Jumat, 15 November 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Aspek Psikologi Penderita Penyakit Kronis Perlu Diperhatikan

Aspek Psikologi Penderita Penyakit Kronis Perlu Diperhatikan

Senin, 01 Mei 2017 22:30:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ilustrasi
Beritasumut.com-Depresi menjadi salah satu dampak yang menyertai penderita penyakit kronis seperti diabetes, stroke, hipertensi, dan jantung. Namun pada umumnya, pasien penyakit kronis hanya akan fokus pada pengobatan sakitnya, dan jarang sekali memperhatikan aspek psikologisnya.
 
"Peranan psikiater dalam manajemen penyakit kronis sangat perlu. Hal ini mencakup memahami reaksi normal bagaimana ketika pasien diberitahu mengalami suatu penyakit kronis, penilaian kondisi psikis dan penatalaksanaan kondisi psikisnya," ujar Dr dr Elmeida Effendy MKed KJ SpKJ (K) melalui telepon, Senin (01/05/2017). 
 
Selama ini, ujar Elmeida, kondisi psikologis pasien terlewatkan dan menyebabkan pasien tidak sembuh -sembuh. Depresi membuat penderita banyak keluhan, menjadikan biaya pengobatan bertambah mahal serta angka kesakitan dan kematian meningkat.
 
"Perlu juga diperhatikan interaksi obat yang dikonsumsi pasien. Tak jarang obat tertentu yang dimakan bahkan dapat mencetuskan terjadinya depresi," ungkapnya.
 
Lebih lanjut ia menuturkan, hingga saat ini, sangat jarang sekali penderita dan dokter yang memperhatikan kondisi psikologis pasien penyakit kronis. Padahal, psikiater memiliki peranan dalam hal ini.
 
"Biasanya dokter hanya sibuk memfokuskan manajemen pasien terhadap kondisi fisik saja sehingga terlupakan kondisi psikologisnya," jelasnya.
 
Menurutnya, dokter umum atau keluarga perlu memperhatikan aspek psikologis dari pasien yang mengalami penyakit fisik. Ketika seseorang diberitahukan mengidap penyakit kronis, akan terdapat reaksi -reaksi seperti penolakan atau tidak percaya mengalami penyakit tersebut.
 
"Ada yang langsung depresi dan merasa tidak berharga, tidak berguna. Ada juga yang mau menerima kondisinya sekarang. Reaksinya berbeda-beda," jelasnya.
 
Selain itu sambung Elmeida, ada pula yang marah karena harus menderita penyakit tersebut dan bukan orang lain. Beberapa juga merespon bahwa meski mengalami sakit kronis paling tidak masih punya kesempatan hidup beberapa tahun lagi.
 
"Keluarga pasien yang terpelajar umumnya mulai memperhitungkan kondisi psikologis pasien. Beberapa ada yang sudah membawa ke psikiater untuk membantu pasien menerima penyakit dan kondisi tersebut," pungkasnya.(BS07)
T#g:kronispenyakit kronispsikologpsikologis
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Gangguan Kejiwaan Butuh Penanganan Cepat, Sayangnya Berobat ke Psikiater Masih Dianggap Memalukan

    Beritasumut.com-Membawa anggota keluarga berobat ke psikiater, masih dianggap hal yang memalukan bagi sebagian besar warga Kota Medan. Padahal perm

  • 8 bulan lalu

    Terima Audiensi Mahasiswa USU, Wagub Berpesan Tetap Jaga Kekompakan

    Beritasumut.com-Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah berpesan kepada para mahasiswa agar tetap menjaga kekompakan dan tidak t

  • 10 bulan lalu

    TNI Akan Lakukan Operasi Psikologi dan Teritorial di Papua

    Beritasumut.com-TNI akan melakukan operasi psikologi dan operasi teritorial di Papua, sehingga rakyat Papua ketika melihat TNI berbaju loreng turun

  • 12 bulan lalu

    Tim Psikologi TNI Berikan Dukungan Psikososial kepada Siswa di Sigi, Sulteng

    Beritasumut.com-Tim Psikologi TNI pasca bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah, melaksanakan kegiatan bantuan 'Dukungan

  • tahun lalu

    Ribuan Anak di Lombok Antusias Ikuti Permainan Tim Psikologi TNI

    Beritasumut.com-Untuk membantu pemulihan trauma yang dialami warga khususnya anak-anak pasca gempa bumi di Lombok, Tim Psikologi TNI yang tergabung

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.