Selasa, 25 Februari 2020
  • Home
  • Kesehatan
  • Kampanye Imunisasi Campak-Rubella Berakhir, Pelayanan Tetap Berjalan

Kampanye Imunisasi Campak-Rubella Berakhir, Pelayanan Tetap Berjalan

Minggu, 13 Januari 2019 17:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr Anung Sugihantono MKes mengatakan kampanye imunisasi campak-rubella dihentikan, tapi pelayanan imunisasinya tetap dilanjutkan. Keputusan tersebut berdasarkan rekomendasi sejumlah organisasi kedokteran seperti Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dan Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI).
 
"Statement kampanye campak dan rubella atas saran IDAI, Komnas KIPI, kita hentikan. Tapi layanan imunisasi untuk campak dan rubella tetap dilanjutkan sebagai bagian dari pelayanan," ucap dr. Anung dilansir dari laman depkes.go.id, Minggu (13/01/2019).
 
Esensi dari rekomendasi tersebut adalah masuknya imunisasi campak-rubella ke kegiatan imunisasi rutin lengkap.Terkait belum tercapainya target imunisasi di luar Jawa, Anung menegaskan perlu menguatkan surveilans penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Hasil cakupan di Jawa tampak menunjukkan kasus camapak rubella menurun jauh setelah mencapai 100 persen pada 2017.
 
"Tapi untuk meningkatkan cakupan yang di luar Jawa, surveilans PD3I harus ditingkatkan. Kami sekarang melakukan pemetaan risiko wilayah atau potensi wilayah yang perlu diwaspadai terjadinya PD3I. Variabelnya secara makro mencakup target imunisasi, kegiatan laporan surveilans, dan pelaporan surveilans pasif di RS," terang dr Anung.
 
Lebih lanjut, dr Anung menjelaskan pelaporan pasif di RS bukan hanya soal cakupan, tapi soal Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) di rumah sakit. Hal ini harus dicermati karena congenital rubella syndrome misalnya, perlu perhatian dari beberapa dokter spesialis, yakni spesialis mata, THT, dan spesialis jantung untuk memastikan diagnosis bahwa seorang anak terkena congenital rubella syndrome.
 
"Karena belum semua RS di tingkat kabupaten/kota mempunyai 3 spesialis ini, inilah yang jadi tantangan kami ke depan dalam mengamati atau meminimalkan kejadian yang tidak diinginkan karena anak tidak diimunisasi," jelasnya.
 
Dalam 6 bulan ke depan, dr Anung mengharapkan akan ada data yang dapat diolah dari berbagai hal yang berkaitan dengan imunisasi, surveilans, dan risiko di lapangan saat dilakukan kampanye campak-rubella selama 2 tahun terkahir."Harapannya di akhir 2019 semua jenis cakupan imunisasi di atas 95 persen perkabupaten/kota di Indonesia," pungkas dr Anung.(BS09)
 

 

T#g:Campak RubellaImunisasiKampanye Imunisasi Campak-Rubella
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Babinsa Koramil 06/LP Lakukan Pendampingan Imunisasi Campak dan Rubella di Lubuk Pakam

    Beritasumut.com-Guna mendukung program pemerintah di bidang kesehatan dalam menanggulangi penyakit difteri, Babinsa Koramil 06/LP Serka Irwan Pandi

  • tahun lalu

    Satkes Kogasgabpad Bantu Imunisasi 112 Siswa SD di Sumbawa Barat

    Beritasumut.com-Satuan Kesehatan Komando Tugas Gabungan Terpadu (Satkes Kogasgabpad) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Nusa Tenggara Barat, Subsektor S

  • tahun lalu

    Dinkes Sumut Targetkan 95 Persen Imunisasi MR Tercapai di Sumut

    Beritasumut.com-Sehubungan dengan diperpanjangnya kampanye imunisasi MR hingga 31 Oktober 2018 oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Dinas Kese

  • tahun lalu

    Kemenkes RI Sebut Kampanye Imunisasi Rubella Diperpanjang

    Beritasumut.com-Kementerian Kesehatan (Kemenskes) RI resmi memperpanjang waktu pelaksanaan kampanye Measles Rubella (MR). Kebijakan ini tertuang da

  • tahun lalu

    Imunisasi Masih Rendah, Provinsi Sumut Terancam KLB Measles Rubella

    Beritasumut.com-Imunisasi Measles Rubella (MR) di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) hingga 46 hari sejak dicanangkan masih belum menunjukkan peningka

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.