Kamis, 12 Desember 2019

Kemenkes dan KPPU Awasi Persaingan Industri Obat

Rabu, 15 Februari 2017 12:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Obat.
Beritasumut.com-Kementerian Kesehatan dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sepakat atur persaingan usaha di bidang kesehatan melalui MoU yang  ditandatangani Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dan Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf. Pengawasan persaingan industri obat perlu dilakukan agar tidak terjadi monopoli yang akan merugikan pasien.
 
Banyaknya industri di bidang kesehatan terutama industri kefarmasian memungkinkan adanya praktek monopoli. Pembangunan kesehatan masyarakat yang merupakan tujuan Kemenkes akan terhambat."Tentu kami di Kementerian Kesehatan melihat banyaknya kebutuhan akan obat diupayakan tidak terjadi monopoli. Artinya bersaing dengan sehat. Jadi kita betul-betul ada pengawasan dalam hal ini (persaingan usaha di bidang kesehatan)," kata Menkes seperti dilansir dari laman resmi depkes.go.id, (15/02/2017).
 
Sementara itu, Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf mengatakan konkret pengawasannya dilakukan dengan bekerjasama dengan Kemenkes untuk berkoordinasi dengan industri obat. Mendorong supaya harga obat perlahan-lahan turun sehingga terjangkau oleh masyarakat."Selama ini semuanya kerjasama antara KPPU dengan Kemenkes itu sudah sangat aktif," jelasnya.
 
Selain itu, pemberlakuan e-catalogue untuk penyediaan obat di rumah sakit akan jauh lebih transparan dan tidak ada lagi praktek monopoli obat. Dalam e-catalogue sudah tersedia daftar dan harga obat serta sudah diterapkan di seluruh rumah sakit di Indonesia. Syarat obat yang bisa masuk e-catalogue selain memperhitungkan jenis dan harga obat juga memperhitungkan produksinya. Lantas sekarang ini KPPU juga memperhitungkan produksi dari perusahaaan obat tersebut.
 
"Jadi tidak sekadar melihat harganya murah langsung masuk, tapi harus memperhitungkan juga ketersediaanya," pungkas Syarkawi.(BS02)
T#g:Industri ObatKPPUkemenkesObat
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 7 jam lalu

    Pekerja Migran Indonesia di Brunei Darussalam Ikuti Sosialisasi dan Edukasi Kesehatan

    Beritasumut.com-"Saya ingin semua WNI yang bekerja di Brunei Darussalam sehat semuanya dan bisa bekerja dengan baik. Jangan ada lagi WNI yang

  • 6 hari lalu

    Satgas Pamrahwan Maluku Yonif RK 136/TS Gelar Pengobatan Gratis

    Beritasumut.com-Satuan Tugas Operasi Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Ops Pamrahwan) Maluku Batalyon Infanteri Raider Khusus (Yonif RK) 136/Tuah Sak

  • 4 minggu lalu

    Perbaiki Regulasi dan Iklim Investasi, Pemerintah Akan Dorong Harga Obat Bisa Lebih Terjangkau

    Beritasumut.com-Pemerintah akan memperbaiki regulasi dan iklim investasi industri farmasi sehingga harga obat-obatan bisa dirasakan murah oleh masy

  • 2 bulan lalu

    Penderita Obesitas Terus Meningkat di Indonesia, Berikut Langkah Pencegahannya

    Beritasumut.com-Obesitas alias berat badan berlebih merupakan masalah yang mengancam kesehatan di seluruh dunia. Organisasi PBB, WHO mencatat pada

  • 2 bulan lalu

    Ranitidin Tablet Tercemar NDMA, BPOM Pastikan Tarik Produk dari Pasar

    Beritasumut.com-Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) memastikan turut melakukan penarikan terhadap produk tablet ranitidi

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.