Rabu, 17 Juli 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Inilah Hambatan Pendistribusian Dokter di Sumut Bertugas ke Daerah

Inilah Hambatan Pendistribusian Dokter di Sumut Bertugas ke Daerah

Rabu, 08 Februari 2017 07:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Peralatan dokter.
Beritasumut.com-Pada tahun 2017 ini, diharapkan tidak lagi terjadi ketimpangan tenaga medis yang terjadi antara kota dan daerah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sendiri telah mengeluarkan aturan yang mewajibkan dokter spesialis untuk bertugas di daerah. 
 
Selama ini, kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) Agustama kepada wartawan di kantornya, Selasa (07/02/2017),hambatan yang dihadapi dalam distribusi dokter ke daerah dikarenakan masih banyaknya dokter yang enggan bertugas kesana. Sebagian dari mereka lebih banyak bekerja di ibukota kabupaten atau provinsi, misalnya Medan, Binjai, Tebingtinggi, Siantar.
 
Dengan adanya perubahan itu, kata Agustama, dokter tidak bisa lagi bersikap seperti itu. Semua tenaga kesehatan nantinya diwajibkan mengikuti aturan tersebut setelah menamatkan studinya."Minimal lima pelayanan medik dasar dapat terpenuhi," sebutnya.
 
Adapun lima pelayanan medik dasar itu berupa, dokter penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, obstetri dan ginekologi. Kemudian jika mendukung, berlanjut pada pelayanan spesialis penunjang medik yang terdiri dari pelayanan anestesiologi, radiologi, rehabilitasi medik, patologi klinik dan patologi anatomi. 
 
"Jangan kita berpikir terlalu jauh. Lima dasar terpenuhi saja sudah cukup. Untuk target, kita sesuaikan dengan Permenkes langsung dilaksanakan atau tidak. Tetapi kita berharap segera dijalankan agar pendistribusian dokter spesialis ke daerah bisa tercapai," sebutnya.
 
Berdasarkan data dan rasio di Dinkes Sumut, Provinsi ini sebenarnya tidak kekurangan tenaga kesehatan. Ia mengaku pihaknya telah bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran USU. Tetapi, distribusinya yang memang kurang dan tidak memadai."Saya pribadi sangat mendukung sekali. Karena selama ini dokter spesialis yang menjadi masalah. Harapannya agar tidak ada keluhan lagi. Misalnya RS di Porsea dan Gunung Tua tidak mengeluhkan lagi dokter spesialis," pungkasnya.(BS03)
 
T#g:Dinkes Sumutdokterdokter spesialisUSUkemenkes
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • kemarin

    Silaturahmi Bersama OJK, Wagub Berharap Akses Keuangan di Daerah Meningkat

    Beritasumut.com–Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah menerima kunjungan silaturahmi dari Kepala Otoritas Jasa Keuanga

  • 2 hari lalu

    Minimalisir Terjadinya Abrasi, Pemkab Pakpak Bharat dan USU Lakukan Penanaman Pohon di Sepanjang DAS

    Beritasumut.com-Sebagai wujud pelestarian lingkungan serta meminimalisir terjadinya abrasi di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), Pemkab Pakpak B

  • 4 hari lalu

    Sekjen Kemenkes Minta 393 Calhaj Kloter Pertama Asal Medan Jaga Kesehatan

    Beritasumut.com-Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi meminta agar para calon jemaah haji (Calhaj) kloter 1 asal kota Medan yang

  • satu minggu lalu

    Setelah Belasan Tahun Mengabdi, Bupati Deli Serdang Serahkan SK CPNS kepada Dokter dan Bidan PTT Kemenkes

    Beritasumut.com-Sebanyak 122 Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang di

  • 3 minggu lalu

    Menko Polhukam Setuju Lapas Khusus Dipindah ke Pulau Terpencil

    Beritasumut.com-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam_ Wiranto mengaku sangat setuju terhadap wacana pemindahan Le

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.