Rabu, 17 Juli 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Dokter Tak Ada di Tempat, Alat Kurang Lengkap, 2 FKTP Provider BPJS di Medan Diputus Kontrak

Dokter Tak Ada di Tempat, Alat Kurang Lengkap, 2 FKTP Provider BPJS di Medan Diputus Kontrak

Rabu, 18 Oktober 2017 22:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Pada tahun 2017 ini, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Medan mengaku bahwa pihaknya telah memberikan sikap tegas kepada beberapa provider yang bekerjasama dengan mereka.
 
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan Ari Dwi Aryani mengaku, terdapat dua Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang kontrak kerjasamanya telah mereka putus, serta tiga rumah sakit yang diberi peringatan."Tahun ini ada tiga rumah sakit yang dikasih peringatan. Tapi untuk FKTP ada dua yang diputus kontraknya," ujar Ari kepad wartawan, Rabu (18/10/2017).
 
Meskipun begitu, Ari enggan mengatakan rumah sakit apa dan FKTP mana saja yang telah mereka berikan sanksi tersebut. Disinggung apakah FKTP itu klinik atau Puskesmas, ia juga keberatan untuk membeberkannya. "Saya tidak ingat," sebutnya.
 
Namun Ari mengaku, sanksi itu mereka berikan, karena saat BPJS Kesehatan melakukan supervisi ke sejumlah fasilitas kesehatan (Faskes), mereka tidak menemukan adanya dokter yang berada ditempat. Selain itu, sambung dia, peralatan kesehatan seperti untuk pelayanan gigi juga tidak tersedia."Memang kita konsennya ke fasilitas kesehatan. Untuk itu kita berharap mereka bisa memberikan pelayanan yang bagus," terangnya.
 
Ari mengimbau agar provider yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan supaya bisa mematuhi kerjasama yang sebelumnya sudah tertuang di dalam kontrak. Hal ini, agar kualitas layanan yang baik dapat diberikan kepada peserta."Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh fasilitas kesehatan, termasuk dokter, perawat dan seluruh tenaga medis yang sudah melaksanakan pekerjaannya dengan baik," jelasnya.
 
Ari juga mengingatkan kepada masyarakat, apabila menemukan pelayanan yang tidak sesuai ketika berobat di Faskes, seperti disuruh membayar iuran perobatan, atau disuruh membeli obat, untuk melaporkannya ke BPJS Kesehatan. Ari berjanji, dengan laporan itu pihaknya akan mengkonsumsikannya ke Faskes yang bersangkutan.
 
"Tapi kita sama-sama supaya kedepan bisa meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Jadi mutu layanan harus ditingkatkan, baik mutu layanan medis atau administrasi di faskes," tutupnya. (BS07)
 
T#g:BPJSdokterFaskesRumah Sakit
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Setelah Belasan Tahun Mengabdi, Bupati Deli Serdang Serahkan SK CPNS kepada Dokter dan Bidan PTT Kemenkes

    Beritasumut.com-Sebanyak 122 Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang di

  • 2 minggu lalu

    Rapat Bersama BPJS, Wali Kota Medan: Penerima BPJS PBI adalah Fakir Miskin dan Masyarakat Tak Mampu

    Beritasumut.com-Wali Kota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Sekda Ir H Wiriya Alrahman MM memimpin Rapat Pembahasan Kepesertaan BPJS Pem

  • 4 minggu lalu

    Resmikan Program Bakti Kesehatan Bermartabat Sumut, Edy Rahmayadi Luncurkan Rumah Sakit Berjalan

    Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meresmikan Program Bakti Kesehatan Bermartabat Sumut, Rabu (19/6/2019),  di hala

  • satu bulan lalu

    Pasca Hari Raya Idul Fitri, Ketersediaan Kantong Darah di PMI di Medan Mulai Menipis

    Beritasumut.com-Pasca Hari Raya Idul Fitri 1440 H, ketersediaan kantong darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan

  • satu bulan lalu

    Raih JCI, RSUP Haji Adam Malik Medan Sandang Predikat Layanan Berstandar Internasional

    Beritasumut.com-Usai meraih akreditasi Joint Commission International (JCI), Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan akhirnya secara re

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.