Kamis, 27 Februari 2020
  • Home
  • Kesehatan
  • Antisipasi nCoV, Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan di Pintu Masuk Darat, Laut dan Udara

Antisipasi nCoV, Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan di Pintu Masuk Darat, Laut dan Udara

Minggu, 26 Januari 2020 08:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa pemerintah memperketat pintu masuk negara dengan menyiagakan alat deteksi berupa thermo scanner guna mencegah Novel Coronavirus (2019-nCoV) masuk ke Indonesia. Melalui alat tersebut, nantinya para penumpang bisa dideteksi sejak dini apakah ada potensi gejala terjangkit virus tertentu.
 
"Sudah saya cegat (hadang) di bandara, itu concern saya yang dari luar terutama yang dari Tiongkok maupun wabah dari negara mana, kita selalu detect lewat thermal scan, kalau pun tidak ada demamnya itu bisa terlihat apakah ada tanda-tanda flu, semua alat yang ada di bandara, pelabuhan dan jalan darat sudah siap 24 jam," kata Menkes Terawan dilansir dari laman kemkes.go.id, Minggu (26/01/2020).
 
Peningkatan kewaspadaan ini dilakukan seiring dengan kejadianan penularan di Kota Wuhan, Tiongkok.Hingga kini, sebanyak 135 thermo scanner telah diaktifkan di 135 pintu masuk negara baik darat, laut maupun udara, memberikan health alert card, memberikan KIE kepada penumpang, menyiapkan 100 RS rujukan infeksi emerging, berkolaborasi lintas sektor serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dampak kesehatan akibat virus tersebut.
 
"Antisipasi kita lakukan terus menerus, mulai dari pintu bandara, mulai edukasi kepada masyarakat. Saya kan sudah utarakan di media massa berlakulah hidup sehat, kalau batuk ya ditutup, kalau sedang flu ya pakai masker, jangan sampai menulari temannya," ujar Menkes.
 
Lebih lanjut, kendati ada tanda-tanda yang menyerupai gejala tertular Novel Coronavirus, Menkes mengingatkan agar proses diagnosis tidak dilakukan sembarangan. Penyebabnya harus diketahui secara detail terutama riwayat perjalanan yang dilakukan serta riwayat interaksinya."Di waspadai nomor satu adalah riwayat perjalanannya, itu sangat penting, atau kontak dengan siapa, itulah yang harus kita tahu," terang Menkes.
 
Menurutnya, dengan melakukan pengecekan secara detail dan lengkap, merupakan langkah penting supaya tidak terjadi kesalahan diagnosis, yang justru menimbulkan kesimpangsiuran berita dan kekhawatiran masyarakat. Hal ini mengingat dampak yang ditimbulkan dari pemberitaan ini sangatlah luas dan besar, bukan hanya kesehatan namun juga perekonomian negara.
 
Sebelumnya diberitakan, pada 31 Desember 2019 sampai 5 Januari 2020, di Kota Wuhan, Cina, dilaporkan 59 kasus dengan gangguan pernapasan (pneumonia) dan dirawat di rumah sakit. 7 orang dalam kondisi kritis dan 2 orang meninggal pada tanggal 16 dan 17 Januari 2020.
 
Saat ini sudah diketahui penyebabnya adalah novel Coronavirus (2019-nCoV) yaitu jenis virus baru yang satu family dengan virus penyebab SARS dan MERS.Kasus yang perlu dicurigai terinveksi nCoV adalah Penderita infeksi saluran pernapasan akut berat (Severe Acute Respiratory Infection/SARI), dengan riwayat demam dan batuk serta penyebab yang belum pasti, memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina dalam waktu 14 hari sebelum timbulnya gejala.
 
Kemudian, seseorang yang sakit dengan gejala klinis yang tidak biasa, kemudian terjadi penurunan kondisi umum mendadak meskipun telah menerima pengobatan yang tepat, tanpa memperhatikan tempat tinggal atau riwayat perjalanan.Penderita Infeksi Saluran Pernapasan akut (ISPA) ringan atau berat, yang dalam 14 hari sebelum timbulnya penyakit, telah terpajan dengan kontak erat dengan kasus positif infeksi nCoV, mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan di negara-negara terjangkit nCoV, mengunjungi atau bekerja di pasar hewan di Wuhan, Cina serta memiliki riwayat kontak dengan hewan (jika hewan penular sudah teridentifikasi) di negara terjangkit nCoV pada hewan atau pada manusia akibat penularan hewan (zoonosis).(BS09)
 
T#g:CoronaVirusVirus CoronanCoV
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Usai Dipulangkan, Pemerintah Terus Pantau Kondisi Kesehatan 238 WNI dari Natuna

    Beritasumut.com-Pemerintah memastikan proses pengembalian 238 warga negara Indonesia (WNI) dari Natuna setelah melewati masa observasi selama 14 ha

  • 2 minggu lalu

    Temui Kadinkes Sumut, Pria Penyebar Info Virus Corona Masuk Medan Minta Maaf

    Beritasumut.com-Setelah videonya sempat viral di dunia maya, F mengakui kalau dirinya salah karena langsung mempercayai informasi yang didapatnya t

  • 2 minggu lalu

    Batik Air Apresiasi 18 Awak Pesawat Penerbangan 'Misi Kemanusiaan' Rute Soekarno-Hatta Tangerang-Wuhan-Batam

    Beritasumut.com-Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group memberikan keterangan resmi terkait penyambutan kedatangan 18 awak pesawat

  • 2 minggu lalu

    Akhyar Nasution Sebut Seluruh Puskesmas di Kota Medan Siap Antisipasi Virus Corona

    Beritasumut.com-Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Kesehatan Kota Medan terus melakukan antisipasi agar warga Kota Medan tidak terkena vir

  • 2 minggu lalu

    Kogasgabpad Sosialisasi Penanganan Virus Corona di Natuna

    Beritasumut.com-Pangkogabwilhan I Laksdya TNI Yudo Margono SE MM, selaku Pangkogasgabpad Operasi Bantuan Kemanusiaan Natuna, dalam hal ini diwakili

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.