Rabu, 20 November 2019

Bayi Usia Satu Bulan Bisa Terserang Kanker

Minggu, 19 Februari 2017 22:31:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ilustrasi
Beritasumut.com-Deteksi dini pada kanker anak sangat penting untuk dilakukan oleh orang tua. Pasalnya, kanker anak ini dapat mulai menyerang pada bayi, bahkan ketika usianya masih berumur satu bulan.
 
Dokter spesialis anak, dr Selvi Nafianti MKed (Ped) SpA (K) mengatakan, kanker yang dapat menyerang bayi tersebut umumnya adalah kanker darah atau disebut leukimia. Tentu menurutnya, orang tua harus mewaspadainya.
 
"Kanker juga bisa diderita bayi. Bahkan sejak bayi masih diusia sebulan," ujarnya dalam seminar Waspada Kanker, Deteksi Dini dan Penanganan Kanker Anak yang diselenggarakan Smiling Kids Foundation dan LIONS Club, Sabtu (18/02/2017).
 
Selvi menjelaskan, kanker pada anak kini menjadi isu yang kerap dibicarakan. Dalam setahun, ditemukan 400 hingga 500 kasus baru kanker anak dan dalam sehari, minimal satu anak terdeteksi penyakit mematikan tersebut.
 
"Karenanya orang tua perlu mendeteksi dini kanker anak. Di Medan, kasus kanker mencapai 30 sampai 35 per bulan untuk usia berbeda-beda. Biasanya diketahui ketika anak berumur lima tahun," jelasnya.
 
Jika berat badan anak tidak bertambah sesuai usianya, orang tua perlu memperhatikan. Tidak hanya itu, jika ditemukan anak muntah di pagi hari tanpa sebab, benjolan di leher, perut dan ketiak, adanya biru-biru di seluruh tubuh dan bintik putih di mata semacam katarak juga sebaiknya dipastikan ke dokter.
 
"Gejala demam berulang tanpa sebab sering menjadi indikasi adanya penyakit. Jika anak sudah terdeteksi kanker, penyebaran sel ganas ke jaringan bisa menyebabkan pertumbuhan gigi rusak dan testis pada anak laki-laki membesar," jelasnya.
 
Ia mengatakan, 10 persen dari kasus kanker menyebabkan kematian pada anak. Terutama yang sudah stadium akhir. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kanker pada anak. Beberapa kasus karena faktor genetik. Namun ada pula dikarenakan zat kimia pada makanan, kosmetik, pupuk dan obat-obatan yang bisa menyebabkan gangguan pada sel darah.
 
"Bisa juga disebabkan karena virus eksterna, seperti hepatitis. Tetapi virus ini bisa dicegah dengan imunisasi," tuturnya.
 
Lebih lanjut, Selvi mengatakan, kanker bukan penyakit menular. Kondisi ini terjadi karena sel kehilangan kendali, pertumbuhan sel seseorang tidak sesuai mekanisme normal. Kemudian berkembang biak dan berfungsi tidak seperti biasa. Secara garis besar, kanker pada anak terbagi dua, yaitu kanker darah dan kanker padat seperti kanker mata, leher dan otot.
 
"Kemoterapi merupakan pilihan untuk pengobatan kanker," tandasnya.
 
Dokter Spesialis Onkologi dan Radioterapi dr Juli Jamnasi menambahkan, 75 persen peluang kesembuhan bisa dirasakan anak-anak penderita kanker jika diperiksa lebih awal. Namun, jika terlambat dan terdeteksi sudah stadium akhir, hanya 25 persen anak yang bisa diselamatkan.
 
Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan keterlambatan mendeteksi kanker pada anak. Di antaranya, kesulitan orangtua tentang pemahaman kanker dan masalah ekonomi. Bahkan anak sering terdeteksi tidak sengaja.
 
"Kanker darah (leukimia) dan kanker susunan saraf pusat mendominasi lebih dari 50 persen kasus kanker anak. Saat ini, fasilitas radioterapi untuk pengobatan kanker hanya ada di Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Sumatera Barat," sebutnya.
 
Ia menyarankan, mencegah kanker anak dapat dilakukan dengan pre-marital counseling, menerapkan pola hidup sehat dan menghindari pernikahan sesama kerabat dekat yang beresiko tinggi. Orang tua harus mewaspadai benjolan membesar pada tubuh anak, mata berbinar seperti mata kucing, juling atau menonjol keluar serta berdarah, kejang, perubahan kebiasaan buang air besar dan demam lebih dari tujuh hari.
 
Pengobatan kasus kanker, lanjutnya, tergantung pada keahlian tenaga medis, ketersediaan infrastruktur dan alat terapi canggih untuk bedah dan kemoterapi. Kesiapan fisik, mental pasien serta dukungan moril dan materil juga sangat diperlukan.
 
"Perkiraan biaya kanker dan terapinya sampai sembuh itu mencapai Rp 250 juta hingga Rp 300 juta. Kanker ini penyakit kompleks. Kalau pemeriksaan dini dilakukan, 50 persen kasus bisa dicegah," pungkasnya.(BS07)
 
T#g:ASIBayiKanker
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 jam lalu

    Terkait Pembuangan Bangkai Babi, Polisi Periksa Tiga Orang Peternak

    Beritasumut.com-Sebanyak 3 orang peternak diperiksa polisi, pasca diamankannya penarik becak bernama Senang Hati Bulolo (sebelumnya disebut Sinar H

  • 32 menit lalu

    Dongkrak Harga Sawit, Menko Perekonomian Ajak Malaysia Implementasikan Program Mandatori B30

    Beritasumut.com-Usai menghadiri The 2nd Ministeral Meeting of Palm Oil Producting Countries, delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Koordina

  • 2 jam lalu

    Plt Walikota Medan Silaturahmi dengan Kapolrestabes Medan

    Beritasumut.com-Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi melakukan kunjungan ke Mapolrestabes Medan, Jalan HM Said, Medan, S

  • 3 jam lalu

    Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Kutalimbaru

    Beritasumut.com-Tim Pegasus Polsek Kutalimbaru kembali menangkap seorang pengedar narkotika jenis sabu di Perumahan Bumi Tuntungan Sejahtera, Blok

  • 4 jam lalu

    Terinspirasi Konsep Tri Hita Kirana, CEO Village at The Legacy Resort Hadir di Bali

    Beritasumut.com-Bali Timur berkembang begitu pesat, dengan serangkaian tempat rekreasi dan wisata seperti Elephant Park, arung jeram di Sungai Ayun

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.