Kamis, 14 November 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Berangkat dari Hoax, Sabri Gusmail dan Miyoshi Masato Pentaskan Karya Tari Filter

Berangkat dari Hoax, Sabri Gusmail dan Miyoshi Masato Pentaskan Karya Tari Filter

Senin, 19 Agustus 2019 19:10:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Berangkat dari kegelisahannya terhadap peredaran isu hoax yang marak terjadi, Seorang Koreografer, Seniman asal Aceh Sabri Gusmail dan komposer asal Bali Miyoshi Masato sukses mementaskan karya tari Filter di Banda Aceh, awal Agustus lalu. Dua seniman itu tampil sebagai salah satu dari 5 peraih Hibah Seni Kelola Tahun 2019. 
 
Dalam penampilannya, dua kolaborator ini menampilkan pertunjukan berdurasi 60 menit yang didukung 3 penari dan 1 pemusik yang sekaligus berperan sebagai komposer. Gedung tetutup Taman Seni dan Budaya Aceh pun menjadi saksi pementasan 2 seniman tersebut. Mereka melakukan pementasan 2 kali (siang dan malam). Pertunjukan ini dihadiri masyarakat umum, mahasiswa, pelajar, seniman, akademisi serta praktisi seni di Aceh.
 
Pengolahan gerak, bunyi, properti dan unsur pendukung tari lainnya dikemas sebagai gambaran era digital dan peredaran berita di dalamnya. Pementasan tersebut disupport penuh Yayasan Kelola Jakarta dan didukung oleh ISBI Aceh, Disbudpar Aceh, UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh, Lembaga Seulanga dan Labor Seni Terasuluh.
 
Sabri, salah satu kolaborator itu yang juga merupakan Dosen Seni Tari di ISBI Aceh mengatakan, saat ini berita bohong atau hoax dianggap menjadi hantu news yang cukup meresahkan. "Efek negatifnya dapat mempengaruhi cara pandang individu, kelompok hingga negara dalam menanggapi berita. Celakanya, jika hoax terus dilakukan berulang-ulang hingga dianggap menjadi sebuah fakta kebenaran," ungkap Sabri di Medan, Senin (19/08/2019). 
 
Selain pementasan, kata Sabri, sesi diskusi menjadi rangkaian kegiatan tersebut. Itu dilakukan untuk membuka ruang tanya jawab, tanggapan dan saran atas penyajian pertunjukan. "Banyak penonton yang bertanya tentang bagaimana proses kerja kolaborasi yang dilakukan? Seperti apa pelahiran ide ke dalam karya, hingga trik dan tips tahapan yang dilakukan kolaborator untuk dapat meraih Hibah Seni Kelola," ungkap Sabri. 
 
Sabri menuturkan, kata ‘Filter’ diartikan sebagai bentuk atau cara individu dalam mencermati berita saat ini. Bagaimana individu berkomunikasi secara digital, patutnya ini menjadi sebuah metode untuk bersikap dalam hal mengonsumsi informasi. Kemudian mencoba memberikan gambaran, tawaran, serta pesan, bagaimana memilih dan menentukan setiap informasi yang berserakkan di media sosial menjadi sesuatu yang bermanfaat bukan sebaliknya, menyesatkan. "Kami merasa punya tanggung jawab sebagai seorang seniman untuk berkarya lewat bi dangnya masing-masing untuk merespon fenomena yang terjadi di sekitar, sebagai bagian dari kontrol sosial dan mengutarakannya lewat gerak dan musik," pungkas kedua kolaborator. (BS04)
T#g:Isu HoaxKaryaTari FilterMiyoshi MasatoSabri GusmailSeniman AcehSeniman Bali
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.