Minggu, 17 November 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Kasus Penolakan Tiga Siswa SD Pengidap HIV di Samosir Dikecam YPI

Kasus Penolakan Tiga Siswa SD Pengidap HIV di Samosir Dikecam YPI

Selasa, 23 Oktober 2018 21:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) mengecam pelarangan bersekolah terhadap tiga orang anak pengindap HIV/AIDS di Desa Nainggolan, Kabupaten Samosir dengan alasan masyarakat takut anaknya tertular penyakit serupa. Bahkan ketiga anak yang masih berusia 12 tahun ke bawah itu juga terancam diusir dari kabupaten Samosir.
 
Untuk itu, Ketua Badan Pengurus YPI Zahrin Piliang meminta kepada Pemerintah Kabupaten Samosir untuk  tidak bersikap diskriminatif terhadap ketiga anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan khusus. "Ketiga anak tersebut tidak boleh diasingkan dari lingkungan masyarakat, melainkan harus bisa bergaul dengan bebas bersama anak seusia mereka," tegasnya, Selasa (23/10/2018).
 
Menurutnya, Pemerintah Samosir seharusnya memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, sebab HIV/AIDS tidak akan menular hanya karena bersentuhan. "Ini membuktikan bahwa masih banyak kalangan masyarakat yang belum paham mengenai penyakit ini," jelasnya.
 
Zahrin mengaku, pihaknya yakin, berbagai kasus penolakan seperti ini bisa terjadi, lagi-lagi karena pengetahuan masyarakat akan HIV/AIDS masih minim. Sebab dari kasus serupa yang pernah terjadi, setelah diberikan penjelasan medis oleh dokter maka pihak sekolah, siswa maupun orang tua siswa dapat menerima anak pengidap HIV untuk bisa bersekolah tanpa perlakuan diskriminatif.
 
Untuk itu, YPI, kata Zahrin mengimbau agar pihak sekolah, seperti kepala sekolah, guru, siswa serta orang tua siswa untuk diberikan pemahaman dan sosialisasi yang benar terkait bagaimana pendekatan sosial dan pendekatan kesehatan yang harus dilakukan dengan anak-anak yang mempunyai latar belakang HIV/AIDS. Sebagai lembaga yang konsern terhadap perlindungan anak, tambahnya, YPI siap mendampingi ketiga korban untuk mendapatkan hak-hak mereka bersama-sama dengan lembaga-lembaga anak lainnya. "Peran psikologi anak juga dibutuhkan dalam hal ini. Anak pengidap HIV juga harus diberi pendampingan oleh psikolog sehingga kesehatan jiwa mereka juga tidak terganggu," harapnya. (BS04)
T#g:Anak HIVHIV/AIDSHIV-AIDSHIV AidsPusaka IndonesiaSamosirYPI
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 23 menit lalu

    Wujudkan SDM Handal di Bidang Pariwisata, Pemkab Samosir Adakan Pelatihan Manajemen Homestay

    Beritasumut.com-Dalam rangka mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dalam pelayanan yang memuaskan di bidang kepariwisataan, Pemerintah K

  • 3 jam lalu

    Pemkab Labuhanbatu Gelar Pertemuan Stakeholder Komisi Penanggulangan HIV/AIDS

    Beritasumut.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rant

  • 7 hari lalu

    Terbentuknya Asosiasi UMKM di Toba Dinilai sebagai Langkah Maju Perekonomian

    Beritasumut.com-Bupati Toba Samosir (Tobasa) diwakili Sekdakab Toba Audi Murphy Sitorus mengatakan dengan resmi dilantiknya pengurus Asosiasi Usaha

  • 7 hari lalu

    Bupati Samosir Buka Konsultasi Publik Pelaksanaan KSPN Danau Toba Super Prioritas

    Beritasumut.com-Bupati Samosir, Rapidin Simbolon membuka konsultasi publik pelaksanaan kegiatan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Dana T

  • 2 minggu lalu

    Sekjen Tourism Promotion Organization Tinjau Kesiapan Samosir sebagai Tuan Rumah Sidang TPO 2021

    Beritasumut.com-Sidang Umum (General Assembly) ke-10 Tourism Promotion Organization (TPO) for Asia Pacific Cities akan digelar di Sumatera Utara (S

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.