Hiburan

Terkait Gizi Buruk, Pemerintah Tak Boleh Saling Menuding Kesalahan

Terkait Gizi Buruk, Pemerintah Tak Boleh Saling Menuding Kesalahan
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Anak penderita gizi buruk.
Beritasumut.com-Kemiskinan merupakan faktor utama penyebab mengapa kasus gizi buruk masih ada di Sumatera Utara (Utara), bukan karena masalah kesehatan. Hal tersebut dikatakan Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut Agustama, Jumat (10/02/2017).
 
Agustama menjelaskan, faktor ekonomi masyarakat sangat berpengaruh pada kualitas asupan gizi mereka. Karena membuat keluarga berekonomi rendah, tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan makanannya secara optimal."Kalau kita bicara gizi buruk, ini tidak hanya menjadi tanggung jawab dan semata-mata masalah kesehatan. Tetapi kita harus tahu proses kenapa seseorang bisa menderita gizi buruk. Penyebab mendasarnya adalah kemiskinan," ujar Agustama.
 
Menanggapi hal tersebut, pengamat sosial Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Arifin Saleh Siregar mengatakan, pemerintah harus mampu mengatasi akar masalah penyebab terjadinya gizi buruk. Karena itu pemerintah tidak boleh saling menuding kesalahan satu sama lain.
 
"Gizi buruk menjadi urusan pemerintah. Kepala daerah dan jajarannya tidak bisa lepas tangan. Ini peristiwa memalukan, di kota besar masih ada gizi buruk," tegasnya.
 
Pemerintah menurut dia, seharusnya membuka lapangan pekerjaan lebih banyak untuk mengurangi pengangguran. Tujuannya, supaya mengurangi angka kemiskinan yang menjadi penyebab gizi buruk di tengah masyarakat terjadi.
 
Potensi gizi buruk, tambahnya, tetap akan terjadi di kemudian hari jika pemerintah tidak serius menyikapinya. Penyelesaian dasar masalah ini harus diselesaikan dari lingkup terkeci, seperti pendataan warga yang membutuhkan asupan gizi lebih mulai dari tingkat kelurahan."Kalau masih ada kasus gizi buruk di sini, itu berarti kinerja pemerintah dengan Dinas terkait belum maksimal. Mereka tidak boleh lepas tangan," pungkasnya.(BS03)