Rabu, 23 Oktober 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Batan Produksi Obat Pereda Sakit pada Penderita Kanker

Batan Produksi Obat Pereda Sakit pada Penderita Kanker

Minggu, 07 April 2019 12:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Para pengidap penyakit kanker kini dapat bernafas lega, karena rasa sakit yang selama ini dirasakan dapat dikurangi dengan Samarium (Sm) 153 EDTMP, yakni sebuah radiofarmaka yang dihasilkan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR), Rohadi Awaludin.
 
Sm 153 ETDMP menurut Rohadi, merupakan produk penelitian BATAN yang bermanfaat di dunia kesehatan, khususnya sebagai obat terapi paliatif atau penghilang rasa sakit pada penderita kanker. “Untuk mengurangi rasa sakit itu secara konvensional mereka biasanya menggunakan obat-obatan analgesik atau penghilang rasa sakit seperti morfin. Namun hal ini tidak bertahan lama, sedangkan apabila mengunakan Sm 153 EDTMP ini bisa bertahan 1-2 bulan,” ujarnya dilansir dari laman ristekdikti, Minggu (07/04/2019).
 
Kelebihan lainnya, tambah Rohadi, produk ini tidak menimbulkan efek ketagihan dan fly seperti bila menggunakan morfin, sehingga penderita kanker dapat beraktivitas dengan normal. Melalui PT. Kimia Farma, produk ini telah dipasarkan kepada beberapa rumah sakit agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.
 
Untuk memenuhi kebutuhan radiofarmaka di dalam negeri, Rohadi menjelaskan, pihaknya terus melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan penguasaan teknologi nuklir khususnya dalam memproduksi radiofarmaka. “Selain Sm 153 EDTMP, Batan juga menghasilkan kit radiofarmaka MIBI yang digunakan untuk mendeteksi fungsi jantung, kit radiofarmaka MDP yang difungsikan untuk mengetahui adanya kanker tulang primer maupun metastase tulang, kit radiofarmaka DTPA untuk mengetahui fungsi ginjal dan MIBG bertanda I-131 untuk terapi kanker neuroendokrin,” tambahnya.
 
Dalam memproduksi radiofarmaka tersebut, tutur Rohadi, beberapa kendala yang dihadapi yakni produk ini mempunyai sifat radioaktif yang memiliki waktu paruh yang pendek. Akibatnya produk harus segera digunakan setelah dibuat dan tidak disimpan dalam waktu yang lama.“Untuk itulah, diperlukan perencanaan produksi yang sangat cermat dengan memperhatikan sarana pengangkutan yang cepat khususnya untuk daerah luar Jakarta. Saat ini produksi radiofarmaka dilakukan di Jakarta,” jelasnya.
 
Agar produk radiofarmaka ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkannya, Rohadi berharap, fasilitas kedokteran nuklir di Indonesia diperbanyak, mengingat sampai saat ini baru ada 14 fasilitas kedokteran nuklir. Dari jumlah itupun beberapa diantaranya masih menghadapi kendala pengoperasian yakni Sumber Daya Manusia (SDM) dan peralatan.
 
“Kami berharap pihak Kementerian Kesehatan memberikan perhatian yang lebih terhadap kondisi fasilitas kedokteran nuklir, khususnya dalam pengembangan SDM dan pemenuhan peralatan. Ada gagasan bahwa beberapa rumah sakit akan dijadikan sebagai pusat penanganan kanker (oncology center),” tuturnya.
 
Manager Pengembangan Bisnis Organik, Kimia Farma, Wida Rahayu mengatakan, pihaknya berharap produk radiofarmaka yang dihasilkan BATAN mampu bersaing dengan produk impor. Selain itu yang terpenting adalah kontinuitas ketersediaan produk dan stabilitas harga dapat dijaga.“Secara teknis diharapkan kedepannya akan muncul produk inovatif di bidang kesehatan dari hasil penelitian dan pengembangan antara Batan dengan Kimia Farma,” ujar Wida.
 
Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan radiofarmaka yang terus meningkat, diperlukan peningkatan kapasitas dan kualitas produk serta membuat strategi agar ketersediaan radiofarmaka dapat terjamin. “Kami berharap BATAN dan Kimia Farma akan terus berupaya meningkatkan kualitas produknya melalui inovasi yang berkesinambungan dan meningkatkan kapasitas produknya agar kontinuitas produk terjaga,” pungkasnya.(BS09)
 
T#g:BatanKanker
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • kemarin

    129 Pejabat Polda Sumut Dimutasi dan Terima Promosi Jabatan

    Beritasumut.com-Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) melakukan mutasi terhadap 129 jabatan di jajarannya. Mutasi ini tertuang dalam Surat

  • 2 minggu lalu

    Satgas Yonif 411 Kostrad Gelar Posyandu dan Pengobatan Gratis di Perbatasan RI-PNG

    Beritasumut.com-Sebagai wujud kepedulian kepada pertumbuhan dan gizi balita serta ibu hamil, prajurit Batalyon Infanteri Mekanis Raider (Yonif MR)

  • 3 minggu lalu

    Satgas Konga RDB MONUSCO Berhasil Peroleh Senjata dari Ex-Combatan Kabege Kongo

    Beritasumut.com-Sebanyak 48 pucuk senjata yang terdiri dari, 41 pucuk AK-47, 1 pucuk Mortir 60 LR, 2 pucuk Machine Gun, 2 pucuk RPG, 2 pucuk senjat

  • 4 minggu lalu

    Eks Combatan Kongo Kembali Serahkan Senjata ke Satgas TNI Konga

    Beritasumut.com-Kelompok Ex-Combatan kelompok bersenjata Kabege atau mai-mai kembali menyerahkan satu pucuk senjata jenis AK-47, satu magazen dan 1

  • satu bulan lalu

    Panglima TNI Sematkan Tanda Kehormatan untuk 91 Pati TNI

    Beritasumut.com-Sebanyak 91 Perwira Tinggi (Pati) TNI, menerima Tanda Kehormatan dari negara berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesi

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.