Rabu, 20 November 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Kartu PBI Tidak Aktif, Nenek Tunanetra Terpaksa Bayar Perobatan

Kartu PBI Tidak Aktif, Nenek Tunanetra Terpaksa Bayar Perobatan

Senin, 20 Februari 2017 08:00:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Meski awalnya sempat merasa senang ketika menerima kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Penerima Bantuan Iuran (PBI) pada 2015 lalu, namun Daliana Hasibuan (59) warga Jalan Tani Asli, Gang Melati, Desa Tanjung Gusta, Sunggal Deli Serdang terpaksa harus menanggung kecewa.
 
Pasalnya, kartu PBI yang dimilikinya tersebut ternyata tidak aktif, sehingga janda yang menderita tunanetra tersebut harus mengeluarkan biaya untuk perobatannya.
 
Daliana sendiri memperoleh kartu PBI itu dari kepala Dusun tempatnya bermukim sebanyak 3 buah, yakni untuk dirinya dan kedua anaknya yang masing-masing bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) dan penarik becak. Akibatnya, mereka harus mengeluarkan biaya mahal saat kartu itu dibawa untuk berobat di RS Sundari, Jumat (03/02/2017) lalu lantaran Daliana mengalami sakit stroke ringan.
 
Mahdiana Nasution, anak sulung Daliana kepada wartawan, Minggu (19/02/2017) menceritakan, sebetulnya pihaknya sempat tidak berani membawa ibunya untuk berobat karena khawatir dengan biaya yang akan ditanggung akan cukup mahal. Namun karena teringat memiliki kartu BPJS Kesehatan dan sebagian keluarga menyarankan agar ibunya dibawa ke RS, akhirnya ia memberanikan diri untuk membawa ke RS.
 
Malang, ketika mendaftar ke RS Sundari, pihak BPJS Kesehatan yang ada di RS tersebut menyatakan kartunya tidak aktif. Bingung, sedih, cemas dan marah menyelimutinya, namun untuk membawa pulang Ibunya menurutnya sudah tidak mungkin.
 
“Akhirnya tetap berobat di RS Sundari, dan biaya yang dikenakan sekitar Rp 2.077.000. Biaya itu terpaksa meminjam ke keluarga. Kalau kami tentu tidak ada, karena untuk makan sehari-hari saja kami kesulitan,” katanya.
 
Mahdiana juga mengakui tidak bisa berbuat banyak, karena jika mendaftar peserta BPJS Kesehatan Mandiri, ia khawatir kelak tidak sanggup membayar iuran setiap bulannya. Karena penghasilan yang tidak menetap dan kondisi ekonomi kurang mampu.
 
Karena itu, keluarga berharap agar kartu BPJS PBI yang diberikan pemerintah tersebut dapat aktif seperti seharusnya agar bisa dimanfaatkan. Apalagi saat ini ibunya butuh pengobatan.
 
“Belum berani bawa ibu berobat, takut biaya mahal, biaya semalam saja masih utang. Makanya kita berharap kartu BPJS Kesehatan PBI itu bisa aktif,” ujarnya.(BS07)
 
T#g:BPJSBPJS PBI
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Peringatan Hari Kesehatan Nasional, Sekda Provinsi Sumut Ingatkan Prioritaskan Stunting dan Jaminan Kesehatan

    Beritaumut.com-Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara R Sabrina dan Wakil Bupati Deli Serdang HM Ali Yusuf Siregar menghadiri acara peringatan H

  • 6 hari lalu

    BPJS Kesehatan Menunggak Rp 19 M ke RSUD Pirngadi

    Beritasumut.com-Pemko Medan meminta agar BPJS Kesehatan segera membayar tunggakan kepada RSUD Dr Pirngadi Medan sebesar Rp.19 miliar. Sebab tunggak

  • 3 minggu lalu

    Inilah Tarif Baru Iuran BPJS Kesehatan, Berlaku 1 Januari 2020

    Beritasumut.com-Dengan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas dankesinambungan program jaminan kesehatan, pemerintah memandang perlu dilakukan pe

  • satu bulan lalu

    Bupati Karo Minta SKPD Optimalkan Pelaksanaan Program BPJS Ketenagakerjaan

    Beritasumut.com-Bupati Karo Terkelin Brahmana meminta agar seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengoptimalkan Pelaksanaan BPJS Ketenagaker

  • satu bulan lalu

    Anggota DPR Menolak Kenaikan Iuran BPJS

    Beritasumut.com-Anggota DPR RI, yang juga berprofesi sebagai dokter, H Adang Sudrajat meminta pemerintah untuk membatalkan rencana kenaikan BPJS ke

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.