Selasa, 17 September 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Kemiskinan Jadi Faktor Mendasar Gizi Buruk Masih Ada di Sumut

Kemiskinan Jadi Faktor Mendasar Gizi Buruk Masih Ada di Sumut

Jumat, 10 Februari 2017 22:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Kemiskinan di masyarakat.
Beritasumut.com-Kemiskinan merupakan faktor utama penyebab mengapa kasus gizi buruk masih ada di Sumatera Utara (Utara), bukan karena masalah kesehatan. Hal tersebut dikatakan Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut Agustama, Jumat (10/02/2017).
 
Agustama menjelaskan, faktor ekonomi masyarakat sangat berpengaruh pada kualitas asupan gizi mereka. Karena membuat keluarga berekonomi rendah, tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan makanannya secara optimal."Kalau kita bicara gizi buruk, ini tidak hanya menjadi tanggung jawab dan semata-mata masalah kesehatan. Tetapi kita harus tahu proses kenapa seseorang bisa menderita gizi buruk. Penyebab mendasarnya adalah kemiskinan," ujar Agustama.
 
Agustama juga menyebutkan, di Sumut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih rendah. IPM itu terdiri dari tiga aspek, yaitu ekonomi, kesehatan dan pendidikan.Jika dilihat secara jelas, sambung dia, kemiskinan memang menjadi faktor paling mendasar. Kemudian, kurangnya pengetahuan yang menyebabkan warga tidak mengetahui tentang cara hidup sehat."Kalau miskin, dia mungkin makan hanya satu dua kali sehari dan pasti adupan gizinya tidak terpenuhi. Nah, setelah sudah menderita gizi buruk baru menjadi tanggung jawab kesehatan," tuturnya.
 
Menurutnya, pemerintah dan masyarakat tidak bisa menyalahkan sepenuhnya masalah gizi buruk ke Dinas Kesehatan Kota Medan ataupun Sumut. Fenomena ini menjadi tanggung jawab berbagai pihak, seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan dan berbagai lembaga yang fokus pada peningkatan IPM."Sampai saat ini, belum ada laporan angka pasti gizi buruk se-Sumut," imbuhnya.
 
Selain itu, ia mengaku, Dinas Kesehatan Sumut tidak bisa mengintervensi setiap Dinas di kabupaten/kota untuk membuat upaya pencegahan atau penanganan gizi buruk karena bertentangan dengan otonomi daerah."Setelah ada masalah serius, bencana atau kejadian khusus baru bisa kita turun," jelasnya.
 
Meski begitu, pihaknya sangat mendukung jika dinas di kabupaten/kota mempunyai program penanganan dan antisipasi gizi buruk. Ia mengaku, Dinas di provinsi hanya sebagai pendorong dan fasilitator untuk penguatan."Ke depannya, daerah harus mampu mengimplementasikan program penanganan gizi buruk. Saya sangat mendukung jika Medan ingin membentuk tim buser gizi buruk, ini program yang bagus," pungkasnya. (BS03)
 
T#g:Dinkes MedanDinkes Sumutgizi burukKemiskinanPemerintah
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    RSUP Adam Malik Diharapkan Tetap Kedepankan Peningkatan Mutu Pelayanan

    Beritasumut.com-Walikota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S MSi MH mengharapkan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik tetap mengedepankan peningkata

  • satu minggu lalu

    Pemerintah Arab Saudi Turunkan Biaya Visa Progressif Umrah dan Haji, Kini Hanya 300 Riyal

    Beritasumut.com-Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan baru terkait biaya visa progressif. Konsul Haji Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI di Jedda

  • 2 minggu lalu

    Kurang Fleksibel, Presiden Jokowi Minta APHTN-HAN Pikirkan Penguatan Sistem Presidensial

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) untuk memikirka

  • 3 minggu lalu

    Pemko Medan Dukung Percepatan Pembangunan Daerah Provinsi Sumut

    Beritasumut.com-Wali Kota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kota Medan, Ir Khairul Syahnan meng

  • 4 minggu lalu

    Kadinkes Sumut Proyeksikan Eliminasi Kasus Stunting Hingga 0%

    Beritasumut.com-Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumatera Utara (Sumut) dr Alwi Mujahit Hasibuan menyampaikan, jika pihaknya akan mengambil langka

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.