah

    Beritasumut.com-Pemko Medan mengapresiasi silaturahmi yang digelar Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Medan, dalam rangka HUT IPHI ke-2

  • 5 hari lalu

    Walikota Medan Hadiri Syukuran dan Penyambutan Jemaah Haji Yang Telah Kembali

    Beritasumut.com-Sebagai ungkapan rasa syukur karena seluruh jemaah haji asal Kota Medan telah seluruhnya kembali, usai menunaikan Rukun Islam kelim

  • 7 hari lalu

    Biaya Visa Progressif Umrah dan Haji Dikurangi

    Beritasumut.com-Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan baru terkait biaya visa progressif. Konsul Haji Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI di Jedda

  • satu minggu lalu

    PPIH Canangkan Peningkatan Program Bimbingan Ibadah dan Pertahankan Sistem Zonasi di Tahun 2020

    Beritasumut.com-Penyelenggaraan ibadah haji 1440H/2019M mendekati fase akhir. Penanggung Jawab Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Nizar Ali m

  • 2 minggu lalu

    Fase Akhir Penyelenggaraan Haji 1440H, Kloter Terakhir Pulang 15 September 2019

    Beritasumut.com-Penyelenggaraan ibadah haji 1440H/2019M sudah mendekati fase akhir. Kelompok terbang (kloter) terakhir akan pulang dari Madinah men

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.