Sabtu, 18 Januari 2020
  • Home
  • Kesehatan
  • Komisi B DPRD Medan Persoalkan Kelayakan Vaksin Measles Rubella

Komisi B DPRD Medan Persoalkan Kelayakan Vaksin Measles Rubella

Kamis, 06 September 2018 21:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS07
Rajuddin Sagala
Beritasumut.com-Komisi B DPRD Medan menyoalkan kelayakan vaksin campak-rubella alias vaksin Measles Rubella (MR) karena mengandung babi.Permasalahan ini diungkapkan Ketua Komisi B DPRD Medan, Rajuddin Sagala dalam Rapat Dengar Pendapat  (RDP) dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumut dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan di DPRD Medan, Kamis (06/09/2018).
 
"Apakah sudah diuji kelayakan kesehatan vaksin MR ini? Jika memang ada, kenapa masih ada juga korban yang mengalami sakit bahkan cacat setelah divaksin?"tanya Rajuddin yang didampingi Jumadi, anggota Komisi B.
 
Dinkes Medan yang diwakili dr Mimi mengatakan, untuk kasus ini yang bertanggung jawab adalah pemerintah. "Jika ada BPJS Kesehatan, pakai BPJS. Jika tidak ada akan ditangani oleh Puskesmas dan jika rujukan rumah sakit, untuk Kota Medan rumah sakit rujukan di RS USU dan RSU dr Pirngadi Medan,"sebut dr Mimi.
 
"Apa tujuan pemberian vaksin ini, padahal sudah ada korban yang jatuh. Vaksin ini juga disebutkan mengandung babi yang bagi umat muslim haram. Ada pula surat edaran yang mewajibkan anak-anak sekolah wajib disuntik. Ini kan bermasalah," sambung Jumadi.
 
Pada kesempatan itu, Jumadi yang merupakan Ketua Fraksi PKS DPRD Medan ini meminta edaran menkes soal sekolah mewajikan siswa melakukan vaksin rubella. Sayangnya pihak dinkes mengaku tak membawa surat edaran tersebut.
 
Dr Mimi memaparkan, vaksin rubella tetap diberlakukan lantaran menghindari dampak kematian akibat penyakit campak maupun rubella."Penyakit campak (measels) dan rubella bila sudah terkena anak-anak akan mematikan. Menggunakan vaksin adalah satu-satunya cara untuk menghindari kedua penyakit tersebut. Ini juga berpengaruh pada janin. Dampak dari ibu hamil yang tidak vaksin, bayi yang lahir akan cacat dengan ketulian, kebutaan, jantung yang bocor,” terang dr Mimi seraya menyebutkan vaksin MR ini berasal dari India.
 
Pihak BBPOM menambahkan, MUI sebelumnya menyatakan vaksin rubella dalam syariat Islam hukumnya mubah. Namun belakangan MUI memfatwakan haram karena mengandung babi. "Tapi itu kan fatwa MUI, kalau dari BBPOM vaksin ini dinyatakan aman sesuai standar WHO dan memiliki izin edar," kata perwakilan BBPOM.
 
Di akhir rapat, Komisi B merekomendasikan agar Dinkes lebih giat sosialisasi dan kepastian halal vaksin harus dijelaskan. "Selain itu, kita minta jangan diwajibkan pemberian vaksin MR ini. Bagi yang mau saja silahkan divaksin, jangan ada paksaan,"tukasnya. (BS07)
 
T#g:Komisi B DPRD MedanVaksinVaksin Measles Rubella
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 5 bulan lalu

    Prajurit TNI dan PNS Kodim 0826/Pamekasan Terima Pelayanan Vaksin Hepatitis B

    Beritasumut.com-Hepatitis merupakan salah satu penyakit yang dinilai berbahaya. Pasalnya, selain mampu menghancurkan sel darah merah, hepatitis din

  • tahun lalu

    Meski Ada Kontroversi, Pemkab Deliserdang Tetap Berikan Vaksin MR

    Beritasumut.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang tetap memberikan  vaksin campak ataupun Rubella (MR) terhadap anak-anak sekolah yang

  • 2 tahun lalu

    Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkab Pakpak Bharat Lakukan Vaksinasi Rabies

    Beritasumut.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, melakukan kegiatan Vaksinasi terhadap hew

  • 2 tahun lalu

    Vaksinasi Japanese Encephalitis Belum Ada di Sumut

    Beritasumut.com-Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) belum dapat memastikan jika Sumut bakal melakukan vaksinasi terhadap penya

  • 2 tahun lalu

    Satgaskes TNI Vaksinasi 13.336 Anak di 224 Kampung Kabupaten Asmat

    Beritasumut.com-Satuan Tugas Kesehatan (Satgaskes) TNI Kejadian Luar Biasa (KLB) sudah melaksanakan vaksinasi terhadap 13.336 anak-anak di 224 kamp

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.