Kamis, 22 Agustus 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Tumbur Parlindungan: Ada Secercah Optimisme di Masa Depan Eksplorasi Migas Indonesia

Tumbur Parlindungan: Ada Secercah Optimisme di Masa Depan Eksplorasi Migas Indonesia

Sabtu, 01 Juni 2019 09:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Dihadapkan pada peluang dan tantangan bagi Indonesia di dalam mengembalikan kejayaan sektor hulu minyak dan gas bumi, pemerintah memiliki banyak pekerjaan rumah. Salah satunya adalah mengembalikan minat dan kegairahan investor migas global untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi di Tanah Air. Pemerintah optimistis akan hal tersebut, lantaran sudah ada komitmen beberapa kontraktor untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi.
 
Demikian ungkap, Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA) Tumbur Parlindungan. Dia mengakui bahwa cadangan migas nasional terbukti masih relatif besar di kawasan Asia Tenggara, bahkan di Asia. “Hanya saja, perlu ada tambahan cadangan migas yang diwujudkan dengan eksplorasi. Sayangnya dalam 15 tahun terakhir aktivitas eksplorasi cukup minim terjadi di Indonesia. Padahal, negara lain yang cadangan migasnya di bawah Indonesia banyak berbenah untuk menghadirkan investasi hulu migas,” ungkapnya melalui siaran pers, Sabtu (01/06/2019).
 
Hal ini, lanjut Tumbur, patut menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan, mengingat porsi Minyak dan Gas Bumi dalam kebutuhan energi nasional masih tertinggi bila dibandingkan dengan batubara, ataupun energi baru terbarukan. Berdasarkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), target bauran energi fosil pada 2025 mencapai 47%, sementara pada 2050 sebesar 43,5%. "Berdasarkan RUEN, diproyeksi produksi minyak bumi nasional sebesar 567.000 barrel oil per day (BOPD) pada 2025, sementara pada 2050 sebesar 698.000 BOPD. Sementara itu, untuk kebutuhan kilang minyak mentah nasional pada 2025 mencapai 2,19 juta BOPD dan meningkat menjadi 4,61 juta BOPD pada 2050. Dengan asumsi produksi minyak nasional diserap 100% untuk kebutuhan domestik, maka impor minyak mentah nasional pada 2025 berkisar 1,67 juta BOPD dan 3,92 juta BOPD pada 2050," paparnya.
 
Bicara kondisi terkini terutama terkait cadangan migas, terjadi peningkatan cadangan di gas bumi, sementara penurunan di minyak. Berdasarkan data SKK Migas, tahun lalu cadangan minyak sebesar 226,62 Million Stock Tank Barrels (MMSTB), atau menyusut sebesar 334,05 MMSTB dibandingkan tahun 2017. Sementara untuk gas bumi, cadangannya sebesar 3.387,81 Billion Standard Cubic Feet (BSCF) pada 2018 atau meroket dari cadangan tahun sebelumnya sebesar 578,47 BSCF.
 
Sementara itu, Indonesia mengalami penurunan cadangan minyak yang signifikan dari 5,1 miliar barrel pada 2001, menjadi sekitar 3,3 miliar barrel pada akhir 2016. Melihat kondisi tersebut, menghadirkan proyek setara Lapangan Banyu Urip atau temuan migas di Blok Sakakemang, Sumatera Selatan, menjadi harapan baru lagi semua pihak. Februari lalu, Repsol mengumumkan cadangan terbukti gas bumi mencapai sekitar 2 triliun kaki kubik (TCF) di Blok Sakakemang. “Langkah yang ditempuh negara lain di antaranya memperbaiki rezim fiskalnya. Sehingga, investor punya banyak opsi untuk berinvestasi. Kalau Indonesia dianggap kurang menarik dan sementara negara lain lebih menarik, tentu mereka masuk ke sana,” jelas Tumbur.
 
