Selasa, 28 Januari 2020
  • Home
  • Gaya Hidup
  • Stigma Jelek bagi Penderita Gangguan Kejiwaan Perlu Diubah

Stigma Jelek bagi Penderita Gangguan Kejiwaan Perlu Diubah

Rabu, 26 April 2017 06:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Penyakit gangguan jiwa bagi masyarakat Indonesia masih kerap dikaitkan dengan fenomena mistis, seperti guna-guna dan kemasukan roh jahat. Tak hanya itu, stigma masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa juga selalu buruk. Penderita gangguan jiwa seringnya diidentikkan dengan istilah yang merendahkan. Misalnya orang gila, sinting, miring dan saraf. Pasalnya, orang dengan gangguan jiwa sering dianggap tidak dapat menguasai hawa nafsu, kurang beriman, tidak pernah bersyukur, banyak maunya dan lain sebagainya.
 
Fenomena ini diungkap oleh Dr dr Elmeida Effendy MKed KJ SpKJ (K) bahwa di beberapa wilayah, hingga kini akibat gangguan jiwa tersebut, masih ada yang sampai memasung anggota keluarganya. "Sehingga diobati ke dukun atau paranormal. Selain itu, tak sedikit penderita gangguan jiwa yang terpaksa dipasung oleh keluarganya," ungkapnya, Selasa (25/04/2017).
 
Elmeida menuturkan, stigma negatif masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa juga tinggi. Terutama hal itu terjadi pada masyarakat dengan pendidikan rendah. "Orang dengan gangguan jiwa dianggap memalukan dan berbahaya. Ada rasa malu keluarga, penyakit ini dianggap tidak elit dan tidak bergengsi," katanya.
 
Padahal jelas Elmeida, definisi gangguan jiwa itu sangat luas. Saat ini, beragam jenis gangguannya sudah lebih dikenali. "Dahulu, banyak masyarakat yang mengira penyakit tersebut karena guna-guna maupun kesurupan. Beragamnya gangguan jiwa menyebabkan angkanya juga beragam. Diagnosis yang satu berbeda dengan angka kejadian yang lain," ungkapnya.
 
"Sekarang orang paham ke semuanya itu merupakan gangguan jiwa. Gejala harus dinilai berdasarkan jenis gangguan jiwanya, apakah skizofrenia, bipolar, depresi, ansietas dan beratus gangguan jiwa lainnya. Kalau dirawat di rumah sakit jiwa, hal ini akan dirahasiakan karena stigma masyarakat masih sangat jelek terhadap penderita gangguan jiwa," terang Elmeida.
 
Menurut Elmeida, stigma masyarakat ini sulit diubah. Namun, setidaknya mulai dari sekarang semua orang harus mendeteksi dini anggota keluarganya yang mengalami perubahan perilaku. "Berusahalah mendeteksi dini kalau sudah ada perubahan perilaku atau kebiasaan. Segera berkonsultasi ke dokter, psikiater dan psikolog karena penatalaksanaan dini dapat mencegah bertambah buruknya gejala," bebernya.
 
Elmeida menambahkan, tren penderita gangguan jiwa saat ini juga semakin meningkat. "Keadaan ini terkait berbagai kemungkinan, bisa saja karena angka pencatatan sekarang lebih baik sehingga penderita yang dulunya tidak terdeteksi, saat ini lebih banyak terdata," pungkasnya. (BS03)
T#g:GangguanJiwaKesehatanPsikologi
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    Tinjau Pelayanan, Bupati Beri Perhatian Khusus Penderita Stunting di Nagori Siantar Estate

    Beritasumut.com-Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM memberikan perhatian khusus pada Azriel (26 bulan) penderita Stunting yang ditemui Bupati saa

  • 2 minggu lalu

    Resmikan Stroke Center, Wagub Sumut Harapkan Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan

    Beritasumut.com-Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah meresmikan  Stroke Center yang berada di Lantai 10, Rumah Sakit U

  • 2 minggu lalu

    Inilah Peraturan Pemerintah Nomor 88 Tahun 2019 Tentang Kesehatan Kerja

    Beritasumut.com-Dengan pertimbangan dalam rangka memberikan pelindungan bagi pekerja agar sehat, selamat, dan produktif, pemerintah memandang perlu

  • 2 bulan lalu

    Pekerja Migran Indonesia di Brunei Darussalam Ikuti Sosialisasi dan Edukasi Kesehatan

    Beritasumut.com-"Saya ingin semua WNI yang bekerja di Brunei Darussalam sehat semuanya dan bisa bekerja dengan baik. Jangan ada lagi WNI yang

  • 2 bulan lalu

    Pemko Sibolga Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis Serentak di Empat Kecamatan

    Beritasumut.com-Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis secara seren

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.