Rabu, 21 Agustus 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Kasus Ikan Kalengan Bercacing, Keamanan Pangan Masyarakat Masih Rentan

Kasus Ikan Kalengan Bercacing, Keamanan Pangan Masyarakat Masih Rentan

Sabtu, 31 Maret 2018 18:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Pengungkapan 27 merek Ikan Makarel kalengan yang mengandung cacing parasit oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) patut diapresiasi. Namun hal itu menunjukkan sistem keamanan pangan masih rentan. 
 
"Ternyata keamanan pangan di masyarakat kita masih sangat rentan. Merek-merek yang ditarik itukan merek-merek populer yang sudah lama beredar, tapi baru sekarang ditemukan cacing. Ini persoalannya," ujar anggota Komisi Bidang Kesehatan DPR RI, Ahmad Zainuddin dalam siaran persnya, Sabtu (31/03/2018).
 
Menurutnya, penemuan kasus tersebut juga menunjukkan sistem pengawasan di hulu tidak berjalan optimal. Sistem impor produk makanan harus dievaluasi agar produk makanan bermasalah tidak sampai masuk beredar di masyarakat. "Merek-merek ikan makarel kalengan yang ditarik kan bukannya tidak legal atau tidak prosedural. Tapi tidak hijienis. BPOM akhirnya hanya mengawasi di hilir, pengawasan ketat seharusnya juga dilakukan di hulu. Jangan jadikan masyarakat sebagai eksperimen produk," imbuh dia. 
 
Zainuddin mempersoalkan, mengapa temuan itu terjadi pada produk yang sebenarnya mendapatkan kelulusan dari sejumlah institusi termasuk BPOM, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Perdagangan. 
 
Selain itu, menurut politisi PKS ini, koordinasi BPOM dengan kementerian atau institusi yang terlibat dalam perdagangan impor produk makanan ini harus diperkuat serta mengevaluasi sistem pengawasan total dari hulu ke hilir. "Jangan sudah produknya di masyarakat, sudah dikonsumsi banyak orang. Apalagi merek lama, baru diketahui ada yang tidak hijienis," imbuhnya. 
 
Zainuddin meminta pemerintah tidak hanya sekadar menarik semua 27 merek ikan makarel kalengan, tapi juga mengevaluasi ulang semua produk makanan impor yang sudah beredar di masyarakat. 
 
"Masyarakat juga sebaiknya teliti dalam membeli. Baca produknya. Karena ketelitian ini bagian dari keamanan pangan. Tidak semua yang sudah beredar di masyarakat itu aman, meskipun idealnya harus aman. Laporkan jika menemukan produk makanan yang mencurigakan," pungkasnya.(Rel)
 
T#g:BPOMCacingIkan Kalengan Bercacingsarden
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Wali Kota Medan Terima Penghargaan dari Badan POM RI

    Beritasumut.com-Wali Kota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S MSi MH menerima penghargaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI

  • 5 bulan lalu

    Jaga Kesehatan Sajian Makanan, BPOM Medan Gelar Pembinaan Fasilitator Desa dan Usaha Kecil di Tobasa

    Beritasumut.com-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Medan menggelar pembinaan fasilitator desa dan usaha kecil di Wilayah Kabupaten Toba Samosir

  • 6 bulan lalu

    Beri Pemahaman Bahaya Makanan dan Obat-obatan, BPOM Simalungun Gelar Sosialisasi ke Masyarakat

    Beritasumut.com-Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Simalungun melakukan sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi, Inf

  • 7 bulan lalu

    Wali Kota: Produk Unggulan Kota Tanjungbalai Siap Bersaing di Pasar Ekspor dan Modern

    Beritasumut.com-Wali Kota Tanjungbalai H M Syahrial menegaskan jika produk-produk unggulan di Kota Tanjungbalai siap untuk bersaing di pasar ekspor

  • 8 bulan lalu

    Sinergi BPOM RI dengan Pemda dan Akademisi untuk Masyarakat Sumut

    Beritasumut.com-Kepala BPOM RI, Penny K.Lukito dan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Runtung Sitepu sepakat untuk bersinergi dalam pen

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.