Kesehatan

20 Kasus Penderita Kanker Ditemukan di Medan Setiap Bulan


20 Kasus Penderita Kanker Ditemukan di Medan Setiap Bulan
beritasumut.com/ilustrasi
Beritasumut.com-Setiap harinya, Yayasan peduli kanker anak Smiling Kids Foundation (SKF) mencatat, sedikitnya 700 anak di dunia terdeteksi menderita penyakit kanker. Sementara untuk di Kota Medan, setiap bulannya ada 20 kasus yang ditangani di RSUP H Adam Malik dan juga RS Murni Teguh secara rutin.
 
"20 kasus itu hanya yang terdata. Jumlah yang belum terdeteksi mungkin lebih banyak lagi. Karena trendnya meningkat setiap tahun," ungkap Ketua SKF Jenny Ong kepada wartawan, di Medan, Sabtu (11/02/2017).
 
Jenny mengatakan, lima kanker terbanyak diderita anak yaitu, kanker darah, mata, tulang, saraf dan kelenjar ginjal. Penyakit ini umumnya menyerang anak usia di bawah lima tahun.
 
Jenny menjelaskan, dari jumlah tersebut, 60 persennya kasus kanker anak yang paling banyak diderita ialah kanker darah (leukimia). Meski ia mengakui, hingga saat ini, penyebab awal kanker anak terjadi belum dapat diketahui secara pasti.
 
"Faktor genetik hanya menyumbang 10 persen. Berbeda dengan kanker pada orang dewasa, yang disebabkan oleh pola makan dan gaya hidup," jelasnya.
 
Namun sayangnya, ujar Jenny, banyak dari 
masyarakat baru menyadari anaknya terkena kanker ketika sudah stadium akhir. Karenanya, sebagai upaya pencegahan, SKF bekerja sama dengan LIONS Club Medan akan mengedukasi masyarakat melalui seminar tentang kanker anak yang diselenggarakan Sabtu (18/02/2017) mendatang.
 
"Jika terdeteksi kanker dan anak masuk dalam kategori keluarga miskin atau tidak mampu, SKF akan memberikan pendampingan, motivasi dan edukasi. Sejak didirikan pada 2015 lalu, SKF sudah menangani dan mendampingi 50 kasus kanker anak," terangnya.
 
Penasehat SKF, Bhatara Moeda Nasution menuturkan, kurangnya kepedulian deteksi dini kanker pada anak menyebabkan proses perawatan memerlukan dana besar dan pertarungan hidup dan mati menjadi lebih riskan. Karenanya kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus berlanjut.
 
"Keadaan ini menjadi fokus kita bersama. SKF cukup berempati pada anak penderita kanker. Upayanya bagaimana agar mereka mendapat bantuan dan orangtua juga harus diedukasi tentang deteksi kanker secara dini," tuturnya.
 
Menurutnya, negara juga belum terlalu mampu 100 persen menangani penyakit menakutkan ini. Peran serta masyarakat juga diperlukan untuk saling peduli dan tanggap terhadap kanker anak.
 
"Kita akan bersinergi dengan pemerintah. Yayasan membantu kebijakan agar pasien mendapatkan kemudahan," cetusnya.
 
Pembina SKF, dr Irwanto menambahkan, pasien kanker anak yang ditangani hampir 50 persen berasal dari Aceh. Pihaknya memberi kemudahan dan mengarahkan orang tua tentang tindakan yang harus diberikan, menampung anak dan keluarganya serta memberikan fasilitas pendampingan.
 
"SKF juga membantu donor darah sebanyak 3000 kantong per tahun yang disumbangkan ke RS pemerintah. Ini sangat menolong anak-anak penderita kanker yang membutuhkan," imbuhnya.
 
Ketua pelaksana seminar Lismawaty Jie menyampaikan, umummya orangtua anak penderita kanker kebingungan masalah dana. Apalagi untuk stadium akhir karena membutuhkan banyak biaya.
 
"Kami membantu dan membiayai dana di luar yang ditanggung BPJS Kesehatan. Seminar ini dibentuk guna mengedukasi masyarakat deteksi dini kanker pada anak," tandas President Lions Club Medan Deli itu.(BS07)

Tag:KankerKesehatanPenyakittumor