Ke depannya, Indonesia diharapkan terus meningkatkan kualitas investasi hulu migas agar lebih banyak investor global yang datang ke tanah air untuk mengeksplorasi ataupun mengembangkan blok migas nasional. Apalagi berbekal pengalaman, bahwa kita pernah mampu menarik investor global, yakni era proyek LNG Bontang, Blok Rokan dan Blok Mahakam. Kendati, investor memahami tingginya risiko bisnis di hulu migas, mereka tetap mencari tempat investasi yang memberikan potensi reward lebih besar daripada risiko bisnisnya. Inilah tantangan pemerintah meyakinkan investor migas global untuk datang menanamkan modalnya. “Mungkin risikonya sama, tapi bagaimana kalau potensi keuntungan keekonomian di sana lebih bagus? Contoh lain agar investor tertarik datang adalah dimulainya proyek-proyek besar yang sedang didiskusikan, seperti Indonesia Deepwater Development (IDD) dan Proyek LNG Abadi. Dengan begitu, investor yakin untuk melakukan eksplorasi ataupun pengembangan,” tambah Tumbur Parlindungan.
 
Dia optimistis, masa depan industri hulu migas nasional akan cerah dengan dukungan segala pihak. Upaya memangkas kebijakan yang tidak pro-bisnis hingga melakukan promosi temuan-temuan di area migas nasional dapat menjadi jalan untuk investor masuk. “Saya kira tidak hanya di ASEAN, di tingkat Asia pun kita masih dipandang penting untuk sektor migas. Tinggal sekarang bagaimana mengundang pemain besar datang,” bebernya.
 
Terpisah, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Wisnu Prabawa Taher, mengungkapkan besaran nilai Komitmen Kerja Pasti (KKP) dan Komitmen Pasti yang telah dicapai dalam kontrak Kerja Sama sebesar USD 1.14 miliar untuk beberapa kegiatan eksplorasi seperti 47 studi G&G, 79 Sumur Eksplorasi, 38 Survei Seismik, dan 4 Survei lainnya selama periode 2018–2026 di 24 Wilayah Kerja. “Kegiatan eksplorasi (khusus KKP) ini bukan saja dapat dilakukan di dalam WK, namun juga dapat dilaksanakan di open area untuk mendorong lebih banyak ditemukannya lapangan-lapangan migas baru dari hasil kegiatan eksplorasi,” ungkap Wisnu. (Rel)
T#g:Eksplorasi MigasIPAIndonesiaTumbur Parlindungan
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 jam lalu

    Sidang ke-15 HLC Malindo Merupakan Forum Strategis Kedua Negara

    Beritasumut.com-Sidang ke-15 High Level Committee Malaysia-Indonesia (HLC Malindo) merupakan forum yang bernilai strategis bagi kedua negara dalam

  • 20 jam lalu

    Pengawak Bakamla RI Latihan VBSS Bersama Philipine Coast Guard

    Beritasumut.com-Pengawak Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) berlatih praktis dengan pengawak Phillipine Coast Guard (PCG) menjalankan scenar

  • 21 jam lalu

    Zona Maritim Tengah Bakamla RI Jajaki Kerjasama dengan UNIMA

    Beritasumut.com-Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Tengah, Laksma Bakamla Drs Bastomy Sanap SH MBA MHum, melalui Kabid Inhuker Kolonel Bakamla Yospen

  • satu minggu lalu

    Polda Sumut dan Bank Indonesia Bakar Uang Palsu Senilai Rp 1,5 Miliar

    Beritasumut.com-Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bersama Bank Indonesia (BI) melakukan pemusnahan terhadap 21.632 lembar uang palsu (

  • 2 minggu lalu

    Keindahan Pantai Pasir Putih di Tobasa Jadi Tempat Syuting Film Layar Lebar

    Beritasumut.com-Pantai Pasir Putih Parparean, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) adalah salah satu andalan lokasi wisata yang sangat gencar di promosi

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.