Minggu, 17 Desember 2017
  • Home
  • Gaya Hidup
  • Stigma Jelek bagi Penderita Gangguan Kejiwaan Perlu Diubah
pilkada beritasumut.com

Stigma Jelek bagi Penderita Gangguan Kejiwaan Perlu Diubah

Rabu, 26 April 2017 06:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Penyakit gangguan jiwa bagi masyarakat Indonesia masih kerap dikaitkan dengan fenomena mistis, seperti guna-guna dan kemasukan roh jahat. Tak hanya itu, stigma masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa juga selalu buruk. Penderita gangguan jiwa seringnya diidentikkan dengan istilah yang merendahkan. Misalnya orang gila, sinting, miring dan saraf. Pasalnya, orang dengan gangguan jiwa sering dianggap tidak dapat menguasai hawa nafsu, kurang beriman, tidak pernah bersyukur, banyak maunya dan lain sebagainya.
 
Fenomena ini diungkap oleh Dr dr Elmeida Effendy MKed KJ SpKJ (K) bahwa di beberapa wilayah, hingga kini akibat gangguan jiwa tersebut, masih ada yang sampai memasung anggota keluarganya. "Sehingga diobati ke dukun atau paranormal. Selain itu, tak sedikit penderita gangguan jiwa yang terpaksa dipasung oleh keluarganya," ungkapnya, Selasa (25/04/2017).
 
Elmeida menuturkan, stigma negatif masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa juga tinggi. Terutama hal itu terjadi pada masyarakat dengan pendidikan rendah. "Orang dengan gangguan jiwa dianggap memalukan dan berbahaya. Ada rasa malu keluarga, penyakit ini dianggap tidak elit dan tidak bergengsi," katanya.
 
Padahal jelas Elmeida, definisi gangguan jiwa itu sangat luas. Saat ini, beragam jenis gangguannya sudah lebih dikenali. "Dahulu, banyak masyarakat yang mengira penyakit tersebut karena guna-guna maupun kesurupan. Beragamnya gangguan jiwa menyebabkan angkanya juga beragam. Diagnosis yang satu berbeda dengan angka kejadian yang lain," ungkapnya.
 
"Sekarang orang paham ke semuanya itu merupakan gangguan jiwa. Gejala harus dinilai berdasarkan jenis gangguan jiwanya, apakah skizofrenia, bipolar, depresi, ansietas dan beratus gangguan jiwa lainnya. Kalau dirawat di rumah sakit jiwa, hal ini akan dirahasiakan karena stigma masyarakat masih sangat jelek terhadap penderita gangguan jiwa," terang Elmeida.
 
Menurut Elmeida, stigma masyarakat ini sulit diubah. Namun, setidaknya mulai dari sekarang semua orang harus mendeteksi dini anggota keluarganya yang mengalami perubahan perilaku. "Berusahalah mendeteksi dini kalau sudah ada perubahan perilaku atau kebiasaan. Segera berkonsultasi ke dokter, psikiater dan psikolog karena penatalaksanaan dini dapat mencegah bertambah buruknya gejala," bebernya.
 
Elmeida menambahkan, tren penderita gangguan jiwa saat ini juga semakin meningkat. "Keadaan ini terkait berbagai kemungkinan, bisa saja karena angka pencatatan sekarang lebih baik sehingga penderita yang dulunya tidak terdeteksi, saat ini lebih banyak terdata," pungkasnya. (BS03)
T#g:GangguanJiwaKesehatanPsikologi
ceritasumut.com
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 jam lalu

    Bidang Kesehatan, Dinkes Labuhanbatu Terima 5 Penghargaan dari Gubsu

    Beritasumut.com-Menjelang akhir Tahun 2017 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu di bawah kepemimpinan Bupati H Pangonal Harahap SE MSi te

  • 4 hari lalu

    Anggaran Jamkesda Kota Sibolga Naik Menjadi Rp 9,6 Miliar Lebih

    Beritasumut.com-Sekretaris Daerah Kota Sibolga Drs Mochamad Sugeng menghadiri rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan jaminan kesehatan tahun 201

  • 4 hari lalu

    TP PKK Mitra Pemerintah Dalam Peningkatan Kualitas Hidup Keluarga

    Beritasumut.com-Sebagai unsur pembangunan Bangsa yang memiliki misi mulia, PKK memiliki peran dalam memberikan dukungan terhadap peningkatan kualit

  • 7 hari lalu

    Jumlah Masyarakat Berobat ke Luar Negeri Berkurang

    Beritasumut.com-Direktur Utama Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Hospital (MTMH) dr Mutiara MHA, MKT mengaku bersyukur bisa mengurangi jumlah masyar

  • satu minggu lalu

    Cegah Kecurangan Provider BPJS Kesehatan, Dinkes Sumut Dukung Kinerja Tim JKN

    Beritasumut.com-Guna mencegah kecurangan yang dilakukan oleh provider Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, sehingga program JKN aka

  • http://ceritasumut.com/
    Copyright © 2010 - 2017 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.