Selasa, 23 Juni 2026

Presiden Jokowi: Kalau Freeport Sulit Diajak Berunding, Pemerintah Akan Bersikap

Jumat, 24 Februari 2017 12:41 WIB
Presiden Jokowi: Kalau Freeport Sulit Diajak Berunding, Pemerintah Akan Bersikap
beritasumut.com/ilustrasi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Terkait dengan rencana PT. Freeport Indonesia yang bersikukuh melaksanakan kontrak karya dan akan membawa kasus tersebut ke Arbitrase, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemerintah  ingin ini dicarikan solusi menang-menang, dicarikan solusi yang win-win.
 
“Kita ingin itu, karena itu urusan bisnis, jadi oleh sebab itu saya serahkan kepada Menteri,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai meluncurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), di Gedung Olahraga Popki, Cibubur, Jakarta, Kamis (23/02/2017).
 
Namun Presiden menegaskan, kalau memang Freeport sulit diajak musyawarah, dan sulit diajak berunding, maka pemerintah akan bersikap.
 
Tidak diperpanjang maksudnya, Pak? “Ya, nanti dilihat. Ini kan masih menteri, masih berproses, berunding dengan Freeport. Intinya itu saja. Intinya kalau memang sulit diajak musyawarah, dan sulit diajak berunding, saya akan bersikap,” tegas Presiden Jokowi, seperti dilansir setkab.go.id.
 
Tapi sekarang ini, lanjut Presiden Jokowi, biarlah menteri dulu.
 
Sebagaimana diketahui, pemerintah sudah memberikan izin kepada PT. Freeport untuk menjadi pemegang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), dan mengikuti ketentuan sebagaimana diatur Undang-Undang. Namun PT Freeport Indonesia bersikukuh pada Kontrak Karya, dan akan mengajukan masalah ini ke Arbitrase Internasional.(BS01)

Tags
beritaTerkait
TNI dan PT Freeport Indonesia MoU Pengamanan
Pengambilalihan Freeport Dilakukan di Eranya, Jonan: Perundingan Sebelumnya Tidak Jadi Dasar
Sah Jadi Milik Inalum, Kontrak Karya PT Freeport Berubah Jadi IUPK
Dua Tahun Proses Negosiasi, PT Freeport Akhirnya Sah Jadi Milik Inalum
Presiden Minta Divestasi 51% Saham Freeport Selesai April
Divestasi Freeport Melalui Participating Interest Rio Tinto, NasDem Minta Pemerintah Hati-hati
komentar
beritaTerbaru
hit tracker