Selasa, 21 Januari 2020
  • Home
  • Kesehatan
  • Bekatul, Limbah Penggilingan Padi Potensial Turunkan Kolesterol

Bekatul, Limbah Penggilingan Padi Potensial Turunkan Kolesterol

Kamis, 17 Agustus 2017 13:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Bertasumut.com-Bekatul merupakan limbah penggilingan padi yang keberadaannya sangat melimpah di Indonesia. Hanya saja, selama ini pemanfaatannya belum dilakukan secara optimal. Padahal, bekatul memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, salah satunya menurunkan kadar kolesterol.
 
Dalam penelitian yang dilakukan sejumlah mahasiswa Prodi Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM, diketahui bahwa bekatul mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Mereka melakukan inovasi pengolahan bekatul menjadi ekstrak bekatul terfermentasi yang disebut “BEAR-CHOL”.
 
“Pemanfaatan bekatul  masih terbatas hanya dijadikan pakan ternak dan tak jarang dibuang begitu saja. Padahal, bekatul kaya akan serat pangan dan berbagai mikrokomponen yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh,” ungkap Bira Arumndari Nurahma dilansir dari laman resmi dikti.go.id, Kamis (17/08/2017).
 
Oleh sebab itu, Bira bersama dengan ketiga rekannya, yaitu Mega Febia Suryajayanti, Anggi Laksmita Dewi dan Zunamilla Khairia meneliti lebih lanjut potensi bekatul terferementasi sebagai anti-hiperkolesterolemia. Selain itu, juga berupaya menghasilkan produk sampingan pengolahan beras bagi  kesehatan.
 
Bira menyampaikan kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular yang serius. Oleh karena itu, pemanfaatan bekatul diharapkan dapat berkontribusi dalam penurunan jumlah kematian akibat penyakit kardiovaskular.
 
Dari pengolahan bekatul dalam “BEAR-CHOL” memiliki khasiat yang lebih maksimal karena telah melalui proses fermentasi. Ekstrak “BEAR-CHOL” kemudian diujicobakan pada tikus model hiperkolesterolemia untuk melihat profil lipid dan kadar Short Chain Fatty Acid (SCFA) sekum.“Hasilnya BEAR-CHOL mampu memperbaiki profil lipid tikus yang diinduksi hiperkolesterolemia,” jelasnya.
 
Pemberian ekstrak bekatul terfermentasi dosis 2205 mg/kgBB pada tikus mampu mencegah kenaikan kadar LDL. Selain itu, juga dapat menurunkan kadar HDL pada kondisi hiperkolesterolemia mendekati kondisi sehat.“Untuk selanjutnya kami masih melakukan analisis terhadap kadar SCFA sekum pada tikus hiperkolesterolemia yang diberi ekstrak BEAR-CHOL,” tutupnya. (BS02)
T#g:BekatulDarahKesehatanKolesterolpadi
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    Resmikan Stroke Center, Wagub Sumut Harapkan Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan

    Beritasumut.com-Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah meresmikan  Stroke Center yang berada di Lantai 10, Rumah Sakit U

  • 6 hari lalu

    Inilah Peraturan Pemerintah Nomor 88 Tahun 2019 Tentang Kesehatan Kerja

    Beritasumut.com-Dengan pertimbangan dalam rangka memberikan pelindungan bagi pekerja agar sehat, selamat, dan produktif, pemerintah memandang perlu

  • 2 minggu lalu

    Ratusan Prajurit dan PNS TNI Donorkan Darah bersama PMI Sukabumi

    Beritasumut.com-Masih merayakan momen Natal 2019 lalu, ratusan Prajurit dan PNS di lingkungan Mabes TNI, TNI AD, TNI AL dan TNI AU melaksanakan keg

  • 2 minggu lalu

    Prajurit TNI Yonif RK 136 TS Donorkan Darah

    Beritasumut.com-Sebanyak 21 Prajurit TNI Batalyon Infanteri Raider Khusus 136/Tuah Sakti (Yonif RK 136/TS) yang tergabung dalam Satuan Tugas Operas

  • satu bulan lalu

    Pekerja Migran Indonesia di Brunei Darussalam Ikuti Sosialisasi dan Edukasi Kesehatan

    Beritasumut.com-"Saya ingin semua WNI yang bekerja di Brunei Darussalam sehat semuanya dan bisa bekerja dengan baik. Jangan ada lagi WNI yang

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.