Sabtu, 29 Februari 2020
  • Home
  • Kesehatan
  • Kemiskinan Jadi Faktor Mendasar Gizi Buruk Masih Ada di Sumut

Kemiskinan Jadi Faktor Mendasar Gizi Buruk Masih Ada di Sumut

Jumat, 10 Februari 2017 22:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Kemiskinan di masyarakat.
Beritasumut.com-Kemiskinan merupakan faktor utama penyebab mengapa kasus gizi buruk masih ada di Sumatera Utara (Utara), bukan karena masalah kesehatan. Hal tersebut dikatakan Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut Agustama, Jumat (10/02/2017).
 
Agustama menjelaskan, faktor ekonomi masyarakat sangat berpengaruh pada kualitas asupan gizi mereka. Karena membuat keluarga berekonomi rendah, tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan makanannya secara optimal."Kalau kita bicara gizi buruk, ini tidak hanya menjadi tanggung jawab dan semata-mata masalah kesehatan. Tetapi kita harus tahu proses kenapa seseorang bisa menderita gizi buruk. Penyebab mendasarnya adalah kemiskinan," ujar Agustama.
 
Agustama juga menyebutkan, di Sumut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih rendah. IPM itu terdiri dari tiga aspek, yaitu ekonomi, kesehatan dan pendidikan.Jika dilihat secara jelas, sambung dia, kemiskinan memang menjadi faktor paling mendasar. Kemudian, kurangnya pengetahuan yang menyebabkan warga tidak mengetahui tentang cara hidup sehat."Kalau miskin, dia mungkin makan hanya satu dua kali sehari dan pasti adupan gizinya tidak terpenuhi. Nah, setelah sudah menderita gizi buruk baru menjadi tanggung jawab kesehatan," tuturnya.
 
Menurutnya, pemerintah dan masyarakat tidak bisa menyalahkan sepenuhnya masalah gizi buruk ke Dinas Kesehatan Kota Medan ataupun Sumut. Fenomena ini menjadi tanggung jawab berbagai pihak, seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan dan berbagai lembaga yang fokus pada peningkatan IPM."Sampai saat ini, belum ada laporan angka pasti gizi buruk se-Sumut," imbuhnya.
 
Selain itu, ia mengaku, Dinas Kesehatan Sumut tidak bisa mengintervensi setiap Dinas di kabupaten/kota untuk membuat upaya pencegahan atau penanganan gizi buruk karena bertentangan dengan otonomi daerah."Setelah ada masalah serius, bencana atau kejadian khusus baru bisa kita turun," jelasnya.
 
Meski begitu, pihaknya sangat mendukung jika dinas di kabupaten/kota mempunyai program penanganan dan antisipasi gizi buruk. Ia mengaku, Dinas di provinsi hanya sebagai pendorong dan fasilitator untuk penguatan."Ke depannya, daerah harus mampu mengimplementasikan program penanganan gizi buruk. Saya sangat mendukung jika Medan ingin membentuk tim buser gizi buruk, ini program yang bagus," pungkasnya. (BS03)
 
T#g:Dinkes MedanDinkes Sumutgizi burukKemiskinanPemerintah
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Jadi Salah Satu Penyebab Kecelakaan, Pemerintah Akan Larang Angkutan Mobil Barang ODOL

    Beritasumut.com-Pemerintah menetapkan Pelarangan Angkutan Mobil Barang yang Over Dimension and Overload atau ODOL yang akan berlaku penuh mulai awa

  • 2 minggu lalu

    Peduli Balita Gizi Buruk, Polsek Tanjung Morawa bersama Forkopimka Berikan Bantuan

    Beritasumut.com-Prihatin dengan adanya warga yang anaknya mengalami gizi buruk. Kapolsek Tanjung Morawa AKP Ilham Harahap SH MH bersama dengan

  • 4 minggu lalu

    Bupati Labuhanbatu Serahkan Bantuan Penanggulangan Gizi Buruk/Kurang Gizi untuk 50 Orang Anak Balita

    Beritasumut.com-Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe ST MT didampingi Kadis Pangan H Syarifuddin Harahap SP dan Kadis Kesehatan H Kamal Ilh

  • satu bulan lalu

    Tinjau Pelayanan, Bupati Beri Perhatian Khusus Penderita Stunting di Nagori Siantar Estate

    Beritasumut.com-Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM memberikan perhatian khusus pada Azriel (26 bulan) penderita Stunting yang ditemui Bupati saa

  • satu bulan lalu

    Bupati Langkat Mengajak Keterlibatan Stakeholder Cegah Stunting

    Beritasumut.com-Bupati Langkat Terbit Rencana PA  mengajak keterlibatan semua pemangku kepentingan (Stakeholder ) di Kabupaten Langkat untuk b

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.