Kamis, 24 Oktober 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Masyarakat Medan Diminta Tak Panik Terkait Adanya Kasus Suspect Difteri

Masyarakat Medan Diminta Tak Panik Terkait Adanya Kasus Suspect Difteri

Jumat, 04 Oktober 2019 16:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS09
Beritasumut.com-Masyarakat di Kota Medan diminta untuk tidak panik terkait adanya sejumlah kasus suspect difteri. Hal tersebut ditegaskan Tim KLB (Kejadian Luar Biasa) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, dr Restuti Hidayani Saragih SpPD. 
 
"Tapi jangan juga malah bersantai dan  menganggap tidak perlu imunisasi. Hal itu tentu salah juga," ujar dr Restuti kepada wartawan di RSUP Haji Adam Malik, Jumat (04/10/2019).
 
Lebih jauh dr Restuti mengatakan, start awal dari penyakit tersebut penularannya terhitung sejak H-10 sebelum timbulnya gejala berupa demam dan nyeri saat menelan. 
 
"Misalnya pasien pada tanggal 20 telah merasakan gejalanya, maka pasien akan terakhir sehat pada tanggal 19, kemudian dikurangi 10 hari menjadi tanggal 9 sebagai start awal penularannya tersebut. Sehingga pada H+2, atau tanggal 22 pasien akan ke ruang isolasi infeksi karena suspect difteri, lalu diberi ADS dan antibiotik," katanya mencontohkan.
 
dr Restuti melanjutkan, pada H+2 ini juga, maka akan dicari siapa saja yang melakukan kontak erat sejak tanggal 9 hingga 24 dengan pasien suspect difteri melalui suveilens. Langkah ini, terang dia, akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan di bantu tim dari RSUP Haji Adam Malik. "Contoh, dokter dan perawat juga melakukan kontak erat. Apakah kita panik?, kan tidak. Karena kita sudah dan terus mendapatkan penatalaksanaan yakni vaksinasi, terapi pencegahan, dan sebagian diperiksa juga swabnya," jelasnya.
 
Pemeriksaan dilakukan untuk melihat apakah yang mengalami kontak erat dengan pasien suspect difteri ada carriernya (pembawa bakteri). Sehingga bila kondisinya sehat dan tidak ada gejala, namun karena hasil swabnya positif maka dapat turut serta menularkannya."Itulah sebabnya semua yang mengalami kontak erat harus makan obat dan di vaksin. Karena ini tanggung jawab pemerintah," terangnya.
 
Sejauh ini, kata dr Restuti, RSUP Haji Adam Malik tinggal merawat tiga pasien lagi yang suspect difteri. Ketiganya yakni DE (3) dan RR (5) asal Medan, serta RH (3) asal Nias.Sedangkan untuk dua mahasiswi FK USU Asal Malaysia, yaitu LH (21) dan U (21), pada Kamis (03/10/2019) sore kemarin sudah menyusul dipulangkan. Keduanya selanjutnya akan melakukan pulang berobat jalan (PBJ).
 
Untuk pasien yang sudah diperbolehkan pulang akan tetap diberi antibiotik terhitung 14 hari sejak hari pertama antibiotik diberikan diruang isolasi. Selama masa itu pasien harus terus di rumah dan mengurangi kontak dengan orang lain, sampai dengan selesai antibiotiknya. "Pemantauan akan tetap dilakukan oleh Dinas Kesehatan. (Dalam kasus difteri) kordinasinya akan sampai ke Kemenkes hingga WHO," ungkapnya.
 
dr Restuti menambahkan, menegaskan, diperbolehkannya pulang pasien suspect difteri sudah sesuai dengan pedoman Kemenkes RI 2018 tentang surveilans dan Penanggulangan difteri. Disitu kata dia jelas tertulis, dari sekian banyak kriteria pemulangan kasus, apabila pasien sudah dinilai membaik oleh dokter yang bersangkutan."Artinya demam dan nyeri menelan sudah tidak ada, pseudomembran sudah hilang atau sangat mengecil, maka pasien sudah diperbolehkan pulang untuk beristirahat jadi tidak menunggu hasil kultur laboratorium," tutupnya.(BS09)
 
T#g:DifteriPenyakitPenyakit DifteriRSUP H Adam MalikSakit
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Penyebab Kebutaan Terbesar di Indonesia, Salah Satunya di Sumut

    Beritasumut.com-Hasil Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2014-2016 oleh Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia

  • 2 minggu lalu

    Walikota Medan Apresiasi dan Bangga RSUD Dr Pirngadi Kembali Raih Sertifikasi Akreditasi Paripurna

    Beritasumut.com-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan kembali meraih Sertifikat akreditasi paripurna Standar Nasional Akreditasi Rumah S

  • 2 minggu lalu

    RSUP Adam Malik Pulangkan 2 Pasien Suspect Difteri

    Beritasumut.com-Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik mengaku kembali memulangkan 2 pasien suspect difteri yang mereka rawat. Keduanya pasi

  • 3 minggu lalu

    Kemenkes Luncurkan Aplikasi Satu Data Kesehatan dan Tanda Tangan Digital

    Beritasumut.com-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meluncurkan Aplikasi Satu Data Kesehatan dan Tanda Tangan Digital. Dua inovasi tersebut diinisi

  • 4 minggu lalu

    Transisi Pola Hidup Sebabkan Peningkatan Kasus Penyakit Jantung

    Beritasumut.com-Berdasarkan data Sample Registration System (SRS) 2014, penyakit jantung menduduki peringkat kedua tertinggi setelah stroke untuk t

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.