Selasa, 19 November 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Rencana Penyederhanaan Sistem Cukai Rokok Dapat Apresiasi

Rencana Penyederhanaan Sistem Cukai Rokok Dapat Apresiasi

Kamis, 13 April 2017 22:45:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Goro Ekanto menyatakan bahwa Kementerian Keuangan berencana menyederhanakan sistem cukai rokok menjadi 9 layer dari 12 layer yang ada saat ini. 
 
Senada dengan Goro, Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan, pengurangan layer tarif cukai akan dilakukan secara bertahap. Heru menyebutkan bakal tersisa 8 atau 9 layer pada 2018. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga menyatakan bahwa berbagai macam peraturan yang rumit akan menimbulkan komplikasi dari sisi kepatuhan sehingga perlu disederhanakan.
 
Terkait dengan hal ini, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI menyatakan apresiasinya.“Penyederhanaan sistem cukai akan mening-katkan efektivitas kebijakan cukai dalam pengendalian konsumsi rokok dan dalam peningkatan penerimaan negara,” jelas Abdillah dalam siaran persnya, Kamis (13/04/2017). 
 
Sistem cukai yang saat ini ada menghasilkan harga rokok yang sangat lebar rentangnya. Sehingga peningkatan cukai dan harga rokok yang bertujuan mengendalikan konsumsi, sesuai dengan marwah kebijakan cukai, mengalami hambatan. Saat ini harga rokok termurah adalah Rp. 400 per batang atau hanya Rp 4.800 per bungkus. Sedangkan harga rokok yang di kelompok tertinggi sekitar Rp 1215 atau Rp 14.580 atau lebih dari 2 kali lipat dibandingkan rokok termurah. Hal ini membuat rokok masih terjangkau oleh masyarakat bahkan untuk mereka yang termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, remaja dan orang miskin.
 
Abdillah menyatakan Lembaga Demografi FEB UI telah menyusun peta jalan reformasi kebijakan cukai hasil tembakau dan telah diserahkan kepada kementerian keuangan sebagai masukan dalam pembuatan kebijakan. Peta jalan ini merekomendasikan agar pemerintah menyederhanakan sistem cukai rokok dari 12 batasan tarif menjadi 2 batasan tarif dalam waktu lima tahun. 
 
Tahapannya adalah dari 12 di tahun 2016 berkurang menjadi menjadi 9, 5,4,3, dan terakhir 2 berturut-turut dari 2017 sampai 2021. Tahapan awal penyederhanaan ditujukan terutama kepada industri rokok besar yang mendominasi pasar rokok di Indonesia. Sementara untuk industri rokok kretek tangan skala menengah dan kecil akan dilakukan penggabungan cukai pada tahun ke lima (terakhir). Sehingga pemerintah dan industri rokok kretek tangan menengah dan kecil memiliki cukup waktu untuk mempersiapkan diri.
 
Berdasarkan peraturan menteri keuangan terakhir tentang tarif cukai rokok di tahun 2017, terlihat bahwa tidak ada pengurangan jumlah batasan tarif. Dengan kata lain jumlah batasan tarif (layer) tetap 12 seperti kondisi di tahun 2016. 
 
Menurut Abdillah, hal ini sangat disayangkan karena jika mengikuti peta jalan yang diusulkan maka di tahun 2017 seharusnya terjadi pengurangan layer dari 12 menjadi 9 di mana terjadi penggabungan rokok mesin yaitu Sigaret Kretek Mesin (SKM) 3 layer dan Sigaret Putih Mesin (SPM) 3 layer menjadi hanya 3 layer untuk keduanya. 
 
Abdillah mengestimasi jika penggabungan ini dilakukan di tahun 2017 maka pemerintah berpotensi mendapatkan tambahan penerimaan negara dari cukai tembakau sebesar Rp. 2,3 Trilliun dengan mengasumsikan tarif cukai SPM sama dengan SKM.(Rel) 
 
T#g:CukaiCukai RokokHarga RokokRokok
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Pemko Sibolga Gelar Sosialisasi Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal

    Beritasumut.com-Pemko Sibolga melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sibolga, menggelar Sosialisasi Pemberantasan Barang Kena

  • 4 minggu lalu

    Dinkes Provsu Gelar Pertemuan Koordinasi Pembuatan Peraturan KTR di Kabupaten Tapteng

    Beritasumut.com-Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) menggelar pertemuan Koordinasi Pembuatan Peraturan Kawasan Tanpa Rokok (K

  • 2 bulan lalu

    Transisi Pola Hidup Sebabkan Peningkatan Kasus Penyakit Jantung

    Beritasumut.com-Berdasarkan data Sample Registration System (SRS) 2014, penyakit jantung menduduki peringkat kedua tertinggi setelah stroke untuk t

  • 3 bulan lalu

    Polres Labuhanbatu Kembali Amankan Satu Colt Diesel Rokok Ilegal

    Beritasumut.com-Setelah bulan Juli lalu Sat Reskrim Polres Labuhanbatu amankan satu truck tronton rokok tanpa bea cukai bermerek Luffman, kini Sat

  • 3 bulan lalu

    Dokumen Tak Lengkap, Sebanyak 40 Ribu Bungkus Rokok Luffman Diamankan Polres Labuhanbatu

    Beritasumut.com-Satu unit mobil Truk Colt Diesel Merk Mitsubishi BK 9412 CQ diamankan Polres Labuhanbatu di Jalan H Adam Malik By Pass, Kelurahan P

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.