Rabu, 20 November 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Awas, Tekanan Psikologis Dapat Menjadi Sumbur Penyakit Berbahaya

Awas, Tekanan Psikologis Dapat Menjadi Sumbur Penyakit Berbahaya

Senin, 15 Mei 2017 23:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Psikolog Khairtati Purnama Nasution MPsi mengungkapkan tekanan psikologis yang dihadapai seseorang dapat memengaruhi kondisi fisik. Bahkan fatalnya, hal tersebut dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit, mulai dari yang ringan hingga berat."Tidak hanya menjadi penyebab sakit kronis seperti kanker. Intinya semua penyakit berawal dari suasana hati," ujarnya saat ditemui wartawan, Senin (15/05/2017).
 
Khairati menjelaskan, seseorang dengan suasana hati yang sangat buruk akan mengganggu kondisi kejiwaannya. Selanjutnya hal itu tentu akan menggangu kondisi fisiknya."Itu sebabnya masyarakat diminta tidak terlalu membuat suasana hatinya buruk, yang akan berpengaruh pada kesehatan," tegasnya.
 
Dalam hal penyembuhan penyakit yang diduga terkait psikologis, menurutnya peranan psikolog sangat penting. Penderita bisa dimotivasi untuk merasakan hidup lebih baik."Jika penyakitnya sudah parah, apalagi menjelang kematian, psikolog bisa memotivasi atau bagaimana mengarahkan agar penderita bisa menikmati hidup dan tidak terlalu cemas karena dapat semakin memperparah penyakitnya," terangnya.
 
Lebih jauh dia mengatakan, penyakit tidak bisa hanya disembuhkan oleh dokter. Bantuan psikologis juga sangat penting mendukung pemulihan kondisi jiwa penderita, karena sikap apatis dan pesimis akan membuat kondisi penderita semakin buruk."Kita bermitra dengan dokter untuk kesembuhan. Ketika dokternya menyenangkan itu sudah cukup membantu meringankan beban psikologis pasien. Bukan hanya obat, tetapi keinginan pasien untuk sembuh, keluarga juga perlu diberi pemahaman," paparnya.
 
Sebelumnya, Dr dr Elmeida Effendy MKed KJ SpKJ (K) juga menyebutkanm pada umumnya pasien penyakit kronis akan fokus hanya pada pengobatan sakitnya. Namun, jarang sekali memperhatikan kondisi psikologisnya.
 
Depresi menjadi salah satu dampak yang menyertai penderita penyakit, baik berupa gejala depresi maupun gangguan depresif. Penyakit kronis yang dimaksud contohnya, diabetes, stroke, hipertensi, jantung dan lainnya. "Peranan psikiater dalam manajemen penyakit kronis sangat perlu. Hal ini mencakup memahami reaksi normal bagaimana ketika pasien diberitahu mengalami suatu penyakit kronis, penilaian kondisi psikis dan penatalaksanaan kondisi psikisnya," pungkasnya. (BS03)
 
T#g:EmosiPenyakitpsikologisStres
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Penyebab Kebutaan Terbesar di Indonesia, Salah Satunya di Sumut

    Beritasumut.com-Hasil Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2014-2016 oleh Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia

  • satu bulan lalu

    RSUP Adam Malik Pulangkan 2 Pasien Suspect Difteri

    Beritasumut.com-Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik mengaku kembali memulangkan 2 pasien suspect difteri yang mereka rawat. Keduanya pasi

  • 2 bulan lalu

    Masyarakat Medan Diminta Tak Panik Terkait Adanya Kasus Suspect Difteri

    Beritasumut.com-Masyarakat di Kota Medan diminta untuk tidak panik terkait adanya sejumlah kasus suspect difteri. Hal tersebut ditegaskan Tim KLB (

  • 2 bulan lalu

    Transisi Pola Hidup Sebabkan Peningkatan Kasus Penyakit Jantung

    Beritasumut.com-Berdasarkan data Sample Registration System (SRS) 2014, penyakit jantung menduduki peringkat kedua tertinggi setelah stroke untuk t

  • 2 bulan lalu

    Inilah Penyakit yang Paling Banyak Diidap Masyarakat

    Beritasumut.com-Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) merupakan masalah kesehatan utama di negara maju maupun negara berkembang. Hip

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.