Jumat, 06 Desember 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Dokter Tak Ada di Tempat, Alat Kurang Lengkap, 2 FKTP Provider BPJS di Medan Diputus Kontrak

Dokter Tak Ada di Tempat, Alat Kurang Lengkap, 2 FKTP Provider BPJS di Medan Diputus Kontrak

Rabu, 18 Oktober 2017 22:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Pada tahun 2017 ini, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Medan mengaku bahwa pihaknya telah memberikan sikap tegas kepada beberapa provider yang bekerjasama dengan mereka.
 
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan Ari Dwi Aryani mengaku, terdapat dua Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang kontrak kerjasamanya telah mereka putus, serta tiga rumah sakit yang diberi peringatan."Tahun ini ada tiga rumah sakit yang dikasih peringatan. Tapi untuk FKTP ada dua yang diputus kontraknya," ujar Ari kepad wartawan, Rabu (18/10/2017).
 
Meskipun begitu, Ari enggan mengatakan rumah sakit apa dan FKTP mana saja yang telah mereka berikan sanksi tersebut. Disinggung apakah FKTP itu klinik atau Puskesmas, ia juga keberatan untuk membeberkannya. "Saya tidak ingat," sebutnya.
 
Namun Ari mengaku, sanksi itu mereka berikan, karena saat BPJS Kesehatan melakukan supervisi ke sejumlah fasilitas kesehatan (Faskes), mereka tidak menemukan adanya dokter yang berada ditempat. Selain itu, sambung dia, peralatan kesehatan seperti untuk pelayanan gigi juga tidak tersedia."Memang kita konsennya ke fasilitas kesehatan. Untuk itu kita berharap mereka bisa memberikan pelayanan yang bagus," terangnya.
 
Ari mengimbau agar provider yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan supaya bisa mematuhi kerjasama yang sebelumnya sudah tertuang di dalam kontrak. Hal ini, agar kualitas layanan yang baik dapat diberikan kepada peserta."Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh fasilitas kesehatan, termasuk dokter, perawat dan seluruh tenaga medis yang sudah melaksanakan pekerjaannya dengan baik," jelasnya.
 
Ari juga mengingatkan kepada masyarakat, apabila menemukan pelayanan yang tidak sesuai ketika berobat di Faskes, seperti disuruh membayar iuran perobatan, atau disuruh membeli obat, untuk melaporkannya ke BPJS Kesehatan. Ari berjanji, dengan laporan itu pihaknya akan mengkonsumsikannya ke Faskes yang bersangkutan.
 
"Tapi kita sama-sama supaya kedepan bisa meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Jadi mutu layanan harus ditingkatkan, baik mutu layanan medis atau administrasi di faskes," tutupnya. (BS07)
 
T#g:BPJSdokterFaskesRumah Sakit
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Pemko Sibolga Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis Serentak di Empat Kecamatan

    Beritasumut.com-Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis secara seren

  • satu minggu lalu

    Predikat Sangat Memuaskan, Kepala BPJamsostek Karo Sanco Simanullang Raih Gelar Doktor di USU

    Beritasumut.com-Setelah berhasil mempertahankan disertasinya pada  ujian promosi (Sidang terbuka) Doktor  USU di ruang  IMTGT USU Me

  • 2 minggu lalu

    FibreFirst Ajak Warga Kota Medan Hidup Sehat dengan Konsumsi Serat

    Beritasumut.com-Get Fit with Fibre, demikian tema Fibrevaganza yang digelar di Atrium Utara Plaza Medan Fair, Jalan Gatot Subroto Kota Medan, Jumat

  • 3 minggu lalu

    Peringatan Hari Kesehatan Nasional, Sekda Provinsi Sumut Ingatkan Prioritaskan Stunting dan Jaminan Kesehatan

    Beritaumut.com-Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara R Sabrina dan Wakil Bupati Deli Serdang HM Ali Yusuf Siregar menghadiri acara peringatan H

  • 3 minggu lalu

    BPJS Kesehatan Menunggak Rp 19 M ke RSUD Pirngadi

    Beritasumut.com-Pemko Medan meminta agar BPJS Kesehatan segera membayar tunggakan kepada RSUD Dr Pirngadi Medan sebesar Rp.19 miliar. Sebab tunggak

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.