Kesehatan

Awas, Tekanan Psikologis Dapat Menjadi Sumbur Penyakit Berbahaya


Awas, Tekanan Psikologis Dapat Menjadi Sumbur Penyakit Berbahaya
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Psikolog Khairtati Purnama Nasution MPsi mengungkapkan tekanan psikologis yang dihadapai seseorang dapat memengaruhi kondisi fisik. Bahkan fatalnya, hal tersebut dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit, mulai dari yang ringan hingga berat."Tidak hanya menjadi penyebab sakit kronis seperti kanker. Intinya semua penyakit berawal dari suasana hati," ujarnya saat ditemui wartawan, Senin (15/05/2017).
 
Khairati menjelaskan, seseorang dengan suasana hati yang sangat buruk akan mengganggu kondisi kejiwaannya. Selanjutnya hal itu tentu akan menggangu kondisi fisiknya."Itu sebabnya masyarakat diminta tidak terlalu membuat suasana hatinya buruk, yang akan berpengaruh pada kesehatan," tegasnya.
 
Dalam hal penyembuhan penyakit yang diduga terkait psikologis, menurutnya peranan psikolog sangat penting. Penderita bisa dimotivasi untuk merasakan hidup lebih baik."Jika penyakitnya sudah parah, apalagi menjelang kematian, psikolog bisa memotivasi atau bagaimana mengarahkan agar penderita bisa menikmati hidup dan tidak terlalu cemas karena dapat semakin memperparah penyakitnya," terangnya.
 
Lebih jauh dia mengatakan, penyakit tidak bisa hanya disembuhkan oleh dokter. Bantuan psikologis juga sangat penting mendukung pemulihan kondisi jiwa penderita, karena sikap apatis dan pesimis akan membuat kondisi penderita semakin buruk."Kita bermitra dengan dokter untuk kesembuhan. Ketika dokternya menyenangkan itu sudah cukup membantu meringankan beban psikologis pasien. Bukan hanya obat, tetapi keinginan pasien untuk sembuh, keluarga juga perlu diberi pemahaman," paparnya.
 
Sebelumnya, Dr dr Elmeida Effendy MKed KJ SpKJ (K) juga menyebutkanm pada umumnya pasien penyakit kronis akan fokus hanya pada pengobatan sakitnya. Namun, jarang sekali memperhatikan kondisi psikologisnya.
 
Depresi menjadi salah satu dampak yang menyertai penderita penyakit, baik berupa gejala depresi maupun gangguan depresif. Penyakit kronis yang dimaksud contohnya, diabetes, stroke, hipertensi, jantung dan lainnya. "Peranan psikiater dalam manajemen penyakit kronis sangat perlu. Hal ini mencakup memahami reaksi normal bagaimana ketika pasien diberitahu mengalami suatu penyakit kronis, penilaian kondisi psikis dan penatalaksanaan kondisi psikisnya," pungkasnya. (BS03)
 

Tag:EmosiPenyakitpsikologisStres