Kesehatan

Di Indonesia, Ada 400 Pasien Cuci Darah Per Satu Juta Penduduk


Di Indonesia, Ada 400 Pasien Cuci Darah Per Satu Juta Penduduk
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Program transplantasi ginjal atau cangkok ginjal di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Medan, masih terhambat oleh minimnya jumlah pendonor. Sehingga akibatnya, pasien kesulitan untuk mencari orang yang mau mendonorkan ginjalnya.
 
Prof Harun Lubis mengatakan, diperkirakan ada 400 pasien cuci darah per satu juta penduduk di Indonesia. Artinya setiap pasien satu bulan bisa tiga dan empat kali melakukan cuci darah."Biaya untuk cuci darah seperampat dana yang dikeluarkan dari seluruh  yang ditanggung BPJS. Diperkirakan satu pasien setiap tahunnya diperkirakan Rp1 milyar, sementara untuk cangkok ginjal hanya kurang lebih Rp100 juta," ungkapnya bersama tim medis kepada wartawan, Selasa (03/10/2017).
 
Pelaksanaan cangkok ginjal yang dilakukan di Rumah Sakit milik Kemenkes ini, lanjut dia, didampingi dokter RS Cipto Mangunkusumo. Namun, saat pelaksanaan cangkok ginjal yang ketiga dan keempat nanti mereka bisa mengerjakan sendiri."Mungkin hanya lewat video bahkan nanti bisa mengerjakan sendiri. Sampai saat ini sudah ada 11 pasien yang menunggu jadwal cangkok ginjal," jelasnya.
 
Ditambahkannya, pada tahun 2003 sebenarnya sudah ada cangkok ginjal di Sumut, tetapi waktu itu hanya untuk pengembangan ilmu terapi pengganti ginjal sesuai dengan kaidah keilmuan. "Sekarang lebih berorientasi pada pelayanan paripurna yakni juga penghematan keuangan pelayanan kesehatan," imbuhnya.
 
Dokter Urologi Ginanda Putra menambakan, meski didampingi dokter dari RS Cipto Mangunkusumo, tapi tim medis RSUP Haji Adam malik sudah berpartisipasi sekitar 75 persen dalam pengangkatan ginjal dari pendonor dan memasukkan ginjal ke penerima ginjal. "Mungkin saat pelaksanaan cangkok ginjal ke tiga dan keempat kita sudah bisa berpartisipasi 100 persen," pungkasnya. (BS07)
 

Tag:Cuci DarahGinjalRSUP H Adam Malikcangkok ginjal