Rabu, 18 September 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Inilah Hambatan Pendistribusian Dokter di Sumut Bertugas ke Daerah

Inilah Hambatan Pendistribusian Dokter di Sumut Bertugas ke Daerah

Rabu, 08 Februari 2017 07:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Peralatan dokter.
Beritasumut.com-Pada tahun 2017 ini, diharapkan tidak lagi terjadi ketimpangan tenaga medis yang terjadi antara kota dan daerah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sendiri telah mengeluarkan aturan yang mewajibkan dokter spesialis untuk bertugas di daerah. 
 
Selama ini, kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) Agustama kepada wartawan di kantornya, Selasa (07/02/2017),hambatan yang dihadapi dalam distribusi dokter ke daerah dikarenakan masih banyaknya dokter yang enggan bertugas kesana. Sebagian dari mereka lebih banyak bekerja di ibukota kabupaten atau provinsi, misalnya Medan, Binjai, Tebingtinggi, Siantar.
 
Dengan adanya perubahan itu, kata Agustama, dokter tidak bisa lagi bersikap seperti itu. Semua tenaga kesehatan nantinya diwajibkan mengikuti aturan tersebut setelah menamatkan studinya."Minimal lima pelayanan medik dasar dapat terpenuhi," sebutnya.
 
Adapun lima pelayanan medik dasar itu berupa, dokter penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, obstetri dan ginekologi. Kemudian jika mendukung, berlanjut pada pelayanan spesialis penunjang medik yang terdiri dari pelayanan anestesiologi, radiologi, rehabilitasi medik, patologi klinik dan patologi anatomi. 
 
"Jangan kita berpikir terlalu jauh. Lima dasar terpenuhi saja sudah cukup. Untuk target, kita sesuaikan dengan Permenkes langsung dilaksanakan atau tidak. Tetapi kita berharap segera dijalankan agar pendistribusian dokter spesialis ke daerah bisa tercapai," sebutnya.
 
Berdasarkan data dan rasio di Dinkes Sumut, Provinsi ini sebenarnya tidak kekurangan tenaga kesehatan. Ia mengaku pihaknya telah bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran USU. Tetapi, distribusinya yang memang kurang dan tidak memadai."Saya pribadi sangat mendukung sekali. Karena selama ini dokter spesialis yang menjadi masalah. Harapannya agar tidak ada keluhan lagi. Misalnya RS di Porsea dan Gunung Tua tidak mengeluhkan lagi dokter spesialis," pungkasnya.(BS03)
 
T#g:Dinkes Sumutdokterdokter spesialisUSUkemenkes
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 15 jam lalu

    Diduga Korupsi Dana Desa, Kades dan Kadis PMD Didatangi Ratusan Massa

    Beritasumut.com-Ratusan Massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Labuhanbatu mendatangi Kantor Kepala Desa Sei Penggantungan, Ke

  • kemarin

    Dies Natalis ke-67 USU, RS USU Gelar Operasi Katarak dan EKG Gratis

    Beritasumut.com-Dies Natalis ke-67 Universitas Sumatera Utara (USU), Rumah Sakit kampus ini menggelar operasi katarak dan Skrining Jantung (EKG) gr

  • 3 hari lalu

    Departemen Arsitektur FT USU Gelar The 5th Friendly City International Conference

    Beritasumut.com-Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar konferensi Internasional The 5th Friendly City Int

  • 4 hari lalu

    Panitia Dies Natalis USU ke-67 Audiensi ke Pemko Medan

    Beritasumut.com-Wakil Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi menerima audiensi dari panitia Dies Natalis USU ke-67 tahun, di ruang Wakil Wali Ko

  • 6 hari lalu

    Tingkatkan Kreativitas Mahasiswa, USU Undang Bupati Kulonprogo dan Walikota Jambi

    Beritasumut.com-Guna meningkatkan kreativitas mahasiswa dan civitas akademika USU. Kali ini, USU mengundang tokoh - tokoh yang berhasil di Indonesi

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.