Senin, 27 Januari 2020
  • Home
  • Kesehatan
  • Dokter Tak Ada di Tempat, Alat Kurang Lengkap, 2 FKTP Provider BPJS di Medan Diputus Kontrak

Dokter Tak Ada di Tempat, Alat Kurang Lengkap, 2 FKTP Provider BPJS di Medan Diputus Kontrak

Rabu, 18 Oktober 2017 22:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Pada tahun 2017 ini, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Medan mengaku bahwa pihaknya telah memberikan sikap tegas kepada beberapa provider yang bekerjasama dengan mereka.
 
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan Ari Dwi Aryani mengaku, terdapat dua Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang kontrak kerjasamanya telah mereka putus, serta tiga rumah sakit yang diberi peringatan."Tahun ini ada tiga rumah sakit yang dikasih peringatan. Tapi untuk FKTP ada dua yang diputus kontraknya," ujar Ari kepad wartawan, Rabu (18/10/2017).
 
Meskipun begitu, Ari enggan mengatakan rumah sakit apa dan FKTP mana saja yang telah mereka berikan sanksi tersebut. Disinggung apakah FKTP itu klinik atau Puskesmas, ia juga keberatan untuk membeberkannya. "Saya tidak ingat," sebutnya.
 
Namun Ari mengaku, sanksi itu mereka berikan, karena saat BPJS Kesehatan melakukan supervisi ke sejumlah fasilitas kesehatan (Faskes), mereka tidak menemukan adanya dokter yang berada ditempat. Selain itu, sambung dia, peralatan kesehatan seperti untuk pelayanan gigi juga tidak tersedia."Memang kita konsennya ke fasilitas kesehatan. Untuk itu kita berharap mereka bisa memberikan pelayanan yang bagus," terangnya.
 
Ari mengimbau agar provider yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan supaya bisa mematuhi kerjasama yang sebelumnya sudah tertuang di dalam kontrak. Hal ini, agar kualitas layanan yang baik dapat diberikan kepada peserta."Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh fasilitas kesehatan, termasuk dokter, perawat dan seluruh tenaga medis yang sudah melaksanakan pekerjaannya dengan baik," jelasnya.
 
Ari juga mengingatkan kepada masyarakat, apabila menemukan pelayanan yang tidak sesuai ketika berobat di Faskes, seperti disuruh membayar iuran perobatan, atau disuruh membeli obat, untuk melaporkannya ke BPJS Kesehatan. Ari berjanji, dengan laporan itu pihaknya akan mengkonsumsikannya ke Faskes yang bersangkutan.
 
"Tapi kita sama-sama supaya kedepan bisa meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Jadi mutu layanan harus ditingkatkan, baik mutu layanan medis atau administrasi di faskes," tutupnya. (BS07)
 
T#g:BPJSdokterFaskesRumah Sakit
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 17 jam lalu

    Bupati Dairi Minta RSUD Sidikalang Lakukan Pembenahan Manajemen, SOP Hingga SDM

    Beritasumut.com-Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu menggelar pertemuan dengan Plt Direktur RSUD Sidikalang Charles Bancin, Kadis Kominfo Dairi

  • 2 minggu lalu

    Resmikan Stroke Center, Wagub Sumut Harapkan Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan

    Beritasumut.com-Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah meresmikan  Stroke Center yang berada di Lantai 10, Rumah Sakit U

  • 4 minggu lalu

    RSUD Pandan, Satu-satunya RS Pemerintah Tipe C se-Sumut Peraih Bintang IV dari KARS

    Beritasumut.com-Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) menetapkan RSUD Pandan naik peringkat status Akreditasi menjadi Tingkat Utama atau rating Bint

  • satu bulan lalu

    PP Nomor 82 Tahun 2019: Hak Menuntut Manfaat JKK Jadi 5 Tahun, Jaminan Kematian Jadi Rp 20 Juta

    Beritasumut.com-Dengan pertimbangan untuk meningkatkan pelayanan serta kesejahteraan peserta jaminan sosial ketenagakerjaan khususnya peningkatan m

  • satu bulan lalu

    Tinjau RSUD Dr Pirngadi Medan, Plt Wali Kota Medan Minta Pelayanan Kesehatan Ditingkatkan

    Beritasumut.com-Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi meninjau fasilitas kesehatan kelas tiga di RSUD Dr Pirngadi Medan,

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.