Sabtu, 19 Oktober 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Unjuk Gigi di Amerika Serikat, Kopi Specialty Indonesia Bukukan Potensi Transaksi USD 26,3 Juta

Unjuk Gigi di Amerika Serikat, Kopi Specialty Indonesia Bukukan Potensi Transaksi USD 26,3 Juta

Jumat, 19 April 2019 14:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Produk kopi khas dan premium (specialty) Indonesia kembali tampil di pameran Internasional. Kali ini, kopi specialty Indonesia unjuk gigi di pameran Global Specialty Coffee Expo (GSCE) 2019 yang berlangsung di Boston Convention and Exhibition Center, Boston, Massachusetts, Amerika Serikat pada 11-14 April 2019. 
 
Saat pameran berlangsung, Indonesia berhasil membukukan transaksi potensial sebesar USD 26,3 juta dan nilai tersebut diprediksi akan terus bertambah, mengingat masih terdapat transaksi yang ditindaklanjuti. Keikutsertaan Indonesia kali ini merupakan hasil kerja sama Kedutaan Besar RI di Washington DC melalui Atase Perdagangan dan Atase Pertanian dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chicago dan ITPC Los Angeles.
 
“Nilai transaksi pada pameran tahun ini menunjukkan kualitas kopi Indonesia sudah mendapatkan tempat bagi pencinta kopi dunia. Selain itu, citra Indonesia juga harus terus dikembangkan, tidak hanya sebagai produsen dan eksportir biji kopi, namun juga nilai tambah dari kopi itu sendiri,” ujar Atase Perdagangan Washington DC Reza Pahlevi dilansir dari laman kemendag, Jumat (19/04/2019).
 
Pameran GSCE merupakan tempat berkumpulnya buyer premium kopi specialty di kawasan Amerika Utara dan menjadi acuan bagi tren kopi dunia. Pameran yang diikuti 515 peserta dari 41 negara ini dikunjungi lebih dari 14 ribu pengunjung dan hampir setengahnya merupakan buyer internasional. Tahun sebelumnya, tercatat 79 persen buyer yang datang merupakan buyer yang memiliki otoritas pengambilan keputusan atau yang berwenang dalam memberikan rekomendasi pembelian di perusahaannya, sehingga pameran kopi ini menjadi sangat prospektif.
 
Pada pameran tahun ini, Paviliun Indonesia menghadirkan kopi specialty yang diusung Asosiasi Kopi Spesialti Indonesia (AKSI), CV Gayo Mandiri, PT Santiang Exports, PT Meukat Komuditi Gayo, PT Perkebunan Nusantara XII, PT Gayo Bedetak Nusantara, Upnormal Coffee Roasters, dan Tentera Coffee Roasters. Selain dari AS, buyers yang bertransaksi di Paviliun Indonesia berasal dari Belanda, Rusia, China, Swiss, Peru, Paraguay, dan Kanada.
 
Selain itu, Indonesia juga diwakili peserta independen yaitu PT Sulotco Jaya Abadi (Kapal Api Group) yang menampilkan biji kopi hijau dan produk turunan kopi, serta Koperasi Arinagata dari Aceh yang terpilih menjadi salah satu duta perdagangan yang adil.
 
Sementara kopi yang ditampilkan antara lain sumatra arabica gayo, lintong, solok minang, kerinci, west java preanger, toraja, flores, ciwidey, dan bali. Paviliun Indonesia tidak hanya menampilkan biji kopi hijau, namun beberapa perusahaan juga mengusung merek-merek dengan berbagai varian olahan kopi seperti roasted whole bean, pour over coffee bags, dan single serve pods.
 
AS merupakan pangsa pasar yang atraktif bagi eksportir kopi dari seluruh dunia. Menurut laporan National Coffee Data Trends tahun 2019 yang dirilis National Coffee Association (NCA), kopi merupakan minuman yang paling digemari di AS dengan tren konsumen yang semakin memperhatikan aspek kesehatan dan keberlanjutan.
 
Berdasarkan data US Department of Agriculture (USDA) dan Department of Commerce, AS adalah pengimpor kopi kedua terbesar dunia setelah Uni Eropa. Sedangkan Indonesia berada di urutan ke-6 sebagai negara pengekspor kopi ke AS dengan nilai mencapai USD 290 juta pada tahun 2018 dengan pangsa pasar sebesar 5,2 persen.(BS09)
 
T#g:AmerikaKopi
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Industri Pengolahan Kopi Semakin Prospektif

    Beritasumut.com-Indonesia memiliki peluang dalam pengembangan industri pengolahan kopi, karena selain punya pasar yang besar, juga didukung dengan

  • 3 bulan lalu

    Bosnia Tertarik Impor Kopi Sumut

    Beritasumut.com-Usai disambut secara resmi oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi di Rumah Dinas Gubernur, Duta Besar Republik Indonesi

  • 3 bulan lalu

    Didukung ITFC, Sumut Harus Bisa Jadi Produsen Kopi Terbesar di Indonesia

    Beritasumut.com–Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengharapkan Provinsi Sumut bisa menjadi produsen  terbesar kopi di

  • 3 bulan lalu

    Dongkrak Ekspor Kopi Sumut, ITFC Bekali Pengetahuan Petani dan Eksportir Kopi

    Beritasumut.com-Guna menghadapi tantangan yang disebabkan oleh perubahan iklim dan meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi kopi Indonesia kh

  • 3 bulan lalu

    Kerja Sama Militer Jadi Fokus Tingkatkan Hubungan Diplomatik RI-AS

    Beritasumut.com-Hubungan pertahanan dan kerja sama militer khususnya di bidang pendidikan dan pelatihan menjadi salah satu fokus dalam meningkatkan

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.