Senin, 14 Oktober 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Dokter Tak Ada di Tempat, Alat Kurang Lengkap, 2 FKTP Provider BPJS di Medan Diputus Kontrak

Dokter Tak Ada di Tempat, Alat Kurang Lengkap, 2 FKTP Provider BPJS di Medan Diputus Kontrak

Rabu, 18 Oktober 2017 22:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Pada tahun 2017 ini, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Medan mengaku bahwa pihaknya telah memberikan sikap tegas kepada beberapa provider yang bekerjasama dengan mereka.
 
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan Ari Dwi Aryani mengaku, terdapat dua Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang kontrak kerjasamanya telah mereka putus, serta tiga rumah sakit yang diberi peringatan."Tahun ini ada tiga rumah sakit yang dikasih peringatan. Tapi untuk FKTP ada dua yang diputus kontraknya," ujar Ari kepad wartawan, Rabu (18/10/2017).
 
Meskipun begitu, Ari enggan mengatakan rumah sakit apa dan FKTP mana saja yang telah mereka berikan sanksi tersebut. Disinggung apakah FKTP itu klinik atau Puskesmas, ia juga keberatan untuk membeberkannya. "Saya tidak ingat," sebutnya.
 
Namun Ari mengaku, sanksi itu mereka berikan, karena saat BPJS Kesehatan melakukan supervisi ke sejumlah fasilitas kesehatan (Faskes), mereka tidak menemukan adanya dokter yang berada ditempat. Selain itu, sambung dia, peralatan kesehatan seperti untuk pelayanan gigi juga tidak tersedia."Memang kita konsennya ke fasilitas kesehatan. Untuk itu kita berharap mereka bisa memberikan pelayanan yang bagus," terangnya.
 
Ari mengimbau agar provider yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan supaya bisa mematuhi kerjasama yang sebelumnya sudah tertuang di dalam kontrak. Hal ini, agar kualitas layanan yang baik dapat diberikan kepada peserta."Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh fasilitas kesehatan, termasuk dokter, perawat dan seluruh tenaga medis yang sudah melaksanakan pekerjaannya dengan baik," jelasnya.
 
Ari juga mengingatkan kepada masyarakat, apabila menemukan pelayanan yang tidak sesuai ketika berobat di Faskes, seperti disuruh membayar iuran perobatan, atau disuruh membeli obat, untuk melaporkannya ke BPJS Kesehatan. Ari berjanji, dengan laporan itu pihaknya akan mengkonsumsikannya ke Faskes yang bersangkutan.
 
"Tapi kita sama-sama supaya kedepan bisa meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Jadi mutu layanan harus ditingkatkan, baik mutu layanan medis atau administrasi di faskes," tutupnya. (BS07)
 
T#g:BPJSdokterFaskesRumah Sakit
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • kemarin

    UNIMED dan RSU Haji Medan Jalin Kerjasama Layanan Kesehatan

    Beritasumut.com-Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan menjalin kerjasama dengan Universitas Negeri Medan dalam bidang pelayanan kesehatan. Hal tersebut

  • kemarin

    Penyebab Kebutaan Terbesar di Indonesia, Salah Satunya di Sumut

    Beritasumut.com-Hasil Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2014-2016 oleh Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia

  • 4 hari lalu

    Walikota Medan Apresiasi dan Bangga RSUD Dr Pirngadi Kembali Raih Sertifikasi Akreditasi Paripurna

    Beritasumut.com-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan kembali meraih Sertifikat akreditasi paripurna Standar Nasional Akreditasi Rumah S

  • 4 hari lalu

    Anggota DPR Menolak Kenaikan Iuran BPJS

    Beritasumut.com-Anggota DPR RI, yang juga berprofesi sebagai dokter, H Adang Sudrajat meminta pemerintah untuk membatalkan rencana kenaikan BPJS ke

  • 5 hari lalu

    Aturan Baru BPJS Kesehatan, Puskesmas di Medan Boleh Rujuk Langsung ke RS Pirngadi

    Beritasumut.com-Sekda Kota Medan Wirya Alrahman mengatakan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi kini telah diperbolehkan menerima rujukan la

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.