Minggu, 26 Januari 2020
  • Home
  • Kesehatan
  • Di Sumut, Program Transplantasi Ginjal Terhambat Minimnya Pendonor

Di Sumut, Program Transplantasi Ginjal Terhambat Minimnya Pendonor

Selasa, 03 Oktober 2017 23:10:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Sekretaris tim transplantasi ginjal Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, dr Syafrizal Nasution SpPD, KGH mengaku program transplatasi ginjal di Sumatera Utara (Sumut) masih terhambat oleh minimnya jumlah pendonor. Sehingga akibatnya, pasien kesulitan untuk mencari orang yang mau mendonorkan ginjalnya.
 
"Kemauan orang untuk menjadi pendonor sangat sedikit. Masyarakat beranggapan, jika mendonorkan ginjalnya akan cacat atau mengalami gangguan kesehatan," ujar dr Syafrizal bersama tim medis kepada wartawan, Selasa (3/10/2017).
 
Untuk itu, Syafrizal mengimbau, agar masyarakat tidak perlu ragu lagi untuk mendonorkan ginjalnya. Apalagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, donor ginjal sudah dapat dilakukan meski pendonor beda golongan darah dengan pasien.RSUP Haji Adam Malik saat ini siap menjadikan transplantasi ginjal sebagai kegiatan rutin pada tahun 2018 mendatang. Hal ini dikarenakan, rumah sakit milik Kemenkes ini sudah dua kali sukses melakukan transplantasi ginjal terhadap pasien yang mengalami gagal ginjal. 
 
"Cangkok ginjal awalnya dilakukan April dan September 2017. Pada pasien tidak ditemukan angka infeksi dan kegagalan, hal ini ditandai dengan jahitan fungsi ginjal yang semakin membaik, baik pendonor maupun penerima," jelasnya.
 
Menurutnya, terapi cangkok ginjal ini memang merupakan cara yang paling ideal dalam mengatasi gagal ginjal ketimbang terapi lainnya seperti cuci darah. Mulai dari pengangkatan ginjal dari pendonor hingga memasangkan ginjal ke penerima, lanjutnya, idealnya memakan waktu sekira 3 sampai 4 jam."Itu tergantung dari kondisi masing-masing pasien, namun idealnya 3 sampai 4 jam. Kita melibatkan 7 dokter bedah," sebutnya.
 
Dibandingkan dengan biaya cuci darah atau hemodialisa, sambung Syafrizal, biaya transplantasi juga lebih murah dibandingkan cuci darah. Di samping itu, cuci darah itu juga harus dilakukan pasien seumur hidup."Sedangkan, kalau cangkok ginjal berhasil maka tidak perlu lagi cuci darah, dan tranplantasi ginjal juga sudah ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan," pungkasnya. (BS07)
 
T#g:Cuci DarahGinjalProgram Transplantasi GinjalRSUP Haji Adam Malik Medankemenkes
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Dirujuk dari RSUD Panyabungan, Dua Anak Terduga Suspect Difteri Dirawat di RSUP Haji Adam Malik Medan

    Beritasumut.com-Dua anak berinisial AS (11) berjenis kelamin perempuan dan AA (8) berjenis kelamin laki-laki dirujuk dari Rumah Sakit Umum Daerah (

  • 2 bulan lalu

    Pekerja Migran Indonesia di Brunei Darussalam Ikuti Sosialisasi dan Edukasi Kesehatan

    Beritasumut.com-"Saya ingin semua WNI yang bekerja di Brunei Darussalam sehat semuanya dan bisa bekerja dengan baik. Jangan ada lagi WNI yang

  • 3 bulan lalu

    Penderita Obesitas Terus Meningkat di Indonesia, Berikut Langkah Pencegahannya

    Beritasumut.com-Obesitas alias berat badan berlebih merupakan masalah yang mengancam kesehatan di seluruh dunia. Organisasi PBB, WHO mencatat pada

  • 4 bulan lalu

    Kemenkes Luncurkan Aplikasi Satu Data Kesehatan dan Tanda Tangan Digital

    Beritasumut.com-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meluncurkan Aplikasi Satu Data Kesehatan dan Tanda Tangan Digital. Dua inovasi tersebut diinisi

  • 7 bulan lalu

    Sekjen Kemenkes Minta 393 Calhaj Kloter Pertama Asal Medan Jaga Kesehatan

    Beritasumut.com-Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi meminta agar para calon jemaah haji (Calhaj) kloter 1 asal kota Medan yang

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.