Senin, 18 November 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Ayo Tingkatkan Pemanfaatan Buku KIA untuk Pantau Kesehatan Ibu dan Anak

Ayo Tingkatkan Pemanfaatan Buku KIA untuk Pantau Kesehatan Ibu dan Anak

Rabu, 19 September 2018 23:05:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Upaya kesehatan ibu dan anak, penyelenggaraan imunisasi, serta pemberian vitamin A pada bayi, Balita dan ibu nifas mengamanahkan pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk menyiapkan dan menjaga kehamilan, agar persalinan sehat dan selamat serta melahirkan bayi yang sehat dan bertumbuh kembang optimal.
 
Untuk menunjang pelayanan kesehatan ibu dan anak tersebut, diperlukan media komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) dan pencatatan yang efektif dan efisien. Untuk itu, Kementerian Kesehatan menetapkan bahwa buku kesehatan ibu dan anak (Buku KIA) menjadi satu-satunya alat pencatatan pelayanan kesehatan ibu dan anak sejak ibu hamil, melahirkan dan selama nifas hingga bayi yang dilahirkan berusia 5 tahun, termasuk pelayanan imunisasi, gizi, tumbuh kembang anak dan KB (SK Menkes Nomor 284/Menkes/SK/III/2004).
 
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dr. Kirana Pritasari, MQIH, menyatakan bahwa kebijakan Buku KIA sebagai telah lama ditetapkan, namun hingga saat ini, komitmen dalam pemanfaatannya di masyarakat masih belum sesuai harapan, sehingga perlu penguatan terutama kelengkapan pengisiannya oleh petugas kesehatan, kader dan orangtua. Buku KIA sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak, karena berisi informasi kesehatan, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan meliputi imunisasi, gizi seimbang dan Vitamin A.
 
Pesan penguatan pemanfaatan Buku KIA disampaikan pada Workshop Advokasi Pemanfaatan Buku KIA untuk Kesehatan Ibu, Anak, dan Gizi dalam memperkuat Suplementasi Vitamin A dengan tujuan untuk memperoleh komitmen, dukungan kebijakan dan implementasi untuk penerapan buku KIA di seluruh provinsi.
 
Upaya advokasi ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Nutrition International, sebagai mitra pembangunan yang mendukung sosialisasi penggunaan buku KIA kepada lintas program dan lintas sektor terkait sehingga dapat meningkatkan integrasi pemanfaatan Buku KIA. Mengundang lebih dari 130 undangan yang berasal dari 34 provinsi, workshop ini menghadirkan berbagai narasumber yang menguatkan kebijakan penerapan Buku KIA di lapangan.
 
Kementerian Kesehatan telah mencetak dan mendistribusikan Buku KIA ke daerah sejumlah 94% dari jumlah sasaran ibu hamil, dan seluruh Puskesmas telah menerima Buku KIA yang didistribusikan Dinas Kesehatan Kab/Kota. Namun data survei kesehatan nasional (Sirkesnas 2016) menunjukkan sebanyak 81,5% ibu hamil menyatakan memiliki Buku KIA, namun hanya 60,5% di antaranya yang bisa menunjukkan buku KIA.
 
Tahun 2016, Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan melakukan monitoring dan evaluasi terkait pemanfaatan buku KIA di 9 Kabupaten/Kota fokus Toba Samosir, Ogan Komering Ilir (OKI), Kota Bandar Lampung, Kota Tangerang, Jakarta Timur, Kota Bogor, Sukoharjo, Nganjuk dan Gowa yang menunjukkan hanya 18% yang diisi lengkap dengan tingkat keterisian paling banyak pada pelayanan kesehatan masa kehamilan dan bayi baru lahir.
 
Hasil analisis data Riskesdas 2013 dan Sirkesnas 2016 menunjukkan terdapat keterkaitan antara kepemilikan Buku KIA dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Ibu yang memiliki buku KIA lebih sering melakukan pemeriksaan kehamilan, lebih banyak bersalin dengan pertolongan tenaga kesehatan dan lebih banyak bersalin di fasilitas kesehatan dibandingkan ibu yang tidak memiliki Buku KIA. Bayi dari ibu yang memiliki Buku KIA juga lebih banyak mendapat imunisasi dasar lengkap daripada bayi dari ibu yang tidak memiliki Buku KIA, sehingga dapat disimpulkan bahwa Buku KIA berdampak positif pada perubahan perilaku ibu.“Secara garis besar, terdapat dua elemen penting dari Buku KIA, yaitu media informasi dan media pencatatan (monitoring) di keluarga/masyarakat,” ungkap dr. Kirana.
 
Buku KIA mengintegrasikan beberapa catatan kesehatan di komunitas seperti Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk mengukur pertumbuhan dan perkembangan bayi balita, kartu imunisasi, kartu ibu dan beberapa hal lainnya. Buku KIA berisi informasi penting mengenai kesehatan ibu dan anak yang perlu dilakukan oleh ibu, suami dan keluarganya secara singkat dan padat, termasuk mengenai kewaspadaan keluarga dan masyarakat akan kesakitan dan masalah kegawatdaruratan pada ibu hamil, bayi baru lahir dan balita, sehingga pada akhirnya buku KIA menyumbang penurunan angka kematian bayi dan balita.
 
Manfaat Buku KIA tidak saja pada sektor kesehatan, tetapi sudah diintegrasikan dengan sektor lain, di antaranya surat keterangan lahir untuk mempermudah mendapatkan akte, buku pegangan pendamping Program Keluarga Harapan, sebagai media pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak anak di PAUD, Bina Keluarga Balita dan lain-lain.
 
Untuk dapat mencapai pemanfaatan buku KIA yang optimal, petugas kesehatan tidak dapat bekerja sendiri, melainkan harus merangkul seluruh komponen masyarakat di antaranya Tim Penggerak PKK yang aktif berperan dalam pelaksanaan program kesehatan di lapangan. PKK diharapkan dapat menggugah keluarga/masyarakat agar termotivasi untuk memanfaatkan dan menerapkan isi buku KIA dalam perawatan kesehatan ibu dan anaknya.
 
“Perlu keterlibatan lintas program terkait dalam mengoptimalkan pemanfaatan Buku KIA, terutama komitmen petugas kesehatan dalam penggunaan dan pengisian Buku KIA sebagai instrument dalam pemberian KIE dan pencatatan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Selain itu juga dibutuhkan kesadaran para ibu (orang tua) untuk menyimpan dan selalu membawa buku KIA saat melakukan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan,” imbuh dr. Kirana.(Rel)
T#g:AnakBuku KIAHamilIbuKB
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Bupati Deli Serdang Terima Anugerah Kihajar 2019 dari Kemendikbud

    Beritasumut.com - Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan menerima Anugerah Kihajar 2019 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Anugerah ini dibe

  • 6 hari lalu

    Terkait Pembuangan Babi Mati ke Sungai, Polsek Percut Awasi Peternakan Babi

    Beritasumut.com-Polsek Percut Sei Tuan gerak cepat untuk memantau pembuangan bangkai babi ke Sungai Percut Bagan, Desa Sampali, Kecamatan Percut Se

  • 6 hari lalu

    Polisi Belum Tangkap Penganiaya Wanita Hamil, Alasannya karena Visum

    Beritasumut.com-Polsek Helvetia hingga saat ini belum mampu menangkap pelaku penganiayaan terhadap seorang wanita yang tengah hamil 6 bulan. &n

  • satu minggu lalu

    Peringatan Maulid Nabi, Danyonarmed 12/ Divif 2 Kostrad Santuni Anak Yatim

    Beritasumut.com-Memperingati Maulid Nabi Muhammad saat ini, berbagai kegiatan pun mulai digelar oleh seluruh Satuan TNI-AD. Seperti yang berlangsun

  • 2 minggu lalu

    Kabupaten Deli Serdang Jadi Model Pesantren Ramah Anak di Sumut

    Beritasumut.com-Sebagai upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di Pondok Pesantren, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPP

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.