Kesehatan

Aneurisma, Pelebaran Pembuluh Darah Otak yang Bisa Sebabkan Kematian Mendadak


Aneurisma, Pelebaran Pembuluh Darah Otak yang Bisa Sebabkan Kematian Mendadak
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Aneurisma otak merupakan istilah yang mulai banyak dikenal masyarakat awam sebagai pelebaran pembuluh darah otak yang dapat berakibat fatal. Pembuluh darah yang berbentuk gelendong maupun yang menyerupai buah beri akan rentan pecah dan menyebabkan gejala yang mendadak seperti nyeri kepala hebat maupun gejala stroke.
 
Kejadian aneurisma otak sering tidak diketahui sampai orang tersebut mengalami stroke atau kematian mendadak. Diperkirakan, 6 dari 100 orang memiliki aneurisma otak.
Aneurisma  pada umumnya terjadi pada orang dewasa di atas 40 tahun,  angka kematian lebih dari 50% dengan jumlah  penderita wanita lebih dominan  dibandingkan pria dengan perbandingan 3:1. 
 
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terkena aneurisma, di antaranya tekanan darah tinggi, aterosklerosis, kolesterol, trauma atau cedera, merokok dan penggunaan tembakau, infeksi darah, usia tua, penyakit ginjal polikistik, alkoholisme, diabetes, dan faktor turunan.
 
Menurut Dr Asra Al Fauzi SE MM SpBS (K) dari Departemen Bedah Saraf FK Unair-RSU dr Soetomo, beberapa gejala aneurisma, di antaranya kelumpuhan sebelah anggota gerak kaki dan tangan, gangguan penglihatan, kelopak mata tidak bisa membuka secara tiba-tiba, nyeri pada daerah wajah, nyeri kepala sebelah ataupun gejala menyerupai gejala stroke. Denyut jantung dan laju pernafasan sering naik turun, kadang disertai dengan kejang, koma, sampai kematian. Tanda awal bisa terjadi dalam beberapa menit sampai beberapa minggu sebelum aneurisma pecah.
 
Saat ini, penanganan Anaeurisma sudah bisa dilaksanakan di Indonesia diantaranya dengan menggunakan metode Tehnik Operasi Lubang Kunci yang dikembangkan oleh  dr.Asra bersama tim  Surabaya Neuroscience Institute (SNei).  Pendekatan  Metode ini berbeda dengan tehnik operasi   biasa yang harus membuka tempurung kepala,  karena sayatan minimal sebesar “lubang kunci”  dan menggunakan alat-alat khusus. Dengan metode Teknik operasi lubang kunci waktu operasi menjadi  pendek, pemulihan  lebih cepat, tidak perlu rawat inap lama, serta lebih indah secara kosmetik.
 
Karena kepakarannya di bidang operasi dengan metode Lubang Kunci, dr Asra diundang menjadi pembicara dalam pertemuan ilmiah  bedah saraf tingkat dunia The European Association of Neurosurgical Societies (EANS 2017) pada tanggal 1-5 Oktober 2017 di Venice italia dengan mengangkat tema “Minimaly Invasive Keyhole Approach in Aneurism Surgery; Concept and Technic”.
 
Terapi lain adalah dengan operasi coiling, yaitu memasukkan kateter dari pembuluh darah arteri di kaki, dimasukkan terus sampai ke pembuluh darah di otak yang terkena aneurisma, dan dengan bantuan sinar X, dipasang koil logam di tempat aneurisma pembuluh darah otak tersebut. Metode ini juga bersifat non invasive  serta relatif minim resiko. 
 
Saat ini baru sedikit pakar Bedah Saraf dengan metode coiling di Indonesia,  salah satunya adalah dr Nur Setiawan Suroto Sp BS dari Brain & Spine Center Surabaya. Karena kompetensi dan pengalamannya termasuk langka, dr Iwan panggilan dari dr Nur Setiawan diangkat menjadi anggota Asosiasi Bedah Saraf Amerika.
 
Bagi pasien BPJS  juga  tidak perlu berkecil hati, karena sebagian biaya layanan operasi dengan metode coiling  sudah dicover oleh BPJS. 
 
Menurut dr Zaky Bajamal Sp BS  dari PHC Neuroscience Center Brain and Spine Care  pasien Anaeurisma tidak perlu ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. “Yang penting diperiksakan dulu, biar segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat, jika terlambat resikonya fatal,” sebutnya.(rel)

Tag:Aneurismapelebaran pembuluh darah otakpembuluh darahstroke