Sabtu, 21 September 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Di Sumut, Program Transplantasi Ginjal Terhambat Minimnya Pendonor

Di Sumut, Program Transplantasi Ginjal Terhambat Minimnya Pendonor

Selasa, 03 Oktober 2017 23:10:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Sekretaris tim transplantasi ginjal Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, dr Syafrizal Nasution SpPD, KGH mengaku program transplatasi ginjal di Sumatera Utara (Sumut) masih terhambat oleh minimnya jumlah pendonor. Sehingga akibatnya, pasien kesulitan untuk mencari orang yang mau mendonorkan ginjalnya.
 
"Kemauan orang untuk menjadi pendonor sangat sedikit. Masyarakat beranggapan, jika mendonorkan ginjalnya akan cacat atau mengalami gangguan kesehatan," ujar dr Syafrizal bersama tim medis kepada wartawan, Selasa (3/10/2017).
 
Untuk itu, Syafrizal mengimbau, agar masyarakat tidak perlu ragu lagi untuk mendonorkan ginjalnya. Apalagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, donor ginjal sudah dapat dilakukan meski pendonor beda golongan darah dengan pasien.RSUP Haji Adam Malik saat ini siap menjadikan transplantasi ginjal sebagai kegiatan rutin pada tahun 2018 mendatang. Hal ini dikarenakan, rumah sakit milik Kemenkes ini sudah dua kali sukses melakukan transplantasi ginjal terhadap pasien yang mengalami gagal ginjal. 
 
"Cangkok ginjal awalnya dilakukan April dan September 2017. Pada pasien tidak ditemukan angka infeksi dan kegagalan, hal ini ditandai dengan jahitan fungsi ginjal yang semakin membaik, baik pendonor maupun penerima," jelasnya.
 
Menurutnya, terapi cangkok ginjal ini memang merupakan cara yang paling ideal dalam mengatasi gagal ginjal ketimbang terapi lainnya seperti cuci darah. Mulai dari pengangkatan ginjal dari pendonor hingga memasangkan ginjal ke penerima, lanjutnya, idealnya memakan waktu sekira 3 sampai 4 jam."Itu tergantung dari kondisi masing-masing pasien, namun idealnya 3 sampai 4 jam. Kita melibatkan 7 dokter bedah," sebutnya.
 
Dibandingkan dengan biaya cuci darah atau hemodialisa, sambung Syafrizal, biaya transplantasi juga lebih murah dibandingkan cuci darah. Di samping itu, cuci darah itu juga harus dilakukan pasien seumur hidup."Sedangkan, kalau cangkok ginjal berhasil maka tidak perlu lagi cuci darah, dan tranplantasi ginjal juga sudah ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan," pungkasnya. (BS07)
 
T#g:Cuci DarahGinjalProgram Transplantasi GinjalRSUP Haji Adam Malik Medankemenkes
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Sekjen Kemenkes Minta 393 Calhaj Kloter Pertama Asal Medan Jaga Kesehatan

    Beritasumut.com-Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi meminta agar para calon jemaah haji (Calhaj) kloter 1 asal kota Medan yang

  • 3 bulan lalu

    Pantau Kesehatan Jemaah Haji, Kemenkes Gunakan Kartu Penanda

    Beritasumut.com-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan kartu penanda kesehatan jemaah haji untuk memudahkan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia

  • 3 bulan lalu

    Raih JCI, RSUP Haji Adam Malik Medan Sandang Predikat Layanan Berstandar Internasional

    Beritasumut.com-Usai meraih akreditasi Joint Commission International (JCI), Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan akhirnya secara re

  • 4 bulan lalu

    Cegah Hal Tak Diinginkan Pasca Pemilu, Kemenkes Bentuk Tim Kesehatan

    Beritasumut.com-Sebagai bentuk antisipasi terjadinya masalah kesehatan pasca pemilu, terutama saat penghitungan suara, Kementerian Kesehatan (Kemen

  • 5 bulan lalu

    Arab Saudi Tambah Kuota Haji, Kemenkes Siapkan Tim Kesehatan

    Beritasumut.com-Pemerintah Arab Saudi akan memberikan tambahan kuota haji Indonesia sebanyak 10 Ribu jemaah. Menyikapi hal ini Kementerian Kesehata

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.