Senin, 21 Mei 2018
  • Home
  • Kesehatan
  • 5.000 Bayi Lahir Tuli Setiap Tahun, Ibu Hamil Disarankan Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
pilkada beritasumut.com

5.000 Bayi Lahir Tuli Setiap Tahun, Ibu Hamil Disarankan Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Senin, 12 Februari 2018 07:00:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ilustrasi
Beritasumut.com-Ketua Komite Daerah (Komda) Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) di Sumatera Utara (Sumut) Profesor Delfitri Munir SpTHT-KL (K), menyampaikan, bahwa dari setiap 1.000 kelahiran di dunia, selalu terdapat satu orang yang mengidap tuli. Sementara di Indonesia, kata dia, setiap tahun setidaknya ada sebanyak 5.000 bayi yang lahir dalam keadaan tuli.
 
Sayangnya, Delfitri menyebutkan, jumlah penderita tuli dan bisu itu angkanya tidak pernah berkurang. Malah, akan cenderung untuk selalu terus bertambah, seiring dengan pertambahan jumlah penduduk.
 
"Jadi di Indonesia, ada 5.000 orang tuli (bayi) setiap tahun lahir. Sebagiannya tentu ada di Medan dan sebagian di Sumut," ungkapnya, kepada wartawan, Minggu (11/02/2018).
 
Hal ini, jelas Delfitri, dikarenakan permasalahan bayi lahir tuli itu terutama disebabkan oleh faktor genetik (keturunan). Selain itu, juga bisa di dapat dari ibunya yang ketika hamil menderita varisela dan campak, atau penyakit-penyakit lain yang dapat mempengaruhi janin.
 
"Jadi jumlahnya memang tidak pernah berkurang, akibat kedua faktor tersebut," jelasnya.
 
Karenanya, Delfitri mengaku, PGPKT sudah berkeliling kabupaten untuk memberikan masukan kepada dokter dan bidan supaya bisa mendeteksi secara dini bayi yang lahir dalam keadaan tuli. Sehingga pada hari ketiga atau keempat usai dilahirkan, si bayi bisa dites (screening) apakah mengalami tuli atau tidak.
 
"Sejauh ini kita sudah turun di 15 Kabupaten. Jadi bidan-bidan itu sudah kita training semua, walau kini masih ada sisa. Jadi pelan-pelan kita lengkapin, karena kita memang harus keluar kota, apalagi dengan dana sendiri," ujarnya.
 
Sedangkan di Medan, lanjut dia, saat ini sudah ada tiga Rumah Sakit (RS) yang telah melakukan screning tersebut. Yakni, RS Colombia, RS Adam Malik, serta RS Stella Maris.
 
"Karena jika secara dini bisa diketahui, pada bayi berumur 6 bulan bila ia bisu dapat dipakaikan alat bantu dengar untuk mengisi girus otaknya, supaya bisa merangsang otaknya. Sehingga nanti bila tidak terlalu berat, misalkan hanya 50% hilang pendengarannya, dengan alat bantu dengar itu maka bisa naik karena distimulasi," terangnya.
 
Namun, bila hilang pendengarnnya mencapai 90% atau lebih, tidak akan mungkin dapat mengunakan alat bantu dengar untuk terapinya. Sehingga imbuh Delfitri, harus ditanamkan koklea inplan.
 
"Tetapi kalau di otaknya tidak pernah ada di isi oleh memori dengar, upaya tersebut tidak akan berperan juga. Makanya anak-anak umur 6 bulan sudah mulai terapinya dengan alat bantu dengar. Sehingga seandainya dibawah 2 tahun di operasi, maka pendengarannya bisa akan normal seperti kita," urainya.
 
Untuk itu, Delfitri mengimbau, agar bagi ibu hamil, jangan terlalu banyak keluar rumah. Karena bila sampai terinfeksi, terutama oleh virus rubella campak, bukan hanya pendengaran bayinya saja yang dapat rusak, melainkan juga mata dan jantungnya.
 
Selain itu, sambung Delfitri, untuk koklea implan, harganya juga sangat mahal yakni mencapai Rp 250 juta. Sementara BPJS Kesehatan hanya dapat menanggungnya sebesar Rp 1 juta saja.
 
"Untuk ini saya memang sudah kirim surat ke BPJS pusat supaya mohon dibantu. Tapi sampai hari ini belum ada balasan," pungkasnya.(BS04)
T#g:Bayibayi tuliDifteriIbu Hamilkelahiran bayi
ceritasumut.com
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    Pemerintah Indonesia dan Nutrition International: Meningkatkan Gizi Remaja Putri untuk Masa Depan Lebih Baik

    Beritasumut.com-Organisasi global yang berdedikasi memberikan intervensi gizi bagi mereka yang membutuhkan, Nutrition International, bekerjasama de

  • satu minggu lalu

    Temuan Mayat Bayi Hebohkan Warga Tanjung Morawa

    Beritasumut.com-Warga sekitar aliran Sungai Blumei Hulu, Gang Air Bersih, Dusun II, Desa Tanjung Morawa A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli

  • satu minggu lalu

    Bupati Pakpak Bharat Narasumber Dialog Kemitraan di Universitas Paramadina Jakarta

    Beritasumut.com-Bupati Pakpak Bharat Dr Remigo Yolando Berutu MBA MFin menjadi narasumber Dialog Kemitraan dengan tema 'Peran Kemitraan dalam M

  • 2 minggu lalu

    Mayat Orok Bayi Dibuang di Perumahan Anugerah Patumbak

    Beritasumut.com-Warga Jalan Pertahanan seputaran Jalan Bandrek, Perumahan Anugerah Patumbak Lestari, Dusun I Sigara-gara, dihebohkan dengan penemua

  • 2 bulan lalu

    Innalillahi, Bayi dengan Usus Keluar Asal Labuhanbatu Meninggal di RSUP H Adam Malik

    Beritasumut.com-Siti Rahma, bayi asal Labuhanbatu yang lahir dengan kondisi usus di luar tubuhnya akhirnya meninggal dunia, Selasa (20/03/2018). Se

  • Copyright © 2010 - 2018 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